Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tuan Muda Diningrat

Tuan Muda Diningrat

Isi kulkas di rumah ini sangat lengkap, bahkan jika dibandingkan dengan isi kulkas di rumahnya, seperempat dari ini saja mungkin tidak ada. Dan tentang pikiran bodohnya yang akan di culik dan di bunuh oleh Zen, menguap entah kemana, pada saat kaki mungilnya memasuki kawasan rumah mewah ini. Rumah megah yang sukses membuat Ziana lupa cara untuk menutup mulutnya. Dia terlalu kagum melihat segala furniture mewah yang terpajang rapi hampir di setiap sudut rumah. Bahkan tadi Zen sampai mengatakannya norak. Tapi apa padulinya. Ditambah dengan dayang-dayang pribadi sang tuan muda yang langsung menghampiri mereka pada saat kaki panjang milik Zen mulai menapaki rumah besar yang lebih layak dikatakan
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai rumah zen
Baca
+Pustaka
DIJUAL KE PRIA ASING, DINIKAHI PEWARIS

DIJUAL KE PRIA ASING, DINIKAHI PEWARIS

Cocok lah kalau disebut bukan gang, melainkan rumah yang nampak seperti halaman belakang rumah seseorang. Setelah melewati beberapa rumah warga, Zen membawa kami masuk ke sebuah rumah yang sederhana, namun jauh lebih baik daripada rumah ku. Rumah ini bahkan memiliki halaman yang masih cukup untuk memarkirkan 3 motor. "Pak Fandi, Ayo masuk!" Ajak Zen. Kemudian, Ia pun memegang tanganku dan menariknya agar Aku mengikutinya masuk ke dalam.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai rumah zen
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius

Suasananya sungguh tenang dan menyejukkan. Minka, rumah tradisional khas Jepang yang sebagian besar materialnya menggunakan kayu ini sungguh menarik dan mempunyai nilai estetika yang tinggi. Bergaya zen, bangunan yang berasitektur tradisional itu mempunyai sejumlah elemen di setiap sisinya. Ciri khasnya masih menggunakan pintu geser, Mushiko Mado. Di paling awal, Hanz masuk di ruangan pertama bernama Genkan. Di sini biasanya tempat meletakkan sandal dan sepatu.
9.938.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai rumah zen
Baca
+Pustaka
Kontrak 2M Sang Mantan

Kontrak 2M Sang Mantan

Ia memilih tidak bertanya lebih jauh dan memejamkan mata. Setelah hampir sejam perjalanan, akhirnya mereka tiba di rumah. Zira turun dan memandangi rumah dua lantai di dalam komplek perumahan yang cukup elite. "Bagus juga pilihanmu," ucapnya memuji dengan wajah bangga. Masuk ke dalam rumah, Zira terpukau oleh design interior yang sangat sesuai dengan keinginannya. Genji menjelaskan singkat tentang kondisi rumah sambil membawakan koper sang kakak ke dalam kamar.
962 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai rumah zen
Baca
+Pustaka
Godaan Memikat Lelaki Penguasa

Godaan Memikat Lelaki Penguasa

Rumah itu berlantai dua, cukup luas, tapi lebih kecil dari rumah yang pertama Rere kunjungi. "Bukannya Abang akan mengantar Rere pulang," tanya Rere, kala Kenzo membimbingnya ke luar dari mobil "Terlambat sedikit ngak apakan?" tanya Kenzo, menoleh ke arah Rere. Mereka masuk ke dalam rumah, Kenzo menggandeng Rere menaiki tangga. "Ini salah satu rumah yang aku beli dengan usahaku sendiri, dan rumah ini yang kadang aku tempati Re," terang Kenzo.
1046.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 972 kali sebagai rumah zen
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
Haryanti Yulia
Ya ampun baca novel ini mulai awal agak kalem, pas masuk bab 4 aku jadi panas dingin😭 Bg Edzard yang sabar ya, Rere dan Kenzo udah saling cinta saling nganu ekhem², sampai berkedut² dia nahan 🤣 gak bisa ganggu gugat lagi pokokny. Jadi, Abang sama aku aja, aku akan terima Abang dengan lapang dada
NURUL LAILI MUFIDA
disini lakinya gak ada yg bagus, si ken yg gonta ganti wanita, si ed yg tdk bs menjaga kesucian pernikahan dengan meniduri ev, jdi gak ada yg pantas buat rere, kasihan rere gadis manis yg baik harus dapat suami gitu, mudah"an authornya berbaik hati mendatangkan jodoh yg baik serta setia buat rere...
Baca Semua Ulasan
PEMBALASAN DENDAM ZENITH

PEMBALASAN DENDAM ZENITH

jawab keduanya serempak, ruangan itu kini dipenuhi oleh aura perencanaan balas dendam yang kelam. Rumah Kediaman Keluarga Zenith Berbeda total dengan kekacauan di Harmonia, pagi di kediaman Zenith terasa sangat tenang dan damai. Clive duduk di meja makan di teras belakang yang menghadap ke taman, dengan santai membalik halaman edisi cetak Rose Valley Chronicle. Ia menyesap kopi hitamnya, senyum puas yang tipis terukir di wajahnya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai rumah zen
Baca
+Pustaka
Perjuangan Cinta Surga

Perjuangan Cinta Surga

Ia berniat untuk menolong hidup Kenzo dan ia tak memikirkan sifat asli Kenzo yang nantinya akan membahayakan nyawanya dan hidup neneknya. Sementara di dalam ruangan kecil yang hanya berisi empat kursi kayu dan meja kayu yang tertata rapi di dalam ruang tamu. Kenzo duduk menyender di kursi kayu, ia menelisik setiap foto yang tergantung rapi di dinding ruang tamu. Ia melihat ada dua ruang kamar tidur yang letaknya di sebelah ruang tamu dan di dalam lorong ruangan ia melihat ada satu kamar tidur kecil dan ruang keluarga dan dapur. Rumah yang ditempati Nila bersama Nenek Rosa tidak terlalu besar tetapi cukup untuk ditinggali rumah yang asri dan sederhana bagi masyarakat awam seperti mereka. "Kas
9.96.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai rumah zen
Baca
+Pustaka
Menantu yang Tersakiti

Menantu yang Tersakiti

[TOK] [TOK] [TOK] Aku mengetuk pintu kamar Zenith yang berada di lanta dua. "Ada apa kesini?" Tanya Zenith dengan tatapan sinisnya kepadaku. "Aku cuma mau tanya, apa kamu melihat coklat dan beberapa cemilan didalam plastik belanjaan di dapur?" Tanyaku dengan pelan. "Tidak, aku tidak tau! Sudah - sudah sana, pergi!" Usir Zenith sambil menutupkanku pintu. "Astaga, begini ternyata rasanya punya ipar yang menyebalkan!" Gumamku dalam hati.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai rumah zen
Baca
+Pustaka
TETANGGA SEBELAH RUMAH

TETANGGA SEBELAH RUMAH

Tapi aku tetap saja masuk, dan pura-pura nggak dengar omongannya. "Mari, silahkan masuk Mas Rian, jangan sungkan-sungkan ya? maaf, rumahnya berantakan," Mas Rian hanya menjawab dengan senyuman, lalu menggenggam tanganku sambil mengajak untuk ikut masuk. Anak-anak kusuruh untuk duduk diam di sofa, karena Zahra sedang tertidur di kasur kecil, yang ditaruh tepat di depan televisi.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai rumah zen
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status