WANITA YANG KAU HINAKAN
Mereka memang sayang padaku, tapi sesekali memang ucapan mereka pedas kadang bapak harus bentak dulu baru mereka mengerti.
“Mbak, aku tutup dulu ya, takut kuotaku habis kemarin isi cuma sedikit. Insya Allah lain kali kita sambung lagi,” pamitku. Mereka tampak tidak suka.
“Ck, kamu itu, enggak asyik. Baru juga ngobrol sebentar,” ucap Mbak Susi.
“Kan, aku masih kangen,” timpal Mbak Nur.
“Ya, sudah, enggak apa-apa Ta, besok di sambung lagi, Ibu juga mau berangkat pengajian ini,” ucap ibu.
Sikat na Kabanata