Ketika Tuan CEO Memintaku Kembali
Perasaan nyaman, tenang, dan sedikit berbunga-bunga yang sulit ia definisikan.
Sesampainya di rumah, Revan langsung menuju kamarnya. Ia merebahkan diri di kasur, menatap langit-langit. Bayangan Aisyah yang tersenyum, dengan rambutnya yang sedikit berantakan tertiup angin senja, terus menari-nari di benaknya. Ia mengambil ponselnya, membuka aplikasi pesan singkat, dan mencari nama Aisyah. Tangannya ragu-ragu di atas keyboard, antara ingin mengirim pesan atau tidak. Akhirnya, ia memutuskan untuk tidak mengirim apa-apa. Biarlah momen manis sore ini tetap menjadi kenangan yang indah.
Hot Chapters