Terjerat Takdir Tuan Saka
ucapnya dingin, menampar keheningan di antara mereka.
Clara melangkah mendekat, ekspresinya terlihat panik, suaranya mulai meninggi meski goyah. "Apa sih maksud kamu, sayang? Aku beneran cinta sama kamu! Selama ini aku tetap di samping kamu, aku nerima semuanya…" katanya terburu-buru, nyaris seperti merayu agar dipercaya.
Saka tertawa kecil, bukan tawa senang, lebih seperti geli yang getir. "Cinta?" ulangnya pelan, nyaris berbisik. Tatapannya kosong, seolah mendengar hal paling konyol yang pernah ada.