MEMATAHKAN SUMPAH IBU
Malah menurutku lebih mirip Rumah Makan Padang yang biasa kulihat di pinggir jalan lainnya—hanya karena orang tua Lusi menyediakan menu masakan khas Garut maka mereka tidak menamainya Rumah Makan Padang.
Namun, apakah itu masuk kategori ‘warung remang-remang’ bagi Ibu? Aku tak tahu, aku hanya bertanya-tanya apakah saat itu Farah, Dinda, Meli, Nada, Fitri, dan semua teman-teman perempuanku yang tadi ikut duduk di samping warung makan milik orang tuanya Lusi, ikut dimarahi juga oleh ibu mereka? Atau hanya aku yang saat itu dimarahi ibuku?
Hot Chapters