Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rumput Tetangga

Rumput Tetangga

tawa nyaring Ruby menggema di seluruh ruang keluarga. "Wah, ada apa nih Bu? Tumben sih non Ruby ketawanya nyaring banget. Kayanya lagi bahas yang seru-seru ya non Ruby. Kok nggak ngajak Mbok Iyem sih," ucap Mbok Iyem sambil membawakan nampan berisi toples-toples kue kering yang baru dibuatnya sore tadi.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as rumput kawatan
Read
+Library
Runtuh di Tangan Karma

Runtuh di Tangan Karma

Tepat saat tangan-tangan itu hampir menyentuh pakaianku . Brak! Terdengar suara keras. Pintu utama vila yang tebal tiba-tiba didobrak dari luar. "Siapa yang berani menyentuh anggota Keluarga Linarta?!"
2.3K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as rumput kawatan
Read
+Library
RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

ujar Sinta dengan tersenyum licik. Sinta bersiap untuk menyiram wajah Alda menggunakan air yang terdapat dalam botol. Namun, saat Sinta hendak menyiramkan air tersebut, tiba-tiba sebuah potongan ranting yang cukup besar mengenai tangannya. Byur, air itu tumpah mengenai dada serta sebagian wajah Sinta.
109.3K viewsOngoingAdded to Library 354 Times as rumput kawatan
Read
+Library
Patah

Patah

*** [1] Yukata : jenis kimono dari katun tipis tanpa pelapis Bersambung Author's note Eh, kayanya si Mamang mulai lebih perhatian nih. Nayara bobo pelor, dia lihatin mulu, lalu mau nyelimutin segala. Sekarang Nayara pergi dia ikutin. Uhuyyy... Ya sudahlah, Mang, eh, Manggala. Lanjutkan saja perjalanan nasibmu. Takdir kan sudah nunggu di ujung sana. Dah kita mah cuma bisa komen aja pan.
1028.7K viewsCompletedAdded to Library 574 Times as rumput kawatan
Read
+Library
Kuranji

Kuranji

geram Kuranji seraya meninju batang pohon, tempatnya bernaung. Hop! Sekali lompat, Kuranji mendarat di hadapan si Kumis Berantakan. “Serahkan gadis itu padaku!” tegas Kuranji. Si Kumis Berantakan membeliak kaget, tapi hanya sesaat. Detik berikutnya ia terkekeh, “Hahaha … kau salah duga, Anak Muda. Isi karung ini hanyalah rusa kecil, hasil buruanku.”
103.4K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as rumput kawatan
Read
+Library
Rapuh

Rapuh

Tatapan mata Runi yang begitu tulus mengobati Syam membuatnya merasa sangat bersyukur karena telah ditolong oleh Runi yang sebelumnya tidak dikenalnya. "Thanks ya, lo udah nolongin gue," ucap Syam yang menatap wajah Runi tajam. "Sama-sama, lagian lo kenapa sampai dikeroyok begitu si?" tanya Runi penasaran. "Gue nggak sengaja nimpuk salah satu dari mereka dengan botol bekas, dan mereka marah besar." jelas Syam masih menahan sakit. Runi yang ingin berangkat bekerja itu akhirnya menyadari bahwa dirinya sudah terlalu lama bersama Syam, dan harus segera pergi karena Siska sudah lebih dulu berangkat.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as rumput kawatan
Read
+Library
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Aku keluar menemui mereka. "Eh, Kang Handoyo disini. Ngopi, ya, Kang?" basa-basi ku kepada kakak ipar. Wajah Kang Handoyo kelihatan kusut dan kalut. "Oralah, Rum!" tolaknya spontan. Hem, orang ini, main kerumah kalau ada masalah aja. Kalo adem ayem, nggak mungkin mau main. "Aku mumet tenan Iki. Mana setoran Bank belum cukup, Meri mriyang. Walah rasane mau pecah ini kepalaku." Lagi-lagi Kang Handoyo mengeluh.
7.840.7K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as rumput kawatan
Read
+Library
Bos Kampret Ku

Bos Kampret Ku

"Orangnya pake kemeja warna marun, nggak, Yol?" "He-eh. Kamu udah ketemu?" Lila menggaruk kepalanya. "Sempat papasan tadi." Badannya mendadak panas dingin. Ini sih apes bener. "Ganteng banget, kan? Udah kaya cerita di novel-novel, nggak, sih? Dirutnya kece badai." Boro-boro mikir gantengnya Dirut baru. Yang ada Lila mendadak demam mengingat ucapan ketus dan sikap galaknya tadi saat tidak sengaja bertabrakan dengan pemuda berkemeja marun.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as rumput kawatan
Read
+Library
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

Sambil menunggu pesanannya datang, Ganindira masih tetap mengamati cafe tersebut, Namun tatapannya teralihkan saat melihat pintu masuk terbuka dan menampilkan sosok seorang pria masuk kedalam cafe. Pria tersebut berbadan tegap dengan memakai mantel berwarna coklat tua. Sesetel Suit tercetak jelas di badan nya yang bidang, dan juga rambut senada dengan warna mantel membuat penampilan pria tersebut sempurna. Tidak ingin ketahuan karena mengamati penampilan, Ganinidra langsung mengalihkan tatapannya ke luar sambil memandangi salju yang turun dari atas langit.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as rumput kawatan
Read
+Library
Koma

Koma

Rupanya dirinya tak sadar akan darah yang mulai mengucur deras hingga menetes ke layar hp-nya. Rimba tak tahan dengan cairan merah yang mengalir secara perlahan seperti ulat di pohon mangganya. Jadi tanpa peesetujuan cowok itu, ia segera mengelap hidung mancung sempurna tersebut. "Ma-makasih ya." ucap cowok itu gugup, tanganya mengambil alih pekerjaan Rimba. Rimba hanya mampu mengangguk, tak sanggup berkata apapun karena ia sendiri sibuk menetralkan jantungnya yang berdegup tak karuan.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as rumput kawatan
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status