Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kebangkitan Rank Terendah

Kebangkitan Rank Terendah

Berjalan ke antara pohon sampai tidak terlihat lagi. Arka menghembuskan napas. "Bagus," kata Rengganis. "Itu pujian?" "Itu observasi." ... Malam hari ketiga, mereka duduk di depan tungku. Api kecil. Dua cangkir. Suara Rimba dari luar yang sudah mulai terasa familiar bukan tidak menakutkan, tapi familiar. Ada bedanya. "Besok," kata Rengganis. "Bulan hampir penuh malam ini. Besok subuh kita masuk."
545 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Suami Warisan

Suami Warisan

Jarinya mengetuk-ngetuk ujung pensil sambil berpikir. Pikirannya kembali melayang pada malam pertama mereka. Sayup-sayup di antara gelora orgasmenya, Rengganis mendengar guntur bergemuruh dan langit berpendar oleh cahaya, seperti kembang api yang melesat naik dan pecah di antara bintang-bintang. Apa yang terjadi malam itu?
10157.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai renungan sepertiga malam
Tampilkan Ulasan (58)
Baca
+Pustaka
Kikiw
Baru tau cerita ini kemarin pas lg sale 70%. Asli! nyesel banget pagi ini krn gk langsung buka semua bab pdhl ada koin! gara2 ketiduran pas baca semalem ... But, semoga bisa ngelarin cerita si Akang, karena emang sekeren itu ceritanya meskipun belum ada 20 bab yg kubaca!
Mo Xiang Liu Yun
[...6] Saya baru pernah baca novel Indonesia sebagus ini, ceritanya lain daripada yang lain, bacanya engga mau udahan, selalu penasaran pengen tahu kelanjutannya, susah move on. Untung akhirnya Narendra jadian sama Rengganis jadi engga bikin kecewa. Di bab terakhir seharusnya ada Narendra menikah res
Baca Semua Ulasan
Kisah Malam Pertama

Kisah Malam Pertama

Ditambah sedikit tingkah nakal untuk memancing birahinya, sebelum kemudian aku empaskan untuk mengerang kesakitan seperti malam- malam sebelumnya. Tunggu permainanku di malam ketiga ini, Diran.
1016.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Rahasia Malam Itu

Rahasia Malam Itu

Malam itu bukan sekadar pertengkaran atau adu emosi; parkiran menjadi arena di mana api lama kembali menyala, rahasia Dion berada di ambang terbongkar, dan godaan yang dulu tertimbun lima tahun lalu muncul kembali. Tiba di unit apartemen, keheningan menyelimuti. Lampu redup menyambut, dan seakan menelan Anetta bulat-bulat. Ia menaruh tas kerja di sofa, membuka sepatu, lalu berjalan lesu ke dapur untuk menuang segelas air putih. Tenggorokannya kering, tapi bukan hanya karena kelelahan—batinnya haus akan ketenangan yang sudah lama hilang.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Malam Terakhir di Singgasana

Malam Terakhir di Singgasana

Kaisar kembali ke Istana Langit Emas tetapi tidak mencari Lyra lagi, dia pergi ke ruang belajar selatan sendirian. Pikirannya kacau, seolah-olah itu adalah benang kusut. Dia merasa ada yang salah dengan apa yang terjadi malam ini, tetapi dia tidak bisa mengetahui di mana letak salahnya. Saat Kaisar mulai kesal, dia mendengar bunyi lonceng jam jaga ketiga di luar. Suara ayam jantan Damian terdengar lagi, "Sudah lewat tengah malam, cuacanya kering, hati-hati dengan api!"
985.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Sialnyq, pikiran Ria pun membujuk untuk menanggapi itu. Maka bermunculanlah riuh gemuruh yang satu per satu mengetuk ingatannya. Sebuah percikan listrik seperti menular ke titik-titik lain, merangkai mengantarkan pada sebuah memori. Seperti ada seruan akan adanya hal yang mengganggu dan meminta diselesaikan malam itu juga. Ria mencoba memejamkan matanya, tapi usikan itu kian jelas.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Di Balik Tirai Malam

Di Balik Tirai Malam

Seolah-olah mereka telah dipindahkan ke dimensi lain, di mana batas antara kenyataan dan ilusi tidak lagi jelas. “Selamat datang di inti dari Tirai Malam,” kata Celeste, suaranya tenang namun penuh otoritas. “Di sini, kebenaran tidak bisa disembunyikan. Setiap dosa, setiap luka, setiap rahasia yang kalian bawa akan terlihat jelas.” Para tamu saling memandang, sebagian terlihat ketakutan, sementara yang lain mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi. Gabriel melangkah maju, ekspresi wajahnya penuh amarah.
837 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Setelah Satu Malam dengan Dosenku

Setelah Satu Malam dengan Dosenku

"Dulu aku nangis di sini tiap malam. Sekarang… aku cuma ingin tidur dan melupakan semuanya sebentar" Ia menumpuk beberapa barang lama di sudut, membersihkan debu yang menempel di meja kecil, lalu merapikan kasur tipis yang permukaannya sudah tak rata lagi. Belum lima menit ia merapikan beberapa tumpukan buku tua, rasa mual itu datang lagi. Kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya.
710 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
PHOSPENE

PHOSPENE

BAB 2 Phospene adalah sensasi visual yang terjadi saat mata dalam keadaan istirahat Atau menutup mata sehingga pandangan menjadi gelap di sertai kilatan cahaya berwarna putih. Aku menutup mataku, sensasi phospene sangat indah bagiku, karena kau hadir disana bersama senyum itu. Kita berbicara, hal yang bahkan aku tidak bisa bayangkan sebelumnya. Kau tahu? Malam selalu menjadi sebuah ironi bagiku. Ketika semua orang beranjak untuk memasuki alam mimpi, berlalu dengan waktu untuk merebahkan diri karena sepanjang hari di guncang dengan banyaknya kejadian yang semesta ciptakan, tapi aku malah sebaiknya. Aku tidak ingin cepat rehat melupakan tentang hari ini, tentang kamu. Setiap malam tiba, aku ha
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Satu Malam Untuk Selamanya

Satu Malam Untuk Selamanya

Setelah puas menikmati keindahan malam di Pulau Penawar Rindu, Ben mengajak kami pulang. Katanya tempat ini penawar rindu, tapi di sini hatiku malah semakin hampa. “Sebentar, saya buang air dulu.” Ben meminta kami menunggu di boat sebelum kami menyeberang. Malam ini ada belasan boat yang hilir mudik membawa penumpang. Semuanya lalu lalang di depan mataku. Tapi fokusku bukan ke sana. Melainkan pada seseorang yang telah kutinggalkan. Aku yakin saat ini dia sudah kembali pada tunangannya, wanita tercintanya, prioritas hidupnya.
9.9142.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status