Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AMBISI BISAWARNA

AMBISI BISAWARNA

Saat ini, dia sedang berlatih untuk menguasai senjata ke tujuh: panah. Berlatih memanah kepada Resi Sabda Jati adalah hal yang sangat tepat. Resi Sabda Jati adalah pemanah nomor satu di Kerajaan Jati Sewu, bahkan mungkin di seluruh penjuru dunia. Dia mampu membunuh seratus musuh yang sedang bergerak hanya dengan satu anak panah saja. Satu anak panah itu ketika sudah dilepaskan berubah menjadi seratus anak panah yang mampu bergerak sendiri mencari musuhnya. Anak panah itu tidak akan berhenti bergerak sebelum mencapai sasaran yang dituju oleh sang pemanah, Resi Sabda Jati. “Anakku, Bisawarna. Sekarang, mari kita lanjutkan pemanasan memanah yang telah kamu lakukan kemarin!” ajak Resi Sabda Jati
102.4K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as sabio
Read
+Library
SUAMI GHAIB

SUAMI GHAIB

Keduanya berjabat tangan. "Namaku Virgon. Aku penghuni kayu besar yang ada di hutan. Aku selalu datang dan melihat dirimu yang tengah memuaskan diri di dekat jendela. Oleh karena itu, aku merubah wujud ku menjadi suamimu dan membantumu mencapai titik kepuasan yang selama ini tak kamu dapat dari lelaki itu." Tanpa Sinta minta, lelaki yang mengaku bernama Virgon itu menjelaskan semuanya.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 178 Times as sabio
Read
+Library
SANTET

SANTET

terang Raga memulai menjelaskan problem mereka. Ih, kok Siti sih. "Ini sepupu saya Rey dan saya Gio," ucap Raga memperkenalkan diri sebagai Gio. Nama mereka pada bagus, kok, aku Siti? Nggak adil. "Kalau penyakit itu datang dari pikirannya sendiri. Ini perkara gampang, tapi nanti coba saya cari tahu, apakah penyakit adik Mas Gio ini dari pikirannya sendiri, atau ada penyebab lainnya," ujar Mbah Harjo.
9.27.0K viewsCompletedAdded to Library 208 Times as sabio
Read
+Library
DIOFANO

DIOFANO

Ia jadi ingat kata – kata Akta beberapa saat lalu yang bilang kalau tamunya lebih spesial dari pada Adipati dan Justin Bieber, ternyata oh ternyata yang datang adalah Diofano Alghiffary, seseorang yang mendapat julukan penyiar kesayangan darinya. *** Note : ayoo, jangan sungkan tinggalkan komennya yaa tengkyu... dan juga tambahkan dilibrary juga untuk teman diwaktu luang, love - nawujung
103.0K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as sabio
Read
+Library
Imamku dari Seoul

Imamku dari Seoul

Seketika Sabiya teringat kata-kata yang sempat terlontar dari bibir Rain. "Kamu ga pantas dengan orang jahat seperti Leo. Dia juga terlalu misterius untukmu yang polos ini, Sweetie." Sabiya mendadak takut dengan Shin. Dia jadi bingung harus percaya dengan siapa. "Siapa kamu sebenarnya?" Shin tidak menyangka dalam keadaan runyam seperti ini Sabiya malah menanyakan hal macam itu. "Biya, aku suamimu."
102.6K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as sabio
Read
+Library
Anak Kembar yang Dibedakan

Anak Kembar yang Dibedakan

Besok kawin Eh bukannya dia punya kembaran ya? Kembaran? Kami bahkan tak layak disebut kembar. Kami berbeda. Dia mirip Papa, dan aku lebih mirip Mama. Beruntungnya aku karena mewarisi hampir seluruh kecantikan Mama. Tapi Sabia—kembaranku mewarisi kecerdasan Papa yang seorang dosen di universitas negeri yang cukup terkenal di Jakarta. Itulah yang membuatku merasa sangat kesal dengannya.
1017.8K viewsCompletedAdded to Library 640 Times as sabio
Read
+Library
LUKA

LUKA

Ada rasa sesal yang begitu dalam, andai saja Bobby masih memiliki seorang ibu mungkin ia tidak akan merasa kesepian. “Maafin, Papa.” Gio mendekatkan wajahnya dan mencium kening Bobby. Ia memilih untuk Kembali ke kamar, membersihkan diri dan memeriksa dokumen perusahaan yang sudah menumpuk. Abraham Gio Dimitri, seorang lelaki mapan yang memiliki dua pekerjaan. Selain menjadi dokter, Gio harus mengurus perusahaan besar miliknya. Perusahaan yang diwariskan kepadanya. Sebenarnya Gio enggan menerima perusahaan yang bukan minatnya hanya saja kecelakaan itu mengubah semuanya. Ia harus menerima tanggung jawab besar. Beban berat yang sebenarnya enggan ia pikul. Sejak dulu cita-citanya menjadi seorang
87.7K viewsOngoingAdded to Library 230 Times as sabio
Read
+Library
TARO

TARO

ia melirik tanganku yang masih sibuk menggerus obat yang memang sudah hampir halus. “Ini sudah halus, kan?” “Iya, sudah.” Kepala Aksa ikut mengangguk. “Ayo kita makan.” Ajaknya. Kami makan dalam keheningan. Aku yang menikmati Soto Babat, dan dia yang sok sibuk dengan laptopnya sembari menyambi makan serta kecanggungan yang meliputi untuk memulai pembicaraan. Maksudku, aku sudah menjudge-nya di awal dan ternyata simbiosis yang ia berikan benar-benar merupakan simbiosis mutualisme. Setidaknya, tinggal di apartemennya yang so tumblr ini saja sudah sangat cukup membantuku melupakan kejadian beberapa jam yang lalu.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as sabio
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status