Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukan Pewaris Biasa

Bukan Pewaris Biasa

teriak Saka. Di balik derasnya hujan, Juna dan satu pengawal Aji Kartanegara berusaha untuk menutupi tubuh Aji Kartanegara dari belakang. Setelah pria tua itu berhasil sembunyi, Juna dan pengawalnya ikut bersembunyi di pohon lainnya. "Luar biasa! Apa dia tidak kesulitan menembak di tengah hujan deras?" teriak pengawal Aji Kartanegara bernama Rangga.
1056.0K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as sajak hujan
Read
+Library
Rainy Season

Rainy Season

Ucapan Hary tidak bisa membuatku tenang sedikitpun. “Aku sangat menyayangimu Hary, kau harus tahu itu.” ungkapku tanpa tahu malu di depan Torrance. Hary hanya mengangguk sambil tersenyum. Air hujan terus mengguyur jalanan. Tapi untuk kali ini hujan turun ditemani oleh petir dan angin yang lumayan kencang. Mereka seolah menertawai kami yang sedang lari dari musuh.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as sajak hujan
Read
+Library
Kelabu

Kelabu

Aku terus menggosok gosok hidungku yang mulai tampak kemerahan. “Siapa suruh main hujan-hujanan.” Raka mengatakan itu tanpa menghentikan langkahnya sedikitpun. Aku mendesis, “Ish..., Tapi hujan itu bukan suatu hal yang bisa dilewatkan begitu saja.” “Kau main hujan-hujanan seperti anak kecil saja.” “Siapapun bisa main hujan-hujanan ya, tidak ada batasan umur,” jawabku dengan nada sedikit meninggi.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as sajak hujan
Read
+Library
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

(Prolog kecil) Hujan turun seperti lagu yang terlupa nadanya. Aira berdiri di tepi trotoar yang retak, menatap langit yang tak lagi punya warna. Dari sebuah radio tua di warung kopi, samar terdengar lagu lama—suara Rendra, rekaman yang nyaris tenggelam oleh desau angin dan bunyi hujan. "Aku menulis namamu di antara rintik, tapi kota telah menghapus huruf-hurufnya."
101.2K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as sajak hujan
Read
+Library
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

"Mas Mantri, hujannya kok awet banget ya, saya jadi nggak bisa pulang kalau cuacanya masih badai begini di luar." "Iya Mbak Rini, ini hujannya memang nggak biasa, kayaknya bakal lama berhenti kalau melihat awannya yang hitam pekat begitu." Gemuruh guntur yang sangat keras mendadak meledak di langit Desa Sukamaju, membuat kaca-kaca jendela klinik yang sudah tua itu bergetar hebat seolah mau pecah. Air hujan yang tumpah dari langit nampak sangat tebal seperti tirai putih yang menutup pandangan mata ke arah jalanan tanah yang sekarang sudah berubah jadi aliran sungai lumpur. Suara hantaman air di atas atap seng klinik yang sudah berkarat itu menimbulkan kebisingan yang sangat luar biasa, hingga
8.455.1K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as sajak hujan
Read
+Library
Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Hujan turun, tapi bukan lagi partikel cahaya; kali ini, setiap tetesnya terasa berat, seperti membawa kenangan manusia yang terlupakan. Di jalanan Jakarta, orang-orang berhenti berjalan. Beberapa menatap langit sambil memegang dada—seolah merasakan sesuatu yang menekan dari dalam. Rafi berdiri di atap masjid tua bersama Hana. Ia memejamkan mata, menadahkan tangan, membiarkan hujan aneh itu jatuh di telapaknya. “Ini bukan air biasa,” katanya pelan. “Setiap tetes… mengandung memori.”
1.2K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as sajak hujan
Read
+Library
Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

"Maka bersiaplah untuk berdarah." --- # Bayang-bayang di Bawah Hujan Malam harinya, Jakarta kembali diguyur hujan deras. Alessia berdiri di balkon apartemennya, menatap ke arah perkampungan kumuh yang letaknya tak jauh dari pusat bisnis. Ia tahu Adrian ada di sana. Rico telah menceritakan segalanya, termasuk penolakan Adrian untuk diketahui bantuannya.
10851 viewsCompletedAdded to Library 29 Times as sajak hujan
Read
+Library
Salju Jatuh Mengucap Cinta

Salju Jatuh Mengucap Cinta

Pandangannya mulai kabur hingga akhirnya dia pingsan. Saat terbangun, hari sudah gelap. Di nakas samping tempat tidur, ada kue ketan manis kesukaannya. Dulu, setiap kali dia merasa tidak enak badan, Jeremy akan menerjang hujan badai demi membelikan kue ini untuk menghiburnya. Jeremy bilang, saat itu dia miskin. Hanya bisa memberikan kue itu, tapi selanjutnya dia akan memberikan yang terbaik.
4.0K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as sajak hujan
Read
+Library
Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

"Ayo pergi." Jakarta malam itu menelan dirinya sendiri dalam badai hujan tropis yang lebat. SUV yang dikemudikan Aira membelah jalanan pesisir yang banjir. Melalui kaca jendela yang berembun, Raka bisa melihat sisa-sisa kekacauan dari malam runtuhnya Sektor Nol. Kendaraan militer Konsorsium yang terbakar, barikade kawat berduri yang ditinggalkan, dan grafiti-grafiti kemarahan yang mulai menghiasi dinding beton kota.
10979 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as sajak hujan
Read
+Library
Jadilah Pria Kencang Kendor

Jadilah Pria Kencang Kendor

Sasha—begitulah aku memanggilnya karena dia mirip dengan tokoh Jakarta Undercover—menghisap lagi rokok peyotnya, memperlihatkan kuku jarinya yang menguning yang sama dengan giginya. Dia terbatuk-batuk dan berkata, "Aku gak percaya udah musim hujan udah datang." Aku berharap kematianku juga sudah datang. "Uh, ya." Aku sangat ingin membicarakan cuaca sialan ini dengan si brengsek ini. "Yah, pokoknya." Aku mengangguk, tapi aku tidak tahu untuk apa, lalu mencoba pergi.
102.2K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as sajak hujan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status