Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
GADIS 100 KG

GADIS 100 KG

Orderan yang diperoleh dari negeri Jiran untuk tujuh unit rumah joglo. Ingin memuaskan pelanggan pertamanya, Elang pun gegas melajukan mobilnya ke tempat pembuatan rumah joglo. Di tengah perjalanan, ponselnya berdering. Sebuah panggilan masuk dari Reynan. Segera ia memasang headset bluetooth dan menjawab panggilan itu. “Ya, Rey. Apa kabar?“ tanyanya. “Gue baik, Lang. Lu sendiri gimana? Sehat?“
1015.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 495 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Suamimu Masih Mencintaiku

Suamimu Masih Mencintaiku

jawabku santai, meski dalam hati aku tahu ini bukan keputusan yang mudah. Rumah keluarga Aslan memang sangat besar. Ada satu bangunan di sisi lain, dulunya rumah milik Eyang Aslan yang sekarang digabungkan dengan rumah utama. Bentuk bangunannya seperti huruf L. Bagian paling depan ditempati Eyang, yang kini hanya hidup dengan pengasuhnya.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Bukan Calon Kakak Ipar

Bukan Calon Kakak Ipar

Memang harus Jovan akui, Elang itu sangat menarik sekali dengan tampilan wajah rupawan, postur tinggi menjulang, kulit sawo matangnya dan wajah dinginnya membuat dia semakin menawan di mata para wanita. "Vi." "Iya." "Jalan yuk, mumpung malam minggu." "Boleh." Mereka pun pergi bersama untuk menghabiskan malam minggu. ***** "Sudah siap semua Ay." "Sudah Mas." Ayana dan Eyangnya menatap rumah mereka untuk terakhir kalinya. Rumah itu sudah mereka jual untuk mengganti semua pesangon pegawai ditambah bantuan dari Adinata dan Rukmini.
9.8176.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai rumah eyang
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Bai_Nara
Hai semuanya, tetima kasih sudah mengikuti kisah keluarga Masha-Rayyan (Nara). Mamak cuma mau ngasih tahu jika kisah Rafina si bungsu sudah tayang di goodnovel dengan judul 'Bukan Sekedar Sahabat.' Mari mampir.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Queen of Liars

Queen of Liars

Rumah seratus juta yang bisa menampung mereka berempat. Dengan isi seadanya, Lyara dibantu Eyangkung dan keluarga yang lain, mengisi rumah itu dengan barang-barang pokok yang harus ada. Saat itulah Awan datang. Eyangkung mengirimnya dengan uang tambahan untuk hidup. Saat itu juga, Lyara mulai bekerja di salon. Dan saat itulah ia mendapat perlakuan tidak pantas dari paman kurang ajarnya.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Rumah Tanggaku Hancur karena Mertuaku

Rumah Tanggaku Hancur karena Mertuaku

“Kamu seperti kecapean begitu, ada apa sebenarnya, Mas?” Nayra lalu melepaskan tangan suaminya yang memeluk pinggangnya. Nayra turun dari ranjang dan melihat jam yang sudah menunjukan pukul lima pagi. Nayra pergi ke dapur dan melihat art dan penjaga rumah ada di dapur. Art yang sedang sibuk dengan bahan masakan dan penjaga rumah sepertinya sedang membuat kopi karena tercium aroma kopi di dapur.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Hanya Karena Sebuah Rumah

Hanya Karena Sebuah Rumah

Dia menatapku dengan kesal dan bertanya, "Kamu mau ke Yeras? Kenapa nggak kasih tahu aku? Aku sudah mengizinkanmu?" Aku menoleh dan menatapnya dengan tenang. Seketika, suasana menjadi menegang. Saat Boni terus mengomel, Christian mencoba mencairkan suasana dengan mengajak kami untuk mulai memanggang daging. Beberapa pria dengan cepat menyiapkan panggangan. Boni duduk di sampingku, wajahnya tampak sedikit gelisah. "Aku sudah bicara dengan Sofie. Setelah anaknya lulus SD, kepemilikan rumah itu akan dipindahkan kembali lagi."
13.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Tiara: (menepuk-nepuk sofa yang penuh debu) “Fix! Ini rumah cocok buat sinetron. Tinggal tambahin nenek-nenek nyanyi lagu Jawa di pojokan.” Zaki: (dari dapur, buka kulkas kosong) “Wih, ini kulkas udah kayak museum fosil. Bisa jadi habitat baru jamur mutan.” Anggi: (geleng-geleng, sambil mengelap kaca jendela) “Udahlah jangan banyak gaya, bersihin tuh dapur. Aku bawa alat pel, tapi gak bawa kesabaran.”
10726 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Kawasan elit para jenderal dan konglomerat. Tujuannya satu: Rumah Barata Dirgantara. Elang tahu Barata ada di rumah jam segini, menunggu kabar tentang proyek Genesis. Elang akan membawa "sampah" ini langsung ke halaman rumah tuannya. Gerbang besi tinggi rumah Barata terlihat di depan. Satpam penjaga sedang mengantuk di pos. Elang tidak menginjak rem. Dia menginjak gas.
10866 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
WANITA LAIN DI RUMAHKU

WANITA LAIN DI RUMAHKU

Matanya membelalak, mulutnya sedikit ternganga saat membaca deretan angka dan spesifikasi unit apartemen yang tertera. The Emerald Terrace. Sebuah hunian vertikal kelas atas yang selama ini hanya bisa ia bayangkan melalui brosur-brosur di pameran properti. "Ini ... beneran buat aku, Mbak?" suara Dewi terdengar parau, seolah-olah ia sedang bermimpi dan takut terbangun. Arini mengangguk dengan ekspresi yang sangat tenang, meski di dalam hatinya ia merasakan kepuasan yang dingin melihat betapa mudahnya umpan itu disambar.
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
BUKAN MENANTU KAYA

BUKAN MENANTU KAYA

“Insya Allah, Neng.“ Bu Iroh memberi kami tiga buah nasi box. Malam ini Bu Iroh mengadakan syukuran pembelian rumah di kampung belakang komplek. Aku ikut bahagia mendengarnya. Dalam hati berharap semoga secepatnya bisa punya rumah sendiri. “Di kampung itu mahal-mahal nggak, Bu?“ tanyaku iseng. “Macam-macam, Neng. Yang Ibu beli bisa dibilang murah. Seratus tiga puluh juta. Oh iya, ada juga yang jual tujuh puluh juta, cuma katanya angker.“ Bu Iroh menjawab sembari mengedarkan pandangan. Aku ber-oh ria. “Emangnya kenapa Neng? Neng minat beli rumah? Ah dapat warisan ya?“ tanyanya kepo. Aku tersenyum miris.
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai rumah eyang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status