Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Satu Malam Untuk Selamanya

Satu Malam Untuk Selamanya

Setelah puas menikmati keindahan malam di Pulau Penawar Rindu, Ben mengajak kami pulang. Katanya tempat ini penawar rindu, tapi di sini hatiku malah semakin hampa. “Sebentar, saya buang air dulu.” Ben meminta kami menunggu di boat sebelum kami menyeberang. Malam ini ada belasan boat yang hilir mudik membawa penumpang. Semuanya lalu lalang di depan mataku. Tapi fokusku bukan ke sana. Melainkan pada seseorang yang telah kutinggalkan. Aku yakin saat ini dia sudah kembali pada tunangannya, wanita tercintanya, prioritas hidupnya.
9.9141.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Satu Malam

Bukan Cinta Satu Malam

Pria itu tampaknya telah menyerah, atau mungkin sudah kembali sibuk mengurusi butik lokalnya dan konflik panjangnya dengan sang mantan istri, Clara. ​Valeryn mengira dia telah menang. Dia mengira pelariannya kali ini berhasil tanpa meninggalkan luka baru. ​Namun pagi itu, alarm jam dinding belum sempat berbunyi ketika Valeryn mendadak terbangun dengan rasa mual yang luar biasa hebat. Perutnya bergejolak hebat, seolah-olah seluruh isinya dipaksa untuk keluar. Dia menyibak selimut dengan tergesa-gesa, berlari ke kamar mandi dalam keadaan lemas, dan mencengkeram pinggiran wastafel sebelum akhirnya memuntahkan cairan bening yang terasa pahit di pangkal tenggorokannya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Biar Kutanggung Dosa Malam Itu

Biar Kutanggung Dosa Malam Itu

’’ Dia bergegas bangkit dan menatapku tajam, lalu bergegas meninggalkanku begitu saja. ‘’Akhirnya bangkai yang selama 9 bulan kututupi tercium juga,’’ lirihku dengan suara bergetar di sela isakan tangisku. Tubuhku terasa lemas rasanya, dada terasa sesak dan bergemuruh. ‘’Aku memang wanita kotor, aku mamang wanita bodoh!’’ hardikku kepada diriku sendiri.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Petaka Satu Malam

Petaka Satu Malam

dan seandainya . Terlambat. Percuma juga berandai. Penyesalan tidak ada gunanya. Semuanya sudah terlanjur. Kesuciannya tak dapat kembali lagi. Ia termenung dengan posisi tersebut hingga pagi tiba. ---- Mata sembab, wajah bengkak dan pikiran kosong. Kiara rasanya tak ingin beranjak dari posisinya. Harapan hidupnya hancur. Masa depannya suram. Semalaman dia menangis, meratapi nasibnya.
8.715.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 560 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Malam Pertama dengan Tetangga

Malam Pertama dengan Tetangga

Entah kenapa Rania merasa takut saat membayangkan malam pertama, padahal itu adalah kewajibannya. Setelah hampir satu jam mereka kejar-kejaran, kini Reza menyerah dan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Napasnya memburu dengan keringat yang membasahi badannya. Begitu juga dengan Rania, ia juga sudah tidak kuat lagi. Rania merebahkan tubuhnya di atas sofa. Kakinya sudah gemetar, ia tidak kuat lagi untuk berlari.
1043.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 959 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Wanita Malam

Wanita Malam

Bercinta kali ini membuatnya merasa sangat hambar karena lawannya sudah kalah sebelum berperang. Pria ketiga lebih baik dari dua pria sebelumnya keempat dan kelima selesai juga tugas Azalea malam ini selesai sampai jam 00.00. Wanita ini harus menikmati pekerjaan seperti ini. Walau berlainan dengan hatinya namun, bagaimana lagi mau tidak mau Azalea harus menerimanya bahkan menikmatinya walau sebenarnya ia tak suka dengan semuanya.
9.916.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Setelah Malam Pertama

Setelah Malam Pertama

Zhia bahkan mengirimkan foto bahwa ia sedang menikmati makan malamnya yang sudah terlambat. “Makan malam jam segini? Apa tamumu tidak mengajakmu makan? Ini sudah hampir tengah malam Aya,” kata Irwan dalam pesan singkatnya. "Sudah, cuma aku sedang ingin makan lagi. Tidak masalah bukan kalah sesekali makan tengah malam." Jawaban Zhia disertai emot tertawa membuat Irwan lega. Setidaknya, kondisi wanita itu sedang baik.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai renungan sepertiga malam
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Diajheng Widia
masih penasaraan apa sebenernya kesepakatann ayahnya zhia dgn pak Danu. dan nanti juga ayah zhia juga bakalan nyesel telah melakukan kerja sama dgn pak Danu. toh ujung2 nya bakalan di tipu. udah anaknya di perlakukan ngga manusiawi ,perusahaan di tipu.. duh ga bisa bayangin penyesalanmuu paak
Endah Spy
ceritanya menarik banget bner2 bikin ngregetan sama keluarga ega .. kok bisa sii ke istri sendiri gara2 nggak ngeluarin darah di cap nggak perawan .. duhh ega nih ya fisik orang berbeda2 .. ada yg ngeluarin banyak darah ada juga yg nggak .. dan yg nggak blm tentu juga zhia itu nggak perawan.. hadehh
Baca Semua Ulasan
LEAK

LEAK

TUMBAL Kutatap mega kian menghitam Kelam berbalut shyam, hening Tak kudengar lagi suara rintihan Tiada lagi suara lolongan anjing liar Hanya gelap, tak ada siapa pun Yang hitam semakin pekat Yang kelabu semakin gelap gulita Tiada warna maupun rupa, hanya akara semata Semakin hening semakin syahdu Hanya ada aku dan semilir angin Di antara gemericik rinai menimpa daun Kidung malam mengalun perlahan Paksa menyinari sosok hitam Terkubur di antara pepohonan Andam karam di gelap malam Membawa janin manusia suci
9.916.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Seribu Pintu Sindukala

Seribu Pintu Sindukala

Bukan karena makan malamnya yang sangat sederhana, melainkan pikiran dan perasaannya yang kacau, yang mengubah bubur itu menjadi seperti kerikil tajam di mulutnya. Rasa kantuk membawa Marsala pada keadaan di antara sadar dan tidak sadar, saat seseorang di balik dinding kamarnya berkata, “Saya dari... Lindunagari.” Suaranya rendah dan berat. Selanjutnya, telinganya hanya menangkap gumaman-gumaman tidak jelas, yang lama-lama menghilang dilipat kegelapan di kepalanya.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Attack of Playboy

Attack of Playboy

Meski orang-orang jahat itu menyamarkan perilaku mereka, akan selalu ada celah kecil untuk mengungkap penindasan. Gemerlap bintang yang bertaburan di langit malam sengaja nggak kuacuhkan. Hanya memanfaatkan embusan angin malam untuk menemaniku melakukan ritual malam Jumat. Melalui jendela bergorden biru tua yang sengaja kusingsingkan ke samping, aku duduk menyila sendirian. Di depanku sudah ada layar TV cembung dengan layar gelap dan mulai mengeluarkan backsound seram. Camilan pedas mendominasi, tentu saja mesti ada cola yang jadi andalanku.
7.53.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status