PEMBALASAN DEWA MAUT
Sebuah cahaya lembut mengalir dari telapak tangannya ke batu.
Batu itu bergeming. Namun, di permukaannya, huruf-huruf kuno yang berpendar mulai terbentuk, seolah ditulis dengan tinta cahaya.
Kalimat demi kalimat muncul, membentuk sebuah prasasti raksasa yang memenuhi seluruh dinding.
“Wah bagus juga peralatannya,” komentar Rembong. “Sekarang masalahnya, apakah kamu bisa baca tulisan cacing kremi itu? Sepertinya itu bahasa dari zaman sangat tua.”
Hot Chapters