Malam Terakhir di Singgasana
Celakanya, takdirnya memang untuk terus berpindah-pindah, tak pernah merasakan kebebasan sejati seperti itu.
Ketenangan sesaat yang dia rasakan saat ini lebih seperti sebuah perahu kecil yang mengapung di lautan yang tenang.
Namun lautan tak akan selamanya tenang, suatu hari nanti, dia harus kembali ke istana tempat pertempuran tak pernah usai.
"Kirana, aku beneran nggak mau kembali..." desahnya bagai mimpi.
Keheningan menyelimuti, dan Kirana juga tak menjawab. Hanya angin yang menggoyangkan kelopak bunga dan membuatnya terus berjatuhan dengan lembut.