Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senyum Bahagia Maharani

Senyum Bahagia Maharani

Empat Belas Kilometer (satu) Pagi ini cerah sekali. Tepat di pukul delapan pagi matahari mulai meninggi. Langit biru cerah. Terik matahari menembus sela-sela kehidupan bumi. Pagi yang cerah bisa menambah semangat hidup para penduduk bumi. Tak terkecuali bagi Maharani, mahasiswi semester empat yang setiap kuliah menggunakan alat transportasi sepeda onthel.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai saat teduh hari ini
Baca
+Pustaka
Mendadak Sah

Mendadak Sah

Ahh, pagi yang cerah. *** TBC
1042.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai saat teduh hari ini
Baca
+Pustaka
Petaka Menikah Muda

Petaka Menikah Muda

Ini akan kembali menjadi kesempatan yang bagus untuk mendekatkan kembali Raka dengan Sawa. Pagi itu berjalan seperti biasa. Minggu pagi mentari bersinar sangat cerah. Sina terbangun ketika, cahaya menyeruak masuk ke dalam indra penglihatannya tanpa permisi. Itu bertepatan dengan Raka yang membuka tirai ruam sakit. “Silau ya, Mah? Ini bagus buat tulang. Vitamin D alami.” “Enggak apa-apa, buka aja.”
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai saat teduh hari ini
Baca
+Pustaka
Another Side of EARTH

Another Side of EARTH

Untuk apa aku memikirkan Serenada yang lebih cantik di hari ini? *** Makan siang hari ini begitu singkat. Kami diajak ke lapangan terdekat. Cuaca nampaknya tidak terlalu panas, awan perlahan menutup langit. Semoga saja tidak turun hujan. "Tidak ada anak-anak disini. Baiklah kita coba disini saja. Oh ya, untuk latihan telepati yang tadi kalian bisa berlatih tanpa alat. Bisa sambil santai coba kalian praktekkan mengirim pesan secara sederhana."
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai saat teduh hari ini
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Susan S
Kak Dita mah nggak perlu diragukan lagi. Tapi btw kok aku lebih suka Scifinya ya daripada genre yg lain yg kakak tulis. Ini tuh gimana ya. Meski baru baca 3 bab tapi asik banget gitu dibacanya. Kayaknya kak dita nyaman sama genre ini. Fellnya nonjok banget. Dan lebih bebas tentunya.
Shell
Scifi memang seru. Btw suka sama gaya bahasanya. Jadi keinget cerpen Millenium 11 karya Kak San. Settingnya sama2 masa depan. Meskipun punya Kak San lebih jauh lagi. Tapi konsep ceritanya sama2 keren.
Baca Semua Ulasan
Kujual Suamiku Seharga 1 Miliar

Kujual Suamiku Seharga 1 Miliar

Hari yang cukup cerah. Di mana langit telah menampakkan kemegahannya dalam membuat tahta sang mentari semakin tampak begitu menonjol. Hamparan biru yang menandakan kedamaian terlihat begitu kentara dan jelas. Seolah dunia telah memberkati hari ini.
12.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai saat teduh hari ini
Baca
+Pustaka
Balada Cinta ShaBar

Balada Cinta ShaBar

Dengan mengambil napas, dia mengalihkan pandang ke luar jendela. Cuaca cukup cerah pagi ini. Setidaknya, ada sedikit cahaya matahari yang lewat di sela-sela gedung tinggi. Langit juga terlihat biru meski awan putih masih tampak bergulung hampir merata di seluruh cakrawala. "Hari apa sekarang?" tanyanya tiba-tiba. "Minggu." "Sudah malam Senin di Jakarta." Matanya kembali menatapku. "Arta jadi ketemu sama adikku?"
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 562 kali sebagai saat teduh hari ini
Baca
+Pustaka
MALAIKAT PENCURI AYAH

MALAIKAT PENCURI AYAH

Lampunya ditata sedemikian rupa dengan pencahayaan khusus sehingga terkesan hangat dan menenangkan. Aku tertidur beberapa saat kemudian hingga akhirnya pagi menjelang. Aku buka mata lalu terbangun sambil mengumpulkan nyawa, balik gorden yang tertutup aku bisa melihat dengan jelas dia terang sinar matahari yang itu sudah menandakan bahwa hari sudah mulai siang. Untungnya ini hari Minggu jadi aku tidak perlu panik karena terlambat ke sekolah. Aku buka ponsel aku lalu memeriksa beberapa grup W******p teman-teman belajar dan lesku kemudian melihat juga pesan dari guru dan ibuku.
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 340 kali sebagai saat teduh hari ini
Baca
+Pustaka
KEMBALILAH SUAMIKU

KEMBALILAH SUAMIKU

Sementara aku tak punya pilihan lain selain mengekor di belakangnya. Menatap awan biru di bawah teriknya matahari, matahari yang sedikit menyingsing penanda waktu Dzuhur mulai tiba, langit Jakarta begitu cerah hari ini. Allah tolong, tolong jangan beri luka lagi pada hati ini.
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai saat teduh hari ini
Baca
+Pustaka
SELUMBARI

SELUMBARI

Hari ini adalah Sabtu, hari di mana sebagian besar orang tengah mengistirahatkan dirinya dari rutinitas harian, walau ada sebagian lain yang masih sibuk mengabdi di tempatnya masing-masing. Matahari bersinar tidak terlalu terik, sangat mendukung siapa pun untuk beraktivitas baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Jalanan ramai oleh muda-mudi yang mencari hiburan di tengah kesibukannya. Tak jarang pula, mobil-mobil yang berisi keluarga kecil melintasi jalan raya dengan santai.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai saat teduh hari ini
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status