Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pelukan Dingin Tuan Muda

Pelukan Dingin Tuan Muda

Tangannya dengan lincah kembali membuat banyak goresan di lembaran yang putih bersih itu. Ketika Laiba sudah selesai dengan dunianya hampir sudah tidak ada orang di tempat itu dan memutuskan untuk pulang tapi ketika keluar butik ternyata hujan sedang turun itu tidak terlalu lebat setelah menunggu beberapa saat volume hujan sedikit lebih rendah karena Laiba dalam suasana hati yang baik tidak lagi ingin menunggu langkanya menerjang hujan kecil itu dengan langkah kecil dan ringan wanita itu melawan hujan.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 31 Times as resensi hujan tere liye
Read
+Library
PELAN PELAN SAYANG

PELAN PELAN SAYANG

“Rain, gimana?” tanya Cipta yang baru saja tiba dengan langkah tegap. Napasnya masih sedikit memburu setelah menghadiri konferensi pers yang cukup alot terkait kasus Reza, atasannya. “Ya... kalah telak. Dia nggak bisa berkutik lagi sekarang,” ucap Rain sambil tersenyum tipis, sebuah ekspresi lega yang jarang ia perlihatkan. Ia melangkah bersama Cipta menuju ruang tunggu, di mana Gendis dan Bima sudah menanti mereka.
10495.1K viewsCompletedAdded to Library 17.8K Times as resensi hujan tere liye
Show Reviews (44)
Read
+Library
Dara Tresna Anjasmara
Dear pembaca, selamat tahun baru 2026. Rain dan Gendis, bakal pamitan nih... mohon maaf kalau cerita mereka kurang menarik, ya. mohon maaf juga kalau ada komentar yang nggak dibalas. Menuju tamat, boleh DM atau isi kolom balasan request sama kita, endingnya mau seperti apapun itu, bebas.
Alan Nasution
bukannya mmbenarkan seorang pembunuh dan komplotannya bebas , tpi aneh aja klo rain brkhir di jeruji besi. ksian gndis , apalagi yg senglek cuma sikap rain balas musuhnya yg ngusik dia duluan. happy ending aja buat rain dan gendis. dan ini hnya novel , mhon pmbca jngan tiru buruknya,ambil baiknya aj
Read All Reviews
Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Bab — Retakan yang Tak Terhindarkan Sore itu, hujan turun perlahan, seperti benang-benang halus yang melayang di udara, menari di antara hembusan angin yang lembut namun dingin. Langit memantulkan warna kelabu pucat, seperti kanvas yang dipulas cat air tipis, memberi nuansa sendu pada halaman rumah Bagas dan Naila. Aroma tanah basah yang terangkat dari taman bercampur dengan wangi dedaunan yang terguyur air, menebar kesan tenang namun sarat isyarat akan badai yang mungkin datang—bukan badai di langit, melainkan di hati dua manusia yang tinggal di rumah itu.
9.313.9K viewsCompletedAdded to Library 319 Times as resensi hujan tere liye
Read
+Library
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Hidup, atau setidaknya tampak hidup. Aira terdiam, air matanya bercampur dengan hujan di wajahnya. Ia ingin berlari keluar, tapi tubuhnya tak mau bergerak. Di meja, buku catatan itu terbuka dengan sendirinya, angin memutar halamannya cepat hingga berhenti di satu kalimat terakhir yang belum ia baca sebelumnya: "Jika aku datang saat hujan, jangan keluar. Karena bukan aku yang datang padamu."
101.0K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as resensi hujan tere liye
Read
+Library
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Elhan bertanya lagi, suaranya rendah. Nayla terdiam sesaat sebelum menjawab, matanya menatap butir air yang menuruni kaca. “Kadang iya. Hujan bisa menenangkan. Tapi kadang juga bikin… sedih.” Elhan tersenyum samar. “Hujan memang selalu punya dua sisi. Sama seperti manusia.” Kalimat itu membuat Nayla terdiam cukup lama. Ada sesuatu yang misterius dalam cara Elhan berbicara—seolah dia menyembunyikan lapisan makna di balik kata-katanya.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as resensi hujan tere liye
Read
+Library
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Malam ini, tepat di malam pergantian tahun, hujan turun dengan sangat deras. Di tengah riuhnya suara hujan, Rian tiba-tiba datang mengetuk pintu rumah Kakek dan nenekku. "Lintang, cepat keluar! Hujannya turun!" Aku ditarik olehnya dan kami berlari ke teras, lalu berjalan pelan menembus gerimis yang mulai mereda. Tetesan air jatuh membasahi bumi, suasananya begitu tenang, tetapi terasa megah.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as resensi hujan tere liye
Read
+Library
Terjerat Cinta Dosen Baruku

Terjerat Cinta Dosen Baruku

tolak Leena setengah berteriak agar suaranya sampai. “Mata kamu buta? Hujan gini mana ada yang mau narik orderan!” tegas Zayn. Setelah dipikir ulang, hujannya mungkin juga akan lama. Akhirnya, dengan sisa keberanian dan tubuh yang sudah mulai menggigil, Leena berlari kecil menembus hujan dan masuk ke mobil Zayn. Begitu duduk, Leena meremas ujung bajunya, manik matanya menatap ke depan seolah tirai hujan lebih membuatnya tertarik.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as resensi hujan tere liye
Read
+Library
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Basah kuyup. Hati Juan seolah digenggam oleh tangan hangat. Sesak, nyeri, dan penuh haru hingga air matanya hampir jatuh. Dia segera menghentikan mobil. Bahkan tanpa sempat mengambil payung, dia mendorong pintu mobil dan berlari menerjang hujan dingin. Air hujan langsung membasahi seluruh tubuhnya, tetapi dia tidak peduli. Di matanya hanya ada sosok itu.
2.4K viewsCompletedAdded to Library 74 Times as resensi hujan tere liye
Read
+Library
Mabuk di Malam Hujan, Berpisah di Terik Kemarau

Mabuk di Malam Hujan, Berpisah di Terik Kemarau

Aku akan menemaninya beberapa hari untuk menenangkannya, setelah itu aku akan kembali ke sisimu. Di bawah pesan ini, hanya ada ruang kosong. Wanita itu tidak membalas. Saat dia menggulir layar ke atas, barulah terlihat deretan pesan yang padat, hampir ada setiap hari, semuanya dari Yumna. [Hari ini hujan, ingat bawa payung. Payung gagang panjang yang ada di mobilmu itu kutaruh di lemari pertama sebelah kiri lorong depan.]
3.1K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as resensi hujan tere liye
Read
+Library
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

Lichelle memegangi pipi BJ. “And I trust you.” Petir menyambar, disusul gemuruh membahana. Hujan menderas. Sangat deras. Air dari langit tercurah begitu dahsyat, membentuk rinai air yang pekat dan tebal. Seolah menutup pemandangan yang terjadi di teras, antara dua sosok remaja ketika bibir keduanya bertautan.
7.4K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as resensi hujan tere liye
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status