Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penggoda Dalam Rumah

Penggoda Dalam Rumah

Rasanya aku mulai gila. "Ibu lihat ini." Niko menyerahkan sebuah map berwarna biru. Kuperhatikan map yang kini beralih dalam genggamanku. "Salinan sertifikat tanah? Apa maksudnya ini, Nik?" "Rumah ini bukan rumahku, tapi rumah Ayah Rahman." "Apa?" Sumpah, mataku membeliak tak percaya. Permainan apa yang tengah mereka mainkan? "Niko, jangan bercanda kamu!"
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai rumah pesugihan
Baca
+Pustaka
PESUGIHAN LEMBAH MONYET

PESUGIHAN LEMBAH MONYET

Tak pernah terbayangkan bahwa mereka akan dilemparkan dengan begitu ringannya oleh seekor kera. "Masuk!" Terdengar perintah keras dari dalam. Mario dan Andi pun segera melesat masuk ke dalam rumah yang terlihat besar namun suram itu. "Duduk!" perintah kakek itu lagi. Dia menunjuk pada tikar pandan lusuh yang ada di ruangan itu. Di tengah-tengah tikar sudah ada satu set sesaji dan pedupaan lengkap di atas nampan bambu dengan kembang tujuh rupa, kemenyan, segulung perlengkapan 'nyirih'*, dan semangkuk air yang terlihat putih keruh.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai rumah pesugihan
Baca
+Pustaka
Tamu Di Rumah

Tamu Di Rumah

tanya Tio. "Kerja lah, Mas. Memang kamu yang hanya di rumah dan pengangguran bisa kasih aku perhiasan. Sudah bagus aku nggak pernah menuntut kamu. Oh ya, aku kira aku akan beli rumah untuk kita tinggal. Rumah ini sudah tak layak," jawab Mila dengan menengok semua penjuru rumahnya. Memang jauh dari kata layak. Rumah bertembok kayu dan triplek. Serta sering bolong. Tikus dan kecoa sering masuk dari lubang. Siapa yang tidak risih dengan hal itu. "Masa iya kamu kerja di tempat Reva langsung banyak dapat uang. Mana mau beli rumah segala. Katakan kamu dapat uang dari mana, Mila?" tegas Tio.
16.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 592 kali sebagai rumah pesugihan
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

tanya Jimat. “Iya,” sahut Misa. Rumah itu berdinding kayu tua, bentuknya seperti rumah joglo, tinggi menjulang. “Keren sekali, ini hampir sama dengan Keraton Jogja,” ujar Jimat mengungkapkan kekagumannya. “Jauhlah!” Aurel tidak setuju.
8.99.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai rumah pesugihan
Baca
+Pustaka
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

Lantas, aku berpamitan ke Yuk Tari dan Mak Ijah yang masih sibuk mengejakan tudung saji bambu pesananku. Kulompati selokan, masuk mobil, menyalakan mesin, lalu kuputar balik kotrek dan mulai mencari di mana rumah ala Bali. Soalnya, rumah tradisional Bali itu mencolok lantaran ada semacam gapura-gapura pada bagian depan rumahnya.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai rumah pesugihan
Baca
+Pustaka
DUKUN 99

DUKUN 99

Terpaksa aku harus menyusun jadwal antrean untuk beberapa hari ke depan. "Jadi kalian ingin melakukan pesugihan babi ngepet?" tanya Bapak serius. Di hadapan Bapak, sepasang suami istri mengangguk membenarkan. "Pikirkan dulu matang-matang. Pesugihan babi ngepet meminta tumbal nyawa yaitu anak kecil yang masih sedarah sama kalian. Bisa anak kandung atau keponakan." "Selain itu, jika sampai lalai kalian bisa ketangkap warga," jelas Bapak blak-blakkan.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai rumah pesugihan
Baca
+Pustaka
Hasrat sang Konsultan Idaman

Hasrat sang Konsultan Idaman

Untung Rugi, Caiwi. Tak lama mereka pun sampai di gerbang perumahan elite ‘The Rich'. Ratri menitipkan tanda pengenalnya, pada security yang berjaga di gerbang perumahan. Lalu mereka pun langsung masuk dan mencari keberadaan ‘Big House’ itu. Ternyata tak sulit mencarinya, karena dari kejauhan sudah tampak rumah termewah dengan 3 lantai itu. Bimo menyuruh Ratri agar berhenti sejenak, di tempat yang agak sepi,
9.157.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai rumah pesugihan
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Prolog *** Suasana rumah sederhana milik salah satu warga kampung Anyelir terlihat ramai. Kediaman bernuansa biru laut itu adalah milik kelurga Pak Baron. Sebuah acara sakral dan penting akan segera digelar di sana. Pesta pernikahan anak gadis pertama mereka.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai rumah pesugihan
Baca
+Pustaka
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Kang Handoyo kelihatan berpikir keras, wajahnya agak memerah, kenapa dia? "Keluarga besar Arum yang ada di balik semua ini. Jadi, sampean nggak usah mikir macem-macem, mana adalah, aku pake pesugihan, itu 'kan haram, Kang." Mas Rahman kulihat menyesap kopi buatanku. "Soal bangun rumah, sampean 'kan tau, aku dapet ganti rugi dari anaknya Bude Sri, ketambah bahan bangunan yang kutabung di Kakak-kakaknya Arum dan beberapa tetangga disini, lalu kok bisa aku disebut maen pesugihan?" Mas Rahman memojokkan kakaknya.
7.840.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai rumah pesugihan
Baca
+Pustaka
NAYARA And the Lost of Naga Sasra

NAYARA And the Lost of Naga Sasra

Paling lama hanya satu tahun mereka sanggup bertahan. Ini sengaja dilakukan untuk mendatangkan keuntungan bagi pemilik rumah. Pesugihan kandang bubrah. Setiap kali orang keluar, rumah ini pasti direnovasi. Sekedar alibi untuk mengelabui orang-orang sekitar, bahwa rumah itu direnovasi dengan tujuan agar penghuni berikutnya akan merasa betah. Dengan begitu mereka tidak akan curiga. Sayang sekali, kesuksesan Pak Rahmat ternyata bukan hanya dari hasil kerjanya saja tapi juga hasil dari bersekutunya dia dengan bangsa siluman.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai rumah pesugihan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status