Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

Satu kata mengalir dari mulut Bee, begitu lemah bagaikan suara angin. Satu kata yang sangat Akbi benci bila Bee yang mengatakannya. “Kenapa hujan-hujanan?” Akbi bertanya dengan nada rendah, tidak seperti di dalam resto tadi. Tangannya mulai membuka sleting jaket Bee perlahan. “Aku ... aku suka ... hujan,” jawab Bee cepat. Ia tidak akan mempertaruhkan nasibnya melawan Akbi dengan tidak menjawab pertanyaan lelaki itu meskipun hatinya sakit dan kesal.
1054.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai resensi novel hujan
Baca
+Pustaka
Carinya Daddy Dapetnya Baby

Carinya Daddy Dapetnya Baby

“Mungkin Waktu Yang Menjadi Obat. Ini novel, Kak? Gita mengangguk. “Iya, itu novel. Kisahnya tentang seorang anak yang sedang mencari jati dirinya. Di sana dia bertemu dengan kehilangan, pertemuan, perpisahan, canda tawa, pokoknya bagus. Tapi emang lebih ke banyak sedihnya. Makanya gua rekomendasiin. Gua suka banget sama penggambarannya. Bahkan waktu gua baca ulang dari masa mau terbit sampe udah terbit gini, gua nggak pernah nggak nangis. Meskipun nggak kejer kaya waktu pertama kali baca.”
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai resensi novel hujan
Baca
+Pustaka
Jangan Bungkam Suaraku!

Jangan Bungkam Suaraku!

Foto itu memperlihatkan dirinya yang sedang tersenyum lebar di bawah cahaya yang indah. “Ini...” gumam Alice Hari ini. Hujan terus turun derasa seperti hari kemarin. Alice yang sedang berada di dalam rumahnya itu merasa kedinginan di waktu yang bersamaan. Dirinya sekarang sedang memandangi hujan di balik jendela kamarnya. Dengan tatapan yang melihat semuanya seolah sedang tidak baik-baik saja. Saat ini, dirinya merasakan perasaan yang sama seperti dahulu. Alice terus memandangi ke arah jendela sampai pada akhirnya dirinya memutuskan untuk melanjutakan membaca bukunya. Di bawah suara hujan yang menggema, dirinya membaca buku yang berjudul “Perjuangan Wanita” di dalam buku tersebut berisikan p
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai resensi novel hujan
Baca
+Pustaka
Rain

Rain

Namun, kejadian malam itu merubah hidupnya. Hujan menyadarkan Rain dari lamunan. Dia tidak menyukai hujan, apa pun alasannya Rain membenci tetes air yang turun dari langit. Baginya, hujan hanya membawa kenangan menyakitkan tentang hidupnya yang jauh dari kata bahagia. Namun, hari itu Rain tidak terlalu membenci hujan. Dia berjalan di bawah guyuran hujan sambil menyeret kopernya. Tubuhnya menggigil, tapi dia enggan berteduh karena hujan mampu menghapus semua lukanya.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai resensi novel hujan
Baca
+Pustaka
MENARI BERSAMA HUJAN

MENARI BERSAMA HUJAN

Rintik hujan menemani perjalanan Al menuju kantor nya, Sejenak ia memikirkan Rindiani di Surabaya tapi buru buru ia tepis pikiran itu karena tidak ingin terbebani kembali dengan perasaan yang sampai saat ini membuat nya sulit untuk jatuh cinta Pagi ini bersama rintik hujan yang kian deras, Mobil Audi R8 berwarna silver yang di kendarai oleh Al telah sampai di Perusahaan yang ia pimpin selama ini
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai resensi novel hujan
Baca
+Pustaka
Menjadi Pelakor Suami Sendiri

Menjadi Pelakor Suami Sendiri

ujar Rere lalu memberikan novelnya pada Ares. Ares menerima novelnya. Perlahan, ia mulai membacanya kalimat demi kalimat yang tersusun secara rapi. Entah kenapa rasa sesak mulai melingkupi dadanya. Padahal Ares mulai membaca dari 2 bab terakhir. Seharusnya kesan bahagia sudah terlihat, tetapi apa yang ia baca justru sebaliknya. Seakan puncak ceritanya baru saja dimulai.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 424 kali sebagai resensi novel hujan
Baca
+Pustaka
Became a Villainess?

Became a Villainess?

Berbahagialah kau kembali bersatu dengan tanah, dasar buku durjana! Akhirnya setelah memantapkan hati aku membakar novel itu sampai jadi abu, tapi belum ku kubur karena diluar rumah sedang hujan lumayan deras. Karena emosi mentalku sudah terkuras habis, aku memilih untuk tiduran saja sambil menunggu hujan reda.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai resensi novel hujan
Baca
+Pustaka
Agnia dan Cermin Pecah

Agnia dan Cermin Pecah

“Aku tidak bisa tidur, Sarah. Aku takut jika terlelap, mereka akan mengambil alih tubuhku. Mereka akan menulis cerita mereka sendiri lewat tanganku. Dan aku tak akan sanggup menghentikannya.” Sarah memeluknya. Ivan terdiam. Angin pagi berhembus, menggugurkan daun trembesi kering di sekitar mereka. “Sarah,” bisik Ivan setelah hening yang panjang. “Hmm?” “Kau ingat novel pertamaku?” Sarah mengangguk. “Cinta di Bawah Hujan. Tujuh tahun lalu. Langsung laris.”
751 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai resensi novel hujan
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Hidup, atau setidaknya tampak hidup. Aira terdiam, air matanya bercampur dengan hujan di wajahnya. Ia ingin berlari keluar, tapi tubuhnya tak mau bergerak. Di meja, buku catatan itu terbuka dengan sendirinya, angin memutar halamannya cepat hingga berhenti di satu kalimat terakhir yang belum ia baca sebelumnya: "Jika aku datang saat hujan, jangan keluar. Karena bukan aku yang datang padamu."
10995 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai resensi novel hujan
Baca
+Pustaka
The Baby (INDONESIA)

The Baby (INDONESIA)

Setelah seharian tulangnya di buat remuk karena habis mengepel lantai rumah tingkat tiga milik Sehun, kini Resya kembali menyiksa dirinya lagi. "Hujan." gumam Resya melihat rintik air hujan yang turun membasahi bumi. Senyum Resya terbentang lebar, Resya menyukai hawa dingin ketika hujan, karena itu akan membuat sedikit perasaan nya membaik.
9.7162.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai resensi novel hujan
Tampilkan Ulasan (81)
Baca
+Pustaka
ww afts
B.A.G.U.S B.A.N.G.E.T C.E.R.I.T.A.N.Y.A💐😊 Rekomondasi cerita terbaik ini, seru apalagi sedihnya kerasa bgt, nyampe ke readers, alurnya ringan ngg terlalu berat tp sekali baca siap² tisu berlembar². Pling keren authornya bisa buat cerita sebagus ini, cerita yg lainpun ngg kalah bagus pake banget💓
Aidasatri Yudianti
Bagus ceritany , meskipun awal ceritany "menyeramkan" penuh dgn kekerasan, bully membully tapi banyk yg bisa diambil dr sebab akibat dr cerita ini ... ceritany jg tdk bertele²n tdk bulet jempol buat kk Authorny
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status