Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senandika

Senandika

“Suka banget ya sama hujan?” Jevan mengangguk tanpa melepaskan pandangannya. “Gue suka hujan karena dingin. Aktifitas di luar ruangan pun terpaksa berhenti, yah hitung-hitung dapet istirahat tambahan. Selain itu gue juga gak perlu kemana-mana kalau hujan, gue bisa nolak ajakan temen-temen dengan alasan hujan. Lagian di novel, drama, atau film hujan dianggap romantis kan?” “Tergantung genre. Kalau thriller, horror, crime mah jadinya serem,” Shera sedikit tidak setuju walau apa yang dikatan Jevan tentang hujan itu benar.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai resensi hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Ia membutuhkan terapi sabar supaya kedua langkahnya bisa dipijakkan kembali. "Akhtar, Tuhan ingin memelukmu." Kata Pak Bagas perlahan, amat lembut, hingga suaranya membuat neon kamar redup. Keikhlasan batin Pak Bagas menerima takdir terserap rintik-rintik hujan. Hujan mendatangkan kegelisahan, menjelmakan pedih bagi burung-burung yang belum pulang ke sangkar. Hujan membawa getir jika kawannya diajak bertandang, guntur, badai, dan banjir bandang. Basahnya membekukan kehangatan senyum pedagang kaki lima. Percikannya di jejalanan adalah bunga air yang menciptakan benih kesuburan. Ya, hujan memang mendatangkan gelisah, namun juga menegakkan layunya makhluk hidup. Ada kesegaran yang dirindukan ge
105.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai resensi hujan tere liye
Baca
+Pustaka
UNFINISHED PAST

UNFINISHED PAST

BAB 1 | Hari Pertama Chaira Kuliah Hujan Ada yang berbeda dengan hujan kali ini.. Cara langit menumpahkan air, di mataku tampak tak biasa. Kadang dengan lembut mereka turun, lalu bertambah kian deras. Ah, bukankah hanya air yang datang secara bersamaan? Mengapa aku merasa terusik? Rupanya, hujan kali ini hadir diringi kenangan.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai resensi hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda

pesan dari Author untuk Doni dan Novita. *INI BENERAN TAMAT* *THE END* TERIMA KASIH BANYAK YANG SUDAH MENDUKUNG AUTHOR YAH, SUKSES SELALU UNTUK KALIAN. MAAF JIKA ADA PENULISAN, KATA YANG SALAH ATAU TYPO. INI NOVEL PERTAMA AUTHOR, TERIMA KASIH BANYAK.😊😊🙏🙏
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai resensi hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Hasrat Wanita Kedua

Hasrat Wanita Kedua

Rey tertawa kecil, lalu berbalik meninggalkannya. Selesai membereskan dokumen, Lula melangkah keluar. Hujan gerimis yang sempat turun sudah reda. Langit yang tadinya mendung perlahan mulai cerah. Udara terasa lebih sejuk, seolah ikut merayakan keberhasilannya hari ini. Di perjalanan pulang, ponselnya bergetar. Pesan dari Rey. “Kerja bagus hari ini. Tapi jangan lupa… saya masih tunggu resep rendangnya.”
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai resensi hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Gadis Nakal Tawanan Mafia

Gadis Nakal Tawanan Mafia

Jessy menguatkan hatinya agar tak luluh pada perhatian kecil yang Terry berikan. "Saya tak melihat ke arah anda. Tolong jangan salah paham," Kilah Jessy dengan lihai seraya memusatkan perhatiannya pada jendela. Gadis itu baru sadar jika diluar saat ini tengah hujan deras, diikuti angin yang begitu kencang serta embun yang tercipta di jendela. Pantas saja suhu udara yang saat ini sang gadis rasakan begitu dingin.
9.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai resensi hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Mantan Terindah

Mantan Terindah

tanya Damar pada Mira. "Apa saja boleh, orange jus aja deh! Sepertinya lebih segar, maklum cuacanya panas dan ingin minum yang segar segar," jawab Mira, dan tak lupa senyum manis menghiasi bibir wanita cantik itu. Damar setuju, lalu memanggil pelayan dan memesan apa yang Mira inginkan. Tak lama minuman yang dipesan Mirapun datang, wanita itu menyeruput sedikit jus orange dalam gelas besar itu.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai resensi hujan tere liye
Baca
+Pustaka
TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM

TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM

Tes … Tes … Tes … Tetes demi tetes rintik hujan mulai turun membasahi bumi. Langit malam yang awalnya cerah terang benderang sinar rembulan, tiba-tiba saja berubah diselimuti awan mending yang berwarna hitam pekat. Tentu saja, tetes air hujan yang menyentuh tubuh Qiao Zhi Jing seketika membangunkannya dari lelapnya. Meskipun Qiao Zhi Jing telah menutupi kendi air itu dengan penutup papan kayu, tetapi air hujan tetap berhasil menembus celan papan. Reflek Qiao Zhi Jing membuka netranya seraya menyentuh pipinya yang basah karena tetesan air hujan. “Hujan? Apa lagi ini? Aisshh … .” Suasana hati Qiao Zhi Jing sangat kesal. Terlalu banyak hal yang menimpanya. Ia sangat frustasi.
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 471 kali sebagai resensi hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah dengan Mantan Kakak Ipar

Terpaksa Menikah dengan Mantan Kakak Ipar

Lima Tahun Kemudian Disti menatap butiran hujan yang jatuh di balik kaca jendela kamarnya. Derai hujan itu terasa menenangkan, membawanya ke dalam keheningan yang hampir mistis. Senyuman kecil terukir di wajahnya, meski ia sendiri tidak tahu apa yang membuatnya tersenyum. Mungkin itu hanya caranya untuk menerima kehadiran hujan, dengan senyuman. Tapi, sekelebat kenangan masa lalu kembali menyelusup, menariknya ke lorong waktu yang sudah lama ia coba tinggalkan. Senyumnya pun pudar, berganti dengan ekspresi sedih. Ia menelan ludah, terasa berat, dan meskipun matanya tertuju pada hujan di luar, pikirannya sedang berkelana ke tempat lain, tempat di mana separuh hatinya masih tertinggal.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai resensi hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Rio. Rio: “Jangan terlalu percaya sama Reza. Hati-hati, Anya.” Dada Anya mencelos. Di luar, suara hujan mulai turun, membasahi jendela kaca apartemen. Ada perasaan aneh yang merayapi dirinya, perasaan bahwa sesuatu akan terjadi. Dan ia tak yakin, apakah ia siap menghadapinya atau tidak. ___ Hujan masih turun deras di luar jendela saat Reza masuk ke apartemen Anya. Jaketnya sedikit basah, rambutnya berantakan, tetapi tatapannya tetap tajam seperti biasa.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai resensi hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status