Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di mana Rindu ini Kutitipkan

Di mana Rindu ini Kutitipkan

“Aku kangen,” ujarmu di tengah percakapan kita. “Kau sudah menemukan kekasih baru ya?” Tanyaku. “Belum,” ia menjawab dengan singkat, “Aku merindukan ibu.” “Pulanglah, kunjungilah pusaranya. Tumpahkan rindumu di sana. Ceritakan segala kisah yang telah alpa dari pengelihatannya. Setidaknya dengan begitu kaubisa mengobati kerinduanmu Za.”
103.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 120 Beses bilang rindu mamah
Read
+Library
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Memang tak harus memiliki Itulah yang membuatku Berusaha melupakanmu Tapi rasa rindu ini Bagaimana caraku untuk bisa menghilangkannya? Akankah hati ini terus tersiksa Pada rindu yang tak bertepi? Yang membuat air mata ini jatuh. *** "Tentang rindu yang terpendam" Dibawah sebuah pohon yang teduh Beralaskan rerumputan hijau Hiasan air mata yang menetes Dan suara hati yang menangis
102.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 60 Beses bilang rindu mamah
Read
+Library
Preman jatuh cinta

Preman jatuh cinta

Dia lekas menuju kesana. "Disininya rupanya Mamak? dipanggilin dari tadi bukannya nyahut" Rendi mendumel bak anak kecil. Mamanya Rendi, Ibu Fatma merasa terkejut melihat Rendi berada di rumah jam segini. Dia berdiri menghampiri Rendi, lalu menempelkan tangannya di kening Rendi. "Nggak panas,"gumam Bu Fatma.
107.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 262 Beses bilang rindu mamah
Read
+Library
Merindu Suamimu

Merindu Suamimu

dustaku sambil mengangkat ponsel yang memang sudah mati sejak tadi. “Ayo makan malam dulu, jangan langsung sibuk kerja. Mama dari tadi sendirian nungguin kamu,” titah perempuan paruh baya idolaku ini. Iya, mama memang menjadi sosok idolaku, di luar ranah seringnya kami adu pendapat atau lomba siapa yang paling berisik di rumah. “Sendirian?” ulangku langsung di angguki mama. “Mas Hanif udah balik?”
102.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 65 Beses bilang rindu mamah
Read
+Library
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

Namun langkah mereka terhenti saat mendengar suara wanita yang memanggil Auorora dari kejauhan. Ganindira melihat seorang wanita cantik menuju kearahnya. Aurora yang namanya dipanggil melepaskan genggaman tangannya pada Ganindira dan berlari kearah wanita tersebut sambil berkata mama. Mereka berpelukan dan wanita itu terlihat sedang memeriksa tubuh Aurora. Dari pengamatan Ganindira wanita itu adalah mama Aurora. Dengan pelan, Ganindira melangkahkan kakinya dengan Ganesha yang merangkul pinggangnya erat kearah Aurora dan mamanya yang berdiri sambil menatapi mereka.
3.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 99 Beses bilang rindu mamah
Read
+Library
JIKA CINTA INI SALAH

JIKA CINTA INI SALAH

Dilihatnya Mamanya yang menelpon. “Assalamuaalaikum, Ma.” “Waalaikumussalam. Bagaimana keadaanmu? Kamu bahagia dengan Rendra?" Gayatri tersipu. Untunglah mamanya kini tak di hadapannya hinggah dia tak mengetahui perubahan wajahnya. “Memangnya kenapa, Ma?” “Dari suaramu, mama bisa menerka kamu lagi bahagia, kan?”
1015.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 524 Beses bilang rindu mamah
Read
+Library
My Destiny

My Destiny

“Pa, Ma?” Rendy mendekat ke arah kedua orang tuanya. Ia mencium punggung tangan keduanya sebelum duduk di hadapan mereka. Rendy mengernyitkan dahinya ketika mendapati raut wajah Sang Mama yang tampak sendu. “Mama kenapa?” Tanya Rendy lembut. “R-Ren ...?”Ningrum terisak sebelum mengutarakan pertanyaannya.
9.918.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 398 Beses bilang rindu mamah
Read
+Library
Setelah Bapak Tiada

Setelah Bapak Tiada

Lalu, Mama Jonathan juga mendekat. "Hallo, Rindu. Saya mamanya Jo, salam kenal, semangat pulih, ya." Beliau mengusap jemariku lembut. "Salam kenal kembali, Tante. Maaf Rindu tidak bisa duduk," jawabku tersenyum menyambut keduanya. "Alhamdulillah, sudah jauh lebih baik dari kemarin-kemarin, Om." Aku beralih pada Papa Jonathan.
1037.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.3K Beses bilang rindu mamah
Read
+Library
Rindu yang Membunuh

Rindu yang Membunuh

Lebih lirih “Ay…” Panggilan itu… nada itu, itu panggilan sayang Adrian dulu padanya, Ayla sempat tertegun mendengar itu, ia menatap mata Adrian sayu, emosinya bercampur seolah memori kebersamaan mereka dipanggil ke momen itu, begitu juga Adrian. Adrian kembali meraup bibir Ayla dengan bibirnya, kali ini bukan kasar, kali ini lebih lembut, lebih… rindu.
684 viewsOngoingIdinagdag sa Library 25 Beses bilang rindu mamah
Read
+Library
Sekuntum Rindu

Sekuntum Rindu

Air mata Nayla hampir saja menetes. "Malu kenapa Nay?" "Malu lah, dilihatin banyak orang" "Malu? Kenapa makan pun harus malu, kan ini bukan bulan Ramadhan." Hah..makan? Nayla baru tersadar dari lamunannya. Bayangan Zaid dan Nando hilang entah kemana. Muncul wajah Anita, Rena dan Fifi yang tersenyum manis. Wajah Fifi nampak bulat berseri. 'Jauhnya aku melamun', bisik hati Nayla. "Eh, kapan kamu sampai?" tegur Nayla dengan lembut. Fifi yang mudah tertawa itu pun langsung terpingkal sembari membetulkan kerudung yang ia pakai. Dalam pertemanan empat sekawan tersebut, hanya Fifi yang sudah menikah mendahului ketiga sahabatnya. Dan sekarang tengah mengandung anak pertamanya. "Ya Tuhan, mamah muda
102.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 67 Beses bilang rindu mamah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status