Satu Malam di Atas Ranjang Panas Tuan Billionaire
Prok, prok.
Suara high heelsnya beradu dengan licinnya lantai marmer, menimbulkan suara ketukan yang begitu khas dan anggun di telinga, terlebih ketika melihat betapa gemulainya si pemilik langkah dalam menapakkan kaki beralaskan high heels tersebut. Kedua mata Kinara terus mencari-cari dimana letak kamar 2305 itu berada. Sampai akhirnya langkahnya terhenti di depan pintu sebuah kamar yang tampaknya begitu lengang di dalam sana, karena tak terdengar suara apapun. Berbeda dengan kamar-kamar lain yang sayup-sayup terdengar suara desahan, hingga membuat bulu kuduk Kinara meremang.
"Nah, ini dia," gumam Kinara dengan senyum manis tersungging di bibirnya, ketika ia sudah berada tepat di depan kam