Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Ratu

Sang Ratu

*** Bersambung Salam Silvia Dhaka
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai santet banaspati
Baca
+Pustaka
Cinta Suci Kinanti

Cinta Suci Kinanti

"Hueekkk!" ***Cinta Suci Kinanti***
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai santet banaspati
Baca
+Pustaka
SANG PETARUNG

SANG PETARUNG

Dari ratusan hingga ribuan orang yang belajar di sana setiap tahunnya hanya segelintir yang memang benar benar berhasil menjadi petarung dan itu pun bukan petarung yang sangat hebat seperti Gadzi. Gadzi sampai detik ini menjadi alumni Gloristan terkuat dan mendapat pengakuan dari semua guru di sana dan juga dari Guru Besar Murad. Terbukti saat ini Gadzi menjadi Sang Pengawal Raja dan posisinya belum ada yang menggesernya selama bertahun-tahun.
760 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai santet banaspati
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Merpati

Cinta Sang Merpati

“Loh, kok gitu? Bibi boleh tau namanya?” “Em, namanya ... Theo?” Nadya menatap Bi Ani penuh tanya. “Gimana? Bagus gak?” “Eeeh? Maksud, Non?” Nadya menghela napas kemudian bercerita tentang pasien yang ia beri nama Theo, pasien ODGJ yang sangat langka, merupakan kasus kedua setelah tujuh tahun berlalu. Sebenarnya asal-usul Theo tidak sejelas kasus sebelumnya, tetapi perilakunya sangat mirip, bedanya pada kasus pertama si pasien bertingkah seperti ayam.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai santet banaspati
Baca
+Pustaka
Sang Naga Bumi

Sang Naga Bumi

Bab 40 “Dengan ini Kaisar menganugerahi ....” Kasim utama membuka gulungan di tangannya dengan gerakan perlahan namun anggun, suaranya lantang dan jelas: “Gelar kehormatan Jenderal Pemberani kepada Qin Guan, sebagai pengakuan atas keberanian dan pengorbanannya dalam pertempuran di perbatasan utara.”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai santet banaspati
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Bahtera di dada harapan Saat hiruk pikuk merengkuhku di belantara Kita hanya sebatas rasa yang tak pernah di anggap ada Mungkinkah gugup tak berdaya menjadikan gigil terbalut kasihmu nan manja Di ranting-ranting cemara kering, se ekor burung camar bertengger tuk nikmati pawana Ia tahu ranting itu rapuh merana Bergeser tubuh untuk menarikan cinta Pada kenikmatan senja Dawainya mata Camar kepakan ekor dan sayap Selalu menarik pasangan lelap Menata akan suatu harap Namun ia bentuk elegi buana sebagai sajian tarian kirap Sampai tariannya sering ancap Kerap ia menerjang hilap Sebagai karunia kasihnya membulat genap Berangan gerak riang penuh harap
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai santet banaspati
Baca
+Pustaka
Titimangsa Parasu

Titimangsa Parasu

Salah satu muridnya adalah Lintang Abang. Sementara, Jakaprana adalah kepala Dusun Wingitan. Ia telah dua musim menolak membayar upeti dan pajak ke Singasari. Alasannya, dalam dua musim terakhir, akibat kemarau yang panjang, warga Dusun Wingitan gagal panen. Tak ada warga yang sanggup membayar upeti. Dusun Wingitan mengalami kekurangan pangan.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai santet banaspati
Baca
+Pustaka
PENDEKAR LEMBAH HANTU

PENDEKAR LEMBAH HANTU

Seorang pejalan kaki yang juga menonton peristiwa tersebut mendekati penjual kue dan bertanya "Kamu tahu siapa bhiksuni itu?" Penjual kue menggeleng "Aku tidak tahu, memangnya kamu kenal dia?" "Dia Gusti Putri Gayatri Rajapatni isteri Gusti Prabu Wijaya, putri bungsu Gusti Prabu Kertanegara. Setelah anaknya Tribuana Tunggadewi naik tahta, dia memutuskan untuk menjadi bhiksuni. Setelah menjadi bhiksuni namanya berubah menjadi Santini."
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai santet banaspati
Baca
+Pustaka
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

Simbol lingkaran tiga garis tersulam di jubahnya merupakan lambang Majapahit. Ia menulis dengan kuas kecil dan tinta merah: Rombongan berangkat tiga minggu lagi. Putri kunci. Siapkan penyergapan di Citarum. Tak ada yang kembali hidup. Ia menggulung bambu, menyerahkannya ke pelari bayangan. Wajah pelari tersembunyi di balik kain hitam. “Kirim ke Gajah Mada,” bisiknya, suaranya dingin. “Katakan, Galuh jatuh sebelum matahari terbit di Bubat.”
780 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai santet banaspati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status