Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu' "Naya, kembalikan!"
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai sajak hujan
Baca
+Pustaka
Jodoh Malaikat Pelindung

Jodoh Malaikat Pelindung

desis Sasa tiba-tiba menghentikan langkahnya di tengah-tengah taman. Sebuah payung dibawa Badai untuk melindungi Sasa dari air hujan. Ia pikir inilah saat yang tepat untuk bertemu dan mengobrol, berharap Sasa mau bicara dengannya. "Mohon ijin, kamu baru sembuh, jangan malah ujan-ujanan," kata Badai tersenyum sangat tampan. "Ujan lebih pengertian sama aku, dia tau gimana sakit dan sendunya hatiku saat ini. Beda sama badai yang dateng cuma buat bikin hancur semuanya," sindir Sasa telak.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai sajak hujan
Baca
+Pustaka
TERPAKSA MENIKAH

TERPAKSA MENIKAH

Laki-laki bersurai hitam itu menghela nafas seraya menatap langit yang kembali cerah menampakan bintang yang bisanya tidak mungkin terlihat di langit Jakarta, tadi sore kota Jakarta dilanda hujan lebat yang membuat Aksa hanyut dalam perasaan ketika mendengar rintikan hujan, bagi Aksa, hujan adalah dirinya, hujan mewakili suasana hati Nathan Aksa yang begitu rapuh. Nathan Aksa memang tidak bisa menangis, namun hujan bebas menjatuhkan semuanya ke bumi, Aksa ingin menjadi seperti hujan. Aksa tidak bisa menyembunyikan air matanya dibalik rasa sakitnya selama bertahun-tahun. Lantas, sampai kapan ini berakhir? Kadang laki-laki itu sering mengeluh kepada Tuhan yang memberi takdir menyedihkan, bahka
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai sajak hujan
Baca
+Pustaka
Tahanan di Ranjang Sang Letnan

Tahanan di Ranjang Sang Letnan

“Hujannya deras sekali ya, sampai-sampai… sampai-sampai… tapi, kalian....” Sriah menyikutnya pelan, memberi isyarat agar tidak blak-blakan. Namun mata keduanya memancarkan rasa ingin tahu yang tidak bisa disembunyikan. Pieter mengangguk sopan. “Hanya sedikit hujan. Tidak perlu cemas.” “S-sedikit, Tuan?” gumam Sriah sambil menatap manset kemeja Pieter yang meneteskan air. “Sedikitnya sampai seperti habis tercebur di sungai, ya?”
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai sajak hujan
Baca
+Pustaka
SUJUD TERAKHIR EMAK

SUJUD TERAKHIR EMAK

Ia merasa seperti orang bodoh yang ingin membuktikan sesuatu, tapi akhirnya ditertawakan oleh semesta. Risa tak pernah menghubungi kembali. Rini dan Arman? Ia bahkan tak tahu mereka ada di mana sekarang. “Aku gagal…” bisiknya pada diri sendiri. Ia menutup wajah dengan kedua tangan. Di luar, hujan turun deras. Gemuruh langit seperti mengolok-olok semua janji yang pernah ia ucapkan—pada Risa, pada dirinya sendiri, bahkan pada kakaknya.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai sajak hujan
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Sempurna

Istri yang Tak Sempurna

Dia pakai pakaian tertutup begitu dan pandai berbohong pula? Richard memang tidak tahu apa yang dipikirkan Reiko tapi mendengar kebohongan Aida, Reiko yang kini berstatus sebagai suaminya pun tidak menyangka dan sudah berpikir macam-macam tentang Aida. "Ah iya banjir di mana-mana." Tapi memang apa yang dikatakan Aida bisa dipercaya oleh Reiko karena Jakarta tidak ada persiapan soal hujan saat ini. Kemarau panjang membuat hujan datang di bulan Juni. Dan ini fenomena yang terjadi di kota Jakarta sekarang.
967.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai sajak hujan
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ri Chi Rich
hai akak semua. terima kasih sudah baca ceritaku. kisah ini adalah kelanjutan dari novelku sebelumnya: Cinta Untuk Nada - Pelakor - Wanita Kedua - Matre - Gimmick -2nd chance in lyon - Dimulai dengan ikatan perjanjian. Dan Istri yang tak sempurna adalah penyempurna novel sebelumnya.
Rika
ceritanya seru dan penasaran..nice.... kadang agak bosen jika alur pikiran tokoh panjang kali dijabarkan. tapi, penulisnya keren dan banyak ilmu interior dll yg dikembangkan.. pasti pintar dan cerdas ni kyk aida si penulis ya... loveee
Baca Semua Ulasan
Cinta Untuk Dr. Saka

Cinta Untuk Dr. Saka

jawab Arini tersenyum dan mengambil jaket saka yang ada di tangan Saka. Tuar Suara petir terdengar begitu jelas. Angin di sertai hujan mulai mengguyur wilayah tersebut. Secara bersamaan, Saka dan Arini menatap ke arah jalan. Hujan turun begitu deras di sertai petir dan angin. "Aduh, bagaimana ini?" tanya arini bingung sembari memakai jaket milik tunangannya itu.
9.759.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai sajak hujan
Baca
+Pustaka
AKU TUNGGU DUDAMU

AKU TUNGGU DUDAMU

Hujan turun semakin deras dan tak memungkinkan untuk mereka melanjutkan perjalanan. “Aduh, udah jam segini dan hujannya masih belum reda. Sebaiknya Bapak pulang saja Pak, panggil teman Bapak atau siapa gitu buat bawa mobil ke sini,” saran Sharena karena tidak enak menawan Saka di sisinya terlalu lama. Tanpa terasa mereka sudah terjebak hujan selama setengah jam di sana. “Terus kamu bagaimana?”
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai sajak hujan
Baca
+Pustaka
Terjerat Takdir Tuan Saka

Terjerat Takdir Tuan Saka

Saka dengan cepat meraih sisa tas belanjaan yang Arum bawa dan menarik tangannya untuk berlari dengan cepat. "Ayo cepet masuk! Astaga... perasaan tadi cerah!" gerutu Saka dengan kesal. Keduanya kini sudah duduk di dalam mobil, dengan baju basah karena guyuran hujan. Sebelum menyalakan mesin, Saka menarik beberapa lembar tisu untuk mengelap tangannya yang basah. Wajahnya tertekuk, terlihat sangat kesal. Ia membuang tisu itu ke kantong kecil lalu mengomel. "Udah saya bilang jangan lama-lama liat snack, masih aja kepala batu. Tuh, kena hujan, kan? Kalau masuk angin gimana?"
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai sajak hujan
Baca
+Pustaka
Putriku Bukan Barang yang Bisa Dipinjam

Putriku Bukan Barang yang Bisa Dipinjam

Seolah mengerti akan kesedihannya saat itu cuaca yang sejak tadi pagi sudah mendung, kini benar-benar turun hujan. Kala itu Dara sontak saja langsung berlari ke bawah pohon rindang. “Abang neduh dulu!” teriak Dara yang kala itu beradu dengan derasnya suara hujan. “Sudah kubilang pulang aja, malah ngikut. Mana kuncinya!” “Mau ke mana?” Kala itu Saka malah menaiki motor. “Ayo!” teriak Saka.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai sajak hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status