Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa

Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa

Dan di ujung lorong, berdiri rumah peristirahatan Aurora. Rumah kayu bergaya alpine tersebut tampak kokoh. Catnya berwarna coklat tua yang harmonis dengan alam sekitarnya, dipadu bingkai jendela berwarna putih. Teras depannya luas, dipenuhi dengan pot-pot bunga geranium yang bermekaran.
10135.6K viewsCompletedAdded to Library 4.7K Times as rumah oren
Read
+Library
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Kami turun dan bersalaman, diajak Pak Danang berkeliling di dalam rumah satu lantai ini. Maria tidak ada habis-habisnya tersenyum padaku ketika kami sedang membuka pintu kamar utama, kamar mandi, dan dua kamar tambahan untuk anak di dekat pekarangan. Ia juga mengangguk-angguk ceria ketika kami masuk ke area dapur yang semi-outdoor karena bersebelahan langsung dengan taman luas di belakang. Kami berdua bertatapan saling memberikan pesan setuju dengan rumah ini. Terakhir, kami ke area taman belakang yang ditata apik, sudah banyak tumbuhan indah dan beberapa pohon besar di sisi-sisinya. Dan yang membuat Maria tambah yakin untuk membeli rumah ini adalah beberapa tanaman anggrek ditaruh di batang
104.5K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as rumah oren
Read
+Library
Cinta dari Perempuan Berwujud Iblis

Cinta dari Perempuan Berwujud Iblis

“Baiklah.” Tak lama, Orlando memarkir mobilnya di dekat salah satu rumah yang masih berdiri kokoh. Sebenarnya, jika dilihat dari penampilan luar pun rumah tersebut sangat tidak layak untuk dihuni lagi. Temboknya usang karena dihiasi oleh arang bekas kebakaran, semua kaca jendelanya pecah, lalu tanaman liar tumbuh menutupi hampir semua bagian depan. Atapnya juga terlihat roboh di beberapa sisi. Tapi karena tangan Orlando sudah pegal, dia tidak bisa lagi memaksakan diri untuk mengemudikan mobil. Jadi hari ini dia akan membiarkan tubuhnya tinggal di tempat ini.
109.2K viewsOngoingAdded to Library 366 Times as rumah oren
Read
+Library
Sekretaris Sang Presdir

Sekretaris Sang Presdir

“Aku harap, kita akan selalu bersama sampai kita mati nanti. Oh, ya, By. Aku jadi kepikiran sesuatu.” Orion kali ini melepaskan pelukannya. Dia membalik tubuh Ruby agar mereka bisa berhadapan. “Kepikiran tentang apa?” tanya Ruby setelahnya. “Membeli rumah masa depan kita.” “Rumah lagi?” tanya Ruby melotot heran. Dia merasa kalau Orion sedikit tidak waras. “Iya, rumah abadi. Pemakanan keluarga agar kita bisa bersebelahan saat dikubur nanti.”
9.173.2K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as rumah oren
Read
+Library
Hanya Karena Sebuah Rumah

Hanya Karena Sebuah Rumah

Foto itu menunjukkan Boni sedang memasak bubur di dapur, dengan tulisan, "Siapa bilang nggak ada pria baik di dunia ini? Dia nggak hanya mengajariku menyetir mobil Mercedes dengan satu tangan, tapi juga memasak bubur untukku saat aku lapar. Hm, harum sekali~" Aku mengaduk bubur itu dengan sendok sambi tersenyum pahit, tapi yang kurasakan hanya mual. "Buang saja, aku nggak mau makan." Raut wajah Boni langsung memuram. Dia menatapku tajam dan berkata, "Kamu kenapa lagi? Aku sudah repot-repot membawakannya dan kamu malah mau buang begitu saja?" "Kamu marah karena aku memindahkan kepemilikan rumah ke nama Sofie, 'kan? Aku tahu kamu kesal, tapi aku juga nggak melarangmu untuk tinggal di rumah itu
13.6K viewsCompletedAdded to Library 352 Times as rumah oren
Read
+Library
Gulai Ari-Ari Untuk Anakku

