Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Anak Tangga Ketiga: Kalimat yang Terputus Di titik ini, realitas mulai patah. Mereka tak lagi melihat dunia di bawah. Yang ada hanyalah ruang putih kosong, dingin, seperti lembar kertas yang dibekukan. Dan di tengah-tengah ruang itu, tergantung kalimat-kalimat yang tidak pernah selesai ditulis: “Jika aku bisa kembali ke malam itu…” “Dan andai saja aku tidak berhenti menulis…”
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Sleeping With Mr. Arrogant

Sleeping With Mr. Arrogant

Tapi ternyata lagi-lagi takdir mempermainkannya. Tepat di malam ketika Renata tidak bisa membendung rasa rindu dan patah hatinya pada Revan pasca mereka memutuskan berpisah, untuk pertama kalinya Renata menginjakkan kaki di sebuah kelab malam seorang diri. Renata ingin mencoba minum malam itu. Kata orang-orang, ketika mabuk, seluruh masalah yang memenuhi kepala akan menghilang begitu saja. Dan Renata merasa membutuhkan itu.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Tujuh malam pertaruhan. Dan setiap malam, Badarawuhi akan datang. Malam kedua, tarian lebih cepat. Malam ketiga, bayangan semakin banyak. Malam keempat, suara gamelan berubah menjadi jeritan samar. Ratri mulai melihat wajah-wajah di antara akar pohon. Wajah perempuan lain. Penari lain. Mereka tersenyum kosong. “Siapa mereka?” bisik Ratri.
980 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Kenikmatan Satu Malam

Kenikmatan Satu Malam

Saena sudah lupa daratan, lagi pula dia juga tidak punya pilihan lain kecuali menuruti semua keinginan Yu Silan. Yu Silan terus menggempur liang basah milik Saena sampai gadis itu merajuk dan merengek-rengek manja padanya. Yu Silan sangat puas melihat tubuh Saena berkeringat sampai baju tipis milik wanita itu basah kuyup akibat aktivitas panas yang dia suguhkan selama beberapa jam lamanya. Toh ruangan utama tersebut juga terpisah dengan ruangan lain. Ada pintu yang menghubungkan dengan ruang tengah, dan pintu itu kini tertutup sejak Abraham memberikan waktu pada mereka berdua sore tadi. Dan sekarang sudah pukul sembilan malam, Yu Silan belum ingin pulang ke rumah. Malahan dia membuat Saena t
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Mobil yang dikendarai oleh Altherr berhenti di depan klub malam Rigel. Max yang duduk di belakang mengamati nama klub malam itu dari jendela mobil. Dia bisa melihat orang-orang keluar masuk ke dalam klub malam itu. “Kamu yakin ini adalah klub malamnya, Altherr?” tanya Max masih ragu dengan tempat itu. Altherr yang duduk di belakang kemudi itu menganggukkan kepalanya. “Ini adalah satu-satunya klub malam bernama Rigel, Max. Jadi aku tidak mungkin salah. Kamu bisa melihat sendiri namanya.”
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Malam di Rumah Tanpa Nama

Malam di Rumah Tanpa Nama

Pecahan itu memantulkan bayangan samar—bukan wajah siapa pun yang ada di sana, melainkan sosok gelap dengan senyum penuh dendam. Sejak rumah itu runtuh, desa kembali terasa damai. Bima, Sinta, Arif, dan Lila berangsur-angsur pulih meski mereka tak pernah menceritakan sepenuhnya apa yang mereka alami di dalam cermin. Hanya ada satu hal yang mereka sepakati: ada sesuatu yang sangat gelap dan jahat di sana, sesuatu yang mereka tak ingin ingat. Namun, ketenangan itu hanya sementara.
843 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Surga Semalam

Surga Semalam

Ia memesan penerbangan paling awal dan terbang kembali ke Kota A di tengah malam. Ia perlu pergi ke suatu tempat yang familiar, suatu tempat yang membuatnya merasa aman—suatu tempat di mana ia bisa menyendiri dan berpikir. Setelah mendarat, tanpa sadar ia kembali ke Vila Lembah Sapphire. Sudah lewat pukul 3 pagi. Vila itu gelap gulita. Tercengang, Selina berdiri di pintu masuk cukup lama sebelum akhirnya melangkah masuk.
1052.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

sahutku getir. Kabur. Bukan menang. Dan dengan Riel yang nyaris sekarat begini, aku tidak yakin ini bisa disebut keberhasilan. Malam itu, tidurku tidak nyenyak. Setiap suara gemerisik daun atau lolongan angin di kejauhan langsung membuatku terjaga, jantung berdebar. Gambaran prajurit Umbra, sulur bayangan Vane Morwen, dan terutama, wajah kesakitan Riel terus berkelebat di benakku.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

“Kalau dunia bisa terbelah, berarti ada sesuatu yang jauh lebih besar yang mengaturnya.” Malam mulai turun lagi. Mereka beristirahat di tepi sungai yang airnya kini memantulkan dua warna, satu biru, satu keperakan. Risa duduk bersandar di batu, Liora menatap api unggun, dan Gerry tampak sibuk menatap refleksi dirinya di air. “Lucu ya,” gumam Gerry. “Kita hampir mati semalam, tapi sekarang malah duduk di sini, makan roti kering seolah nggak ada yang terjadi.”
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai renungan sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Naik Ranjang

Naik Ranjang

Naik Ranjang 🌻POV Yuda. Aku termenung sendirian di ujung tempat tidur. Duduk membungkuk tanpa gairah menatap nanar dinding kamar di hadapan. Pikiranku berkelana jauh. Teringat malam di mana aku nekat masuk ke kamar Hilma. Tanpa adab, tanpa sopa santun. Aku tahu itu salah, sangat salah. Tetapi aku tidak tahu lagi, harus memperjuangkan cintaku dengan cara apalagi.
9.8422.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.8K kali sebagai renungan sepertiga malam
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Tuti Khoiriah Hasibuan
ceritanya bagus tapi sayangnya ditengah2 cerita terlalu banyak cerita yg tidak seharusnya ditulis padahal banyak hikmah yang bisa diambil kesetiaan, kerja keras, keikhlasan dan banyak lagi pesan moralnya author law nulis adegan dikamar layagnya tidak harus sedetail itu juga,
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status