Ibuku Bukan Wanita Biasa
Dengan senyum getir, Riana mendongak, menatap ibu mertuanya dengan sendu, menggelangkan kepala sebagai jawaban.
"Maaf, bu. Hasilnya masih negatif." lirih Riana, menunduk.
Senyum yang sedari tadi Rita pasang memudar, berubah menjadi pandangan datar.
"Terus selama ini kamu ngapain aja? Katanya ikut program hamil. Mana, sampai sekarang gak ada hasilnya." Rita berujar sarkas.
"Belum rejekinya, bu. Lagipula kami hanya berusaha, hasilnya bukan kami yang tentukan." sahut Gean, merangkul bahu Riana, mengusapnya pelan.