Gulai Ari-Ari Untuk Anakku

Ia tampak gelisah, Takut kalau akan ada orang, yang melihatnya. Matanya tertuju kesebuah rumah. Rumah sedikit mewah. Bercat warna hijau, " itu sepertinya baru lahiran. Mudah-mudahan Arinya belum busuk." Atika mendekati rumah itu, dan mendekati gundukan tanah, yang diberi penerangan lampu. Banar saja. Itu gundukan tanah, yang berisi ari-ari, dan tanahnyapun masih baru. Sepetinya baru siang tadi ditanam.
106.9K viewsOngoingAdded to Library 212 Times as rumah oren
Read
+Library
Suami Berkhianat, Aku Minggat (wanita pilihan)

Suami Berkhianat, Aku Minggat (wanita pilihan)

lirih Pak Arif sambil membuka Zio dengan nada suara duka yang mendalam. "Turut sure sure sure, ya, Pak! Semoga selamat, Maminya Zio, tenang disana," ucap Renata. Renata berkeliling rumah dengan ditemani Pak Arif, Mang Ujang dan Zio, Rumah dengan kamar tiga, ruang tamu, ruang keluarga, juga dapur luar ruangan dengan taman belakang yang indah, rumah ini dirancang sedemikian rupa oleh para pemilik hingga menghasilkan banyak rumah impian, dengan segala perabotan berwarna putih dengan sedikit sentuhan warna hitam di kamar zio. Di lantai tiga, ada kolam renang dengan suasana Maldive dengan saung dan beberapa tanaman yang terawat, membuat Renata jatuh cinta hanya dengan satu putaran saja melihatnya
9.9102.7K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as rumah oren
Read
+Library
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Sebab cerita Ci Meri seakan begitu mirip dengan. "Masuklah ke ruang keluarga. Mereka semua tertidur pulas, termasuk Darren. Aku mau membeli sesuatu di pasar." Dena memasuki rumah itu untuk pertama kalinya. Selama ini dia hanya duduk di teras depan saja jika berkunjung. Bentuk rumah itu seperti rumah campuran beton dan kayu pada umumnya. Keduanya saling mengisi esensi tampilan ruang, sehingga tidak menimbulkan kesan membosankan. Kayu-kayu jati itu dibiarkan coklat alami, menghias lantai dan sebagian ornamen pada dinding.
3.6K viewsCompletedAdded to Library 111 Times as rumah oren
Read
+Library
Rumah Teh Ala Miranda

Rumah Teh Ala Miranda

Dan juga kenapa dia bisa tau rumah Miranda ada dimana? "Memangnya anda tau rumah saya ada dimana?" dia terdiam sebentar dan menjawab, " Wilayah Green Fall, kira-kira dari tempat ini ke rumahmu sekitar 500 meter. Rumahmu bercat coklat kayu dan pagar kayu yang setengah, serta dekorasi lampu rusa, bukan?" Miranda berjalan mundur 3 langkah. Kenapa dia bisa tau?!
102.6K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as rumah oren
Read
+Library
Tukang Paket Dan Putri Bos Mafia

Tukang Paket Dan Putri Bos Mafia

Ujar Jono. “Loh memangnya kenapa Mas Jono?” tanya Renata tak mengerti. “Iya, soalnya rumahku tepat berada di bantarannya. Di sana itu!” Jono menunjuk ke arah rumahnya. Renata menatap rumah yang ditunjukkan oleh Jono, rumah mungil berlantai dua itu terbuat dari kayu dan beratapkan seng. Sangat, sangat, sangat berbeda jauh dengan rumah mewahnya. Rumah Jono dengan rumah Renata memang bagaikan bumi dengan langit.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as rumah oren
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status