Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MISTERI GADIS KEMBAR

MISTERI GADIS KEMBAR

ujar gadis bernama Sofie itu. “Hanya ini yang tersisa,” sahut Dahlia singkat. “Sepertinya, kamu tidak suka dengan kamar ini,” tukas Sofie. “Bukan tidak suka kamarnya. Aku ... tidak suka dengan angka 23,” lirih Dahlia. “Kenapa?” tanya Sofie penasaran.
9.914.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 545 kali sebagai room 23
Baca
+Pustaka
SUMPAH PELAKOR

SUMPAH PELAKOR

Resepsionis tak banyak bicara, hanya menyerahkan kunci kamar setelah Efendi menunjukkan bukti pembayaran. Kamar 308 berukuran sedang. Dindingnya berwarna krem, dengan satu meja makan kecil di sudut dan jendela yang menghadap ke taman belakang. Tidak ada kamera, tidak ada penjaga. Suasana aman terkendali.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai room 23
Baca
+Pustaka
Kembang Desa Milik Polisi Tampan

Kembang Desa Milik Polisi Tampan

Ia lagi-lagi bertanya karena aku hanya diam. Aku juga tidak tahu ini dirawat di mana. “Mbak, ini ruang apa, ya?” Aku bertanya pada perawat yang tengah menunggu ponselnya itu. “Ruang Bougenville kamar nomor 3B.” Ia menjawab. Aku mengulang kalimat yang ia katakan pada Febby. “Bentar, aku catat dulu biar gak lupa.” Febby kembali mengulang kalimat yang ia dengar.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 372 kali sebagai room 23
Baca
+Pustaka
Dicintai CEO Psikopat

Dicintai CEO Psikopat

Aku dan Jimmy kembali masuk ke dalam lift dan Jimmy menekan tombol 2 dalam artian mungkin kamarku ada di lantai 2. Tibalah aku di sebuah tempat dimana disitu terdapat 3 ruangan. Dimana kamarku ada di sebelah kiri dan Jimmy mengatakan jika yang di sebelah kanan itu adalah kamar tuannya. Lalu ada 1 lagi ruangan yang ada di seberang kamar nya si Brengsek itu, tapi Jimmy tidak memberitahuku itu tempat apa, Jimmy hanya mengatakan bahwa aku dilarang memasuki ruangan itu tanpa persetujuan dari tuan nya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai room 23
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam Papa Tiriku

Hasrat Terpendam Papa Tiriku

Begitu sampai di lantai dua puluh, mereka menuju kamar 201. Saat pintu kamar terbuka, Olivia terdiam. Ruangan luas dengan jendela kaca besar menghadap pemandangan kota Jakarta. Tempat tidur king size tertata rapi, sofa empuk di sudut ruangan, dan meja kecil dengan buah segar serta sebotol sparkling water di atasnya. “Ris…” Olivia menggeleng pelan. “Ini kebanyakan.” Mariska melempar tasnya ke sofa. “Nggak ada yang kebanyakan buat sahabat gue. Ayo, kita langsung treatment. Gue udah pegel banget perjalanan panjang.”
10102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai room 23
Baca
+Pustaka
Two Sides Of The Same Coin

Two Sides Of The Same Coin

Dan si resepsionis mengarahkan mereka untuk ke ruangan 203 di lantai tiga, ruangan yang berada di lorong paling tengah, di sebelah kanan. Kanna dan Ryota kembali berjalan cepat menuju ruangan itu. Dalam pikiran mereka, hanya ada satu kalimat 'semoga Junko tidak mengalami kecelakaan yang parah'. Seorang Dokter baru saja keluar dari ruangan 203. Kanna langsung menghampirinya dan bertanya, "Sensei, apakah disini ada pasien dengan nama Nakamura Junko?" "Ah, benar. Dia baru saja sadarkan diri. Kalian siapa?"
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai room 23
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

“Ada yang bisa saya bantu? Saya adalah pemilik restoran ini.” Billy menoleh. “Ya. Saya punya janji dengan beberapa teman di restoran milik anda, tapi saya lupa menanyakan nomor ruangan mereka.” Mata Gina langsung berbinar. Tanpa berpikir panjang, pikirannya otomatis tertuju pada Dicky, Rowman, dan rombongan mereka. “Mungkin Anda mencari kamar F2-02,” ucapnya cepat. “Silakan ikut saya.”
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai room 23
Baca
+Pustaka
Dibohongi Suami yang Ternyata Kaya

Dibohongi Suami yang Ternyata Kaya

jawab Natasya cepat. “Baiklah tunggu sebentar.” Petugas jaga itu kembali memainkan jemarinya pada papan keyboard. Tatapannya beralih pada layar computer yang menyala. “Pasien bernama Asma yang Ibu cari ada dilantai 4, bu. Kamar nomor 23,” jelas suster jaga. Senyuman terlukis pada bibir Natasya. “Terimakasih!” ucapnya sebelum meninggalkan meja pendaftaran yang berada di lobby rumah sakit.
1061.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai room 23
Baca
+Pustaka
Mas Ganteng

Mas Ganteng

Tampak bulan tak memperlihatkan bentuk sempurnanya, begitu juga dengan perhiasan langit yang nyaris tak terlihat dari kolong langit akibat mendung yang sedang menampakkan diri. Sebuah botol berisi anggur mewah sesuai pesanannya sudah tersedia di meja kamar hotel lengkap dengan gelas kristalnya. Tampak laki-laki berkemeja putih menyangga ponsel di telinga kiri seraya menuang anggur mewah tersebut. “Gue udah di ruangan lantai 23 nomor 229. Lo periksa ruangan gue dan singkiran juga CCTVnya,” perintah Mas Ganteng.
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai room 23
Baca
+Pustaka
Rembulan Untuk Mantan Pramuria

Rembulan Untuk Mantan Pramuria

Harap-harap cemas, semoga pria yang dia temui di kamar kos perempuan itu bukan Dimas. Ramona melambatkan derap langkahnya begitu mendekati kamar kos bernomor 22 yang terletak paling pojok lantai 3, kamar kos yang diinstruksikan Sasha melalui percakapan mereka melalui w******p.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai room 23
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status