Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SANTET

SANTET

Asy-Syura: 30)" Raga dan Galih pun manggut-manggut mengerti. Sudah jelas bagi mereka kenapa orang yang rajin salat pun tetap bisa terkena sihir. "Lalu sihir apa yang mengenai Jamila Pak Ustad." "Santet ce la na dalam." Raga dan Galih pun seketika menautkan alis. Santet macam apa itu? Terdengar lucu dan tidak masuk di akal.
9.37.3K viewsCompletedAdded to Library 218 Times as santet janur ireng
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.5K viewsCompletedAdded to Library 229 Times as santet janur ireng
Read
+Library
Senja yang Ternoda

Senja yang Ternoda

tegas Tiara. Nanta pun tak berkata lagi. Percuma menyadarkan seseorang yang sedang kasmaran. Dia berdiri memandang mentari yang sebentar lagi akan benar benar meninggalkan hari. 'Senja memang indah, seindah orang yang menyukainya' batin Nanta. Saat matahari benar-benar telah tenggelam, Nanta dan Tiara pulang. Sepanjang perjalanan mereka tak saling bicara, hanya bunyi langkah kaki yang menemani.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as santet janur ireng
Read
+Library
Jerat Cinta Sang Langit

Jerat Cinta Sang Langit

ucapnya parau. Bagian atas daster yang hanya berupa karet membuat Langit mudah menaklukkannya. Ia tarik ke bawah, dan terlihatnya aset milik perbukitan kembar miliki Bumi. Hanya tertutup br* warna hitam, Langit menggeram lalu menenggelamkan wajahnya di sana. Dalam sepersekian detik saja, b** itu terlepas, dan gigitan lembut serta remasan menggantikannya.
1015.7K viewsCompletedAdded to Library 565 Times as santet janur ireng
Read
+Library
Senandika

Senandika

Shera membentaknya, memberontak dengan menarik tangannya dari genggaman Jevan yang sangat kuat. “Berhenti! Lo bisa nyari pelan-pelan kalau belum ketemu!” Jevan membalas dengan nada tinggi yang membuat Shera akhirnya berhenti. Shera menatap Jevan dengan tajam. “Gue udah bilang sama lo gue benci hujan. Gue gak bercanda, Jevan. Lo gak tau gimana rasanya kepala lo bagai ditikam palu dari berbagai sisi tiap kali hujan datang, tiap kali lo kena hujan! Gue…gue beneran sebenci itu sama hujan, Van…”
2.5K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as santet janur ireng
Read
+Library
Renggali

Renggali

raung Ansel dengan muka yang menyebalkan. “Huh! iya-iya! Gua tahu kok. Tidak usah berlebihan begitu! Dan? Tolong jauhkan mukamu yang MENGERIKAN itu dari pandanganku,” cetus Arav sambil memalingkan kepalanya. “Itu bisa membuat bola mataku copot,” lanjutnya sambil bergumam. “Berpikir normal sedikit kenapa sih!” pungkas Ansel berbicara sendiri sembari berjalan duluan.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as santet janur ireng
Read
+Library
MANT(en)AN

MANT(en)AN

“Janji kelingking, Jay. Lo masih inget, kan?” “Ah, iya! Gue inget!” Kemudian kusambut jari kelingking Risna. Janji pun dibuat. Risna akhirnya tersenyum haru, lalu mengempaskan dirinya ke tubuhku. Meski sedikit ragu, tetapi kudekap ia dengan hangat penuh kasih sayang.
103.2K viewsOn holdAdded to Library 110 Times as santet janur ireng
Read
+Library
Jerat Cinta sang Tuan

Jerat Cinta sang Tuan

Bagaimana Bulan bisa menyelamatkan Bik Tari, jika lawannya adalah pria iblis di depannya saat ini? *** Fara berusaha tak menjerit. Wajah perempuan itu menengadah, sementara dua tangannya meremas seprei sebagai pelampiasan rasa sakit yang diterima. Fara jelas tidak menikmati ini, sebab tuanya begitu kasar. Ia bahkan tak diberikan pemanasan dahulu tadi.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as santet janur ireng
Read
+Library
PENGANTIN RAJA SAETAN

PENGANTIN RAJA SAETAN

Senyum manis di wajah itu menipu siapa pun yang melihat. “Yang Mulia,” bisik Nadita dengan suara menggoda. “Hari ini adalah hari bahagia kita. Bukankah kamu merasakannya?” Raja Saetan menoleh sekilas. Senyumnya hambar. “Kebahagiaan sejati tidak lahir dari kebohongan.” Ratu Nadita hanya terkekeh, menahan rasa puas karena mengira ia sudah menang. Pendeta Jien membuka kitab suci, suaranya bergema. “Hari ini kita menyatukan Raja Saetan dan Fang Jianheeng, di hadapan langit dan bumi...”
104.9K viewsCompletedAdded to Library 147 Times as santet janur ireng
Read
+Library
Pernikahan Nona Smith

Pernikahan Nona Smith

Kedua matanya memerah dengan tulang rahang mengeras. Hendry menelan ludah. Ia tidak mengira jika menantunya yang santun dan ramah, bisa menjelma menjadi demikian. "Kurang aj*r! Beraninya kau ... " "Diam!" hardik Janu saat Sinta hendak mengomelinya. Masih dengan suara yang sangat lantang hingga membuat Sisil memejamkan mata beberapa saat. Tampaknya Janu memang mengerahkan suara terkeras yang bisa ia lontarkan, terbukti dari urat-urat di lehernya yang menyembul.
1034.2K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as santet janur ireng
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status