NODA PERNIKAHAN
Saya jadi nggak enak sama orangnya, takutnya dikira saya nipu.
[Iya, maaf ya, Ndi. Beberapa hari ini Mbak kurang enak badan. Pokoknya Mbak usahakan siang ini datang ke Jingga.]
[Siap, Mbak.]
Aku memijat keningku sendiri saat Handi sudah menutup panggilan telpon. Aku merasa kasihan pada Handi, karyawan Jingga sekaligus sepupu Nafisa itu sudah berusaha membantuku memasarkan rumahku, tapi aku justru sulit ditemui saat Handi sudah mendapatkan pembeli yang bersedia membayar dengan cash rumah itu. Sudah hampir sebulan ini aku memang jarang keluar apartemen, hanya sesekali aku mengunjungi Nafisa ke rumahnya jika kangen bercengkrama dengan sahabatku itu.