Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rantai Gen Mekanik

Rantai Gen Mekanik

Nomor kamarnya adalah 217. Neo membuka pintu, dan bagian dalamnya terlihat jelas sekilas. Tidak ada jendela, dan cahaya masuk dari pintu. Ruangan itu sangat kecil dan kosong, bahkan tidak ada tempat tidur, apalagi kursi. "Kak, kenapa tidak ada tempat tidur? Di mana Amon tidur?" Amon masuk ke ruangan dengan ransel mekanis besar di punggungnya, melihat ke kiri dan ke kanan, dan mengerutkan kening.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as room 23
Read
+Library
The Devil CEO

The Devil CEO

Setelah membaca kartu itu sebentar, ia pun tersenyum. “Ada di lantai lima kamar nomor tiga puluh dua. Karena ruangan pasien ini merupakan ruangan VIP, jadi kama harap kesediaannya untuk tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan di sana,” ucap wanita itu. “Terima kasih.” Wanita berjaket hitam langsung berjalan menuju lift dan pergi ke lantai lima rumah sakit itu. Ia mengetuk-ngetuk kacamatanya di lengannya dan bersenandung ria.
1014.5K viewsCompletedAdded to Library 332 Times as room 23
Read
+Library
Bintang Kesayangan CEO Tampan

Bintang Kesayangan CEO Tampan

"Dewi Thea, ruangan berapa, ya?" Perawat yang berjaga menatap layar komputernya. "Tunggu sebentar, Pak…" Gallen menyeka telapak tangannya yang berkeringat ke celana. Ini bukan kunjungan biasa. Ini bisa jadi awal dari jawaban panjang yang belum selesai. "Ruangan 305, lantai tiga, sayap timur," ujar perawat setelah beberapa saat. Gallen mengangguk, berterima kasih, dan segera menuju lift.
102.1K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as room 23
Read
+Library
Pernikahan Kontrak Sang Pewaris

Pernikahan Kontrak Sang Pewaris

Resepsionis mengenal Jerry, dan hanya dengan menyebut namanya, ia diantar menuju unit di lantai 23. Pintu terbuka dengan bunyi klik halus ruangan putih bersih menyambutnya. Interior modern, lampu lembut, dan aroma kayu baru. Tidak ada foto. Tidak ada kenangan. Hanya ruang kosong yang tenang. Dan mungkin itu yang paling ia butuhkan malam ini. Lea melangkah pelan ke dalam, menatap sekeliling. Kamar tidur luas dengan sprei putih rapi. Balkon kecil dengan pemandangan lampu kota yang berkilauan. Ia membuka pintu kaca dan membiarkan angin malam menerpa wajahnya.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 21 Times as room 23
Read
+Library
THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY

THE RIFTER: BOOK 1 CHILD OF THE PROPHECY

ucapnya sembari menarik tangan Ryo. Ryo kebingungan, "Kemana? Ada apa sebenarnya?" "Ikut saja, ayo," paksanya. Mereka berdua berjalan dengan cepat melalui koridor ruangan seperti labirin ini, dan tibalah mereka di ruangan paling ujung di lantai 3. Hanya ada satu warna di dalam ruangan itu; Putih, dari lantai marmer,semua perabotan, kasur, sprei semuanya serba putih.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 173 Times as room 23
Read
+Library
PELUKAN PANAS SANG PRESDIR

PELUKAN PANAS SANG PRESDIR

“Di kamar yang mana?” “Lantai dua, ruang perawatan VIP nomor 207,” jawab perawat itu ramah. Tanpa menunggu lebih lama, Marven melangkah cepat menyusuri lorong rumah sakit. Langkahnya panjang-panjang, penuh ketegangan dan harapan. Sesampainya di depan kamar, ia menarik napas panjang sebelum membuka pintu perlahan. Di dalam ruangan yang tenang itu, Naina terbaring lemah dengan wajah pucat tapi tetap cantik, tertidur dengan alat bantu infus di tangan dan selimut putih menutupi tubuhnya.
8.529.4K viewsCompletedAdded to Library 941 Times as room 23
Read
+Library
The Sugar Baby of Uncle Blue

The Sugar Baby of Uncle Blue

Emely melirik sekilas ke arah Blue yang berdiri di sampingnya dengan sikap santai tetapi tetap memancarkan aura dominan. Ketika lift berhenti di lantai 23, pintunya terbuka dengan lembut, memperlihatkan koridor mewah yang berkarpet tebal dengan pencahayaan hangat. Mereka melangkah ke luar dan Emely memimpin menuju pintu unit apartemennya. Nomor 2307 terukir jelas di papan kecil yang terpasang di pintu kayu berwarna gelap. Emely mengeluarkan kartu akses dari tas kecilnya, menempelkannya di panel pintu. Terdengar bunyi ‘klik’, menandakan pintu telah terbuka. “Masuklah,” ujar Emely singkat sambil melangkah masuk.
1053.1K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as room 23
Read
+Library
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

Irma berjalan mengikutinya. Kamar nomor 631 sangat cocok untuk dua orang. Ac bertengger di dinding atas. Televisi besar menetap didepan ranjang. Almari kayu mengkilap kecokelatan terpasang di sebelah ranjang. Robet duduk diranjang menghela napas.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 175 Times as room 23
Read
+Library
Takdir Istri Pengganti

Takdir Istri Pengganti

Sementara di lantai atas hanya ada satu kamar. Risa masuk ke dalam lift lalu memencet angka 27 yang akan mengantarnya ke tempat tujuan. Sampai di lantai 27, ia keluar dari lift dan berjalan ke unit nomor 203. Setelah memencet bel, Risa menunggu seseorang untuk membukakan pintu. Clek! Suara knop pintu ditarik dari dalam oleh seseorang. Begitu pintu terbuka, Mia tersenyum sumringah melihat majikannya.
3.2K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as room 23
Read
+Library
Satu Malam di Atas Ranjang Panas Tuan Billionaire

Satu Malam di Atas Ranjang Panas Tuan Billionaire

Prok, prok. Suara high heelsnya beradu dengan licinnya lantai marmer, menimbulkan suara ketukan yang begitu khas dan anggun di telinga, terlebih ketika melihat betapa gemulainya si pemilik langkah dalam menapakkan kaki beralaskan high heels tersebut. Kedua mata Kinara terus mencari-cari dimana letak kamar 2305 itu berada. Sampai akhirnya langkahnya terhenti di depan pintu sebuah kamar yang tampaknya begitu lengang di dalam sana, karena tak terdengar suara apapun. Berbeda dengan kamar-kamar lain yang sayup-sayup terdengar suara desahan, hingga membuat bulu kuduk Kinara meremang. "Nah, ini dia," gumam Kinara dengan senyum manis tersungging di bibirnya, ketika ia sudah berada tepat di depan kam
103.5K viewsCompletedAdded to Library 121 Times as room 23
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status