Sepupu dari Kampung
Bila kelak Riri menikah, dia harus melayani suaminya dengan baik, menghormatinya dan menurut apa katanya ~dalam kebaikan tentunya~
"Garwa iku sigarane nyawa, Nduk ..."
Begitu yang pernah dikatakan neneknya. Riri mengingat selalu ungkapan dalam bahasa ibunya itu. "Suami itu separuh nafas" begitu artinya. Meski tidak sempurna, Riri sedikit bisa mencerna arti ungkapan itu.
"Kalau separuh nafas itu putus, rasanya setengah mati"
Hhhhh! Bagai tersadar dari mimpi buruk, Riri bangkit dari tempat tidur, dia duduk di tepi ranjang. Nafasnya memburu. "Aku harus meneleponnya!"