Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
YANG TAK KASAT MATA

YANG TAK KASAT MATA

Firman yang baru datang menatap Dara dengan aneh. “Kenapa Dara?” Tanya Firman. “Tidak apa-apa, Kak.” Jawab Dara sambil membenarkan duduknya. Firman memanggil waiter untuk memesan minuman kemudian melanjukan bicaranya. “Begini Dara, ini tentang novel Dua Hujan itu. Karena kau tidak ikut dalam persiapannya maka kau pasti tidak tahu apa isinya.” Jelas Firman pada Dara. Dara hanya menatap Firman, menunggu inti dari pembicaraan Firman.
104.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 117 Beses bilang resensi novel hujan
Read
+Library
Di Balik Hujan

Di Balik Hujan

“Yah sudah, tunggu apalagi? Ayo kita … mandi hujaaan ….” Saat itu, pertama kalinya aku keluar dari rumah dan merasakan, bagaimana rasanya, ditimpa air yang jatuh dari langit dengan jumlah yang sangat banyak. Begitulah yang tergambar di benakku, ketika pertama kalinya melihat hujan. Pikirku, rasanya akan terasa sakit. Tapi? Hmm … dingin? Basah? Ya, rasanya aneh, tapi seru, hahaha. ***
108.0K viewsOn holdIdinagdag sa Library 176 Beses bilang resensi novel hujan
Read
+Library
Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku

Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku

"Saya sudah membaca ulang esai yang kamu kumpulkan," buka Pak Dewa, sepasang netra tajamnya kini mengunci tatapan Ivy. "Analisis kamu tentang tokoh novel yang mengalami depresi akibat memori traumatis masa lalu... di luar ekspektasi saya. Penggambaran mu terlalu detail, terlalu emosional. Kamu seperti tidak sedang membedah karakter fiksi, melainkan seperti sedang menuliskan apa yang dialami oleh dirimu sendiri."
101.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 25 Beses bilang resensi novel hujan
Read
+Library
Jangan Baca Novel Ini!

Jangan Baca Novel Ini!

"Selain ingin membunuh pria itu, saya juga punya keinginan gila untuk menyeret wanitanya pulang ke rumah sekarang juga. Saya ingin mengurung dia di dalam kamar yang tidak memiliki jendela dan pintu keluar. Saya ingin memastikan bahwa hanya mata saya yang boleh melihat keindahan tubuhnya dan senyum manisnya." Aku mengetik setiap kata dengan perasaan campur aduk antara takut dan takjub akan imajinasinya. Kalimat-kalimat ini memang emas bagi perkembangan plot novelku yang selama ini terasa datar dan kurang emosi. Emosi yang Argan sampaikan terasa sangat gelap, jenis emosi yang dicari oleh pembaca novel dewasa. "Bapak beneran mikir kayak gitu tadi pas lihat saya sama Mas Vickry di kafe?"
825.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 980 Beses bilang resensi novel hujan
Read
+Library
Saat Kau Ambil Suamiku, CEO Itu Jadi Milikku

Saat Kau Ambil Suamiku, CEO Itu Jadi Milikku

Musim hujan datang tanpa banyak peringatan. Awalnya cuma gerimis lembut yang membasahi jalan, lalu berubah jadi rintik-rintik yang menetap, mengetuk jendela dengan ritme tenang. Buat kami, hujan bukan sekadar cuaca. Ia seperti bab baru—bukan yang menutup, tapi yang menyembuhkan. Surya menemukan kesenangan aneh dari suara hujan. Sore itu, dia duduk di dekat jendela, dagunya bertumpu di lutut, dahinya menempel di kaca dingin.
10834 viewsOngoingIdinagdag sa Library 22 Beses bilang resensi novel hujan
Read
+Library
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

Bau jahe hangat dari termos Rian naik ke hidung, bercampur susu bayi dari botol steril di meja samping, bau antiseptik dingin dari lorong, dan bau hujan yang baru saja lahir. Inner monologue Naya: Hujan ini sama seperti malam aku tahu aku hamil. Tapi sekarang ada Baby Rain. Ada Mama yang jalan lagi. Ada Lara yang takut kehilangan. Ada Rian yang tak pernah lepas tangan. Hujan ini bukan akhir. Ini permulaan. “Ma… kamu jalan lagi,” Naya air mata jatuh ke sprei putih, suara getar seperti nada minor yang menunggu resolusi.
798 viewsOngoingIdinagdag sa Library 27 Beses bilang resensi novel hujan
Read
+Library
Masuk Ke Novel: Mengubah Takdir Sang Suami

Masuk Ke Novel: Mengubah Takdir Sang Suami

Tangannya terulur, menyentuh seprai sutra dingin yang terasa sangat mewah di kulitnya. "Apa aku bermimpi?" gumamnya, suaranya terdengar serak dan asing di telinganya sendiri. Ini bukan kamarnya. Bukan apartemennya. Bukan bahkan kamarnya di rumah orang tuanya. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Ia ingat begadang, menyelesaikan bab terakhir dari novel terbarunya, 'Kisah Sang Istri Patuh'.
1.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 49 Beses bilang resensi novel hujan
Read
+Library
Bukan Sekadar Kakak Tiri

Bukan Sekadar Kakak Tiri

Hujan sore masih membasahi jalanan kota ketika Suzy melangkah keluar dari toko buku tua di pojok Jalan Melati. Tangannya menggenggam satu kantong plastik berisi novel klasik yang sejak lama ingin ia baca. Langit mendung membuat udara terasa lebih lembab dan basah seolah menyimpan firasat akan sesuatu. Dia tak menyangka bahwa hari yang tampak biasa itu akan mengubah cara pandangnya terhadap Ardian. Dan terhadap dirinya sendiri.
786 viewsOngoingIdinagdag sa Library 18 Beses bilang resensi novel hujan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status