Aku Mundur Kau Hancur, Bang!
“Maaf, aku sangat rindu, El. 189 hari aku harus menahan kerinduan ini. Setiap detik berlalu bagai siput berjalan gurun sahara kurasakan. Begitu lambat, haus, dahaga, aku haus, El. Setelah waktu itu berlalu, aku telah datang di hadapanmu, kenapa kau malah mengusirku? Kenapa kau tak paham perasaanku? Atau mungkin, ada yang telah berubah di hatimu, hem? Kau tak merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan?”
Alva mengeratkan pelukan di punggung Elma.
“Maaf, Pak. Tak ada yang berubah di hati saya. Jujur, saya juga kangen. Tapi, kita tak boleh egois. Kakek, Mama dan Papa Pak Alva juga sangat kangen sama Bapak. Saya mau, Bapak sudah berubah saat ini. Setelah enam bulan di perantauan, meni
Hot Chapters