Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
My-Ex

My-Ex

batin irin berteri irin menghambur peluk di tubuh dante, dante pun yang tak siap hampir saja terjungkal bersamaan dengan iri irin menangis sejadi-jadinya, tangisan yang terdengar sangat pil "sakit dante, sakit hiks.. hiks.. " hanya kata itu yang terus keluar dari mulut iri dante semakin bingung, ia pun mengusap dan mengecup kepala irin dengan lembu "apanya yang sakit, hm "semuanya, sakit. hiks hiks. dante mengeratkan pelukannya di tubuh irin, ia merasa tak tega dan tenggorokan tercekat, ikut merasakan sedih yang tertaha
1018.0K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 485 fois en tant que santet janur ireng
Read
+Librairie
Budak Kesayangan Sang Tiran

Budak Kesayangan Sang Tiran

“Janji.” ***
105.1K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 111 fois en tant que santet janur ireng
Read
+Librairie
Jerat Cinta Sang Penggoda

Jerat Cinta Sang Penggoda

Matanya mengembun, seperti ingin menangis saja. Raya berhenti sejenak di taman rumah sakit. Berusaha menenangkan dirinya lebih dulu sebelum masuk untuk melihat keadaan Aurel. Dari tempat duduknya, Aurel menatap langit yang mulai berubah gelap. Sebentar lagi hari akan berganti malam.
521 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 13 fois en tant que santet janur ireng
Read
+Librairie
Salju Jatuh Mengucap Cinta

Salju Jatuh Mengucap Cinta

Sungguh konyol. Dia menarik kembali tangannya, rasa muak di matanya semakin dalam. Lalu dia menjatuhkan perintah yang tidak dapat dibantah. "Iris di bagian tato itu. Karena dia berani menipuku, maka buat kebohongan itu jadi kenyataan!" perintah Jeremy dingin sebelum meninggalkan ruang operasi. Seria menggelengkan kepala dengan panik, air matanya mengalir deras. Namun, Jeremy tak sedikit pun menoleh dan langsung meninggalkan ruang operasi.
3.8K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 75 fois en tant que santet janur ireng
Read
+Librairie
Pembalasan Sang Siren

Pembalasan Sang Siren

Kiara menatap amplop cokelat yang jatuh di meja dengan gemetar. Tangan-tangannya yang biasanya sigap dan tegas kini bergetar, seolah menolak kenyataan yang akan ia hadapi. Nama itu —Darian Snow— masih terngiang di kepalanya. Hatinya bergolak, menimbang antara kemarahan, kesedihan, dan kebingungan.
541 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 12 fois en tant que santet janur ireng
Read
+Librairie
SILARIANG

SILARIANG

seru Tyo sambil merentangkan tangannya dibarengi senyum yang lebar. “Waalaikumsalam, kejutan apa Mas?” Tenri melongo ke arah garasi samping rumah mereka setelah mengambil tangan suaminya dan mencium punggung tangan Tyo. Tyo merengkuh istrinya sambil tertawa-tawa.
102.2K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 73 fois en tant que santet janur ireng
Read
+Librairie
Sebening Senja

Sebening Senja

Hanya di kamar ini ia bisa menunjukkan sebenar-benar dirinya, tanpa seorang pun tahu yang ia pikirkan bahkan rasakan. Jalinan air dan bumi, semakin merapat hingga tak ada celah untuk tak membasahi setiap benda yang terusap. Hadirnya selalu mampu memaksa Senja mengingat jejak lapuk yang kusut namun sulit untuk surut. Selalu ia nikmati meski pahit, selalu nagih seperti kopi dalam gelas gelatik yang ia genggam. Bersama tegukan dari bibirnya mengalir rindu menyesap hingga ke hati. "Senja, hujan." Bibir itu bergetar menahan dingin. Ia melipat tangan di depan dada seraya mendekap jaket yang terlihat lebih besar dari ukuran badannya.
3.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 100 fois en tant que santet janur ireng
Read
+Librairie
Senja Pertama

Senja Pertama

Sendanu berputar ke kemudi saat Nana malah melanjutkan kalimat itu menjadi sebuah nyanyian. “Yang tak sempurna dan kadang salah. Namun dihatimu hanya satu, cinta untukku luar biasa.” Sendanu memutar bola matanya karena kesal. Lirik yang benar bukan seperti itu. Nana mengubahnya menjadi buruk menurut Sendanu. “Kalau nggak bisa nyanyi mending diem aja.” “Give me your happy, give me your sad, I maybe staying, I maybe going.”
7.8K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 155 fois en tant que santet janur ireng
Read
+Librairie
JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

"Kamu meremehkanku. Jangankan sihir, santet pun aku bisa." Aku memutar mata malas. "Gini aja, deh! Kalau kamu memang lebih hebat dari para penyihir itu, coba sediakan makanan enak di sini. Buktikan kalau kamu itu memang setan yang paling hebat dari segala setan di alam raya ini." "Oh, kamu nantangin aku! Jangankan makanan, chef-nya pun aku hadirkan untukmu di sini!" Rara terlihat sangat bernafsu ingin membuktikan kehebatannya.
9.93.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 110 fois en tant que santet janur ireng
Read
+Librairie
Seruni Senja

Seruni Senja

jawab Ira. “Kalau begitu mari janji kelingking,” kata Navi. “Baiklah kita janji kelingking berarti sudah sah ya perjanjian ini, kamu jangan mengingkarinya.” Kata Ira. “Sudah sah, kita harus menepatinya kelak,” kata Navi. Ira pun tersenyum mendengar janji dari Navi. “Apa kamu senang Ira, jika kelak kita selalu bersama?” tanya Navi.
106.7K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 188 fois en tant que santet janur ireng
Read
+Librairie
Dernier
1234567
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status