Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menikah dengan Tetangga Jutek

Menikah dengan Tetangga Jutek

Ada bumbu gule, bumbu kare, atau apa aja. “Itu bisa. Tapi, itu tidak awet. Yang awet banyak di supermarket.” Tini merogoh saku roknya, lalu mengeluarkan hapenya. Setelah mengusap layar itu dan menemukan apa yang dicari, Tini menunjukkan tampilan hp nyapada Sekar. “Pake bumbu kayak gini saja bagi pemula. Ini bumbu anti gagal.” Tini tersenyum penuh percaya diri.
10166.9K viewsCompletedAdded to Library 4.2K Times as sapu lidi kecil
Read
+Library
GELORA NAFSU SUAMIKU

GELORA NAFSU SUAMIKU

Ukuran cctv itu sangat kecil sekali hingga kalau tidak teliti maka keberadaannya tidak akan terlihat. "Hallo, Rian," sapa Heri begitu panggilan terhubung. "Hallo, Heri! Gimana, Lo udah beresin tugas yang gue kasih?" tanya Rian tanpa basa-basi. "Hish, Lo itu emang enggak pernah bisa sabaran, Rian!" decak Heri sebal. "Jawab saja, Heri, gue enggak punya waktu buat basa-basi. Gue butuh jawaban pasti dari Lo!" ucap Rian tak sabaran.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 179 Times as sapu lidi kecil
Read
+Library
SUAMIKU SUAMIMU

SUAMIKU SUAMIMU

Lidya berdiri hendak masuk ke dalam, tapi segera dicegah oleh Sofia. “Nggak usah repot-repot, Mbak. Kita mengobrol santai saja.” Lidya membatalkan niatnya menyiapkan minuman untuk Sofia dan duduk lagi. “Anaknya berapa, Mbak Lidya?” tanya Sofia ramah. “Tiga, Mbak.” “Wah sudah tiga ternyata. Cewek atau cowok?” “Satu cowok dan dua cewek, Mbak.”
1013.4K viewsOngoingAdded to Library 442 Times as sapu lidi kecil
Read
+Library
Supirku Sayang

Supirku Sayang

Hingga akhirnya ia terlelap masih dengan pakaian yang seharian dipakai. Di tempat lain. Zaid duduk bersandar di ranjang. Ia tersenyum sendiri membayangkan Sheila yang dengan tekun mempelajari Alquran. Ada rasa haru menyeruak di dada tatkala menyaksikan gadis itu begitu bersungguh-sungguh melafalkan huruf-huruf Hijaiyah dengan susah payah. Memang belajar di waktu besar tidaklah semudah belajar di waktu kecil. Pantas saja jika ada pepatah mengatakan, bila belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Namun, belajar di waktu besar bagai mengukir di atas air.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 223 Times as sapu lidi kecil
Read
+Library
DIBULLY SUAMI SENDIRI

DIBULLY SUAMI SENDIRI

POV AISYA "Siapa, Sya?" Ummi bertanya dari arah dapur. "Tidak tahu, Mi. Memang tak ada yang ngirim pesan main ke rumah?" Aku bertanya pada Ummi. Karena biasanya kalau ada keluarga yang datang, selalu mengirim pesan. Itu sudah seperti itu sejak aku kecil. "Dilihat dulu...." Pinta Ibu. Maka aku pun bergegas, berusaha berdiri dari dudukku. Namun, tanganku ditahan Syerin. Dia malah memintaku duduk.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as sapu lidi kecil
Read
+Library
Status WA Suamiku yang Disembunyikan

Status WA Suamiku yang Disembunyikan

ucapku dengan dada berdenyut nyeri. "Sayang, Mas enggak suka, ah, kamu ngomong gitu. Kan, kita juga udah sama-sama cek kesuburan, kita sama-sama normal. Cuma emang belum waktunya aja, Sayang. Kita masih disuruh usaha lagi sama enggak putus doa," tuturnya sambil mencium jemariku. "Lagian usahanya juga enak, kan?" godanya. "Ih, mesum!" sungutku sambil menahan senyum.
10112.8K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as sapu lidi kecil
Read
+Library
Tiga Mayat Satu Takdir

Tiga Mayat Satu Takdir

“Sayang kita terlalu jauh. Tapi… tak apa kalau ganggu Serigala Bayangan, kan? Lempar beberapa ke kerumunan mereka. Tapi jangan jelas kita pelakunya.” Sophia tersenyum tipis, jarang terlihat. “Aku bisa buat beda,” katanya, tangannya bergerak. Dalam sekejap, ia ciptakan sepuluh bebola lendir merah kecil—sebesar jempol—dan satu bebola besar seukuran tinju. “Yang kecil buat kalian,” katanya, membagikan bebola kecil ke Kael, Lyra, Sarah, Murphy, Laila, bahkan kapten, yang tersentak kaget. “Yang besar… milikku.” Murphy tertawa keras, memegang bebola kecilnya seperti harta. “Haha! Semua ikut main? Ini seru! Ayo lempar!” Nadanya penuh semangat, matanya cokelat berbinar.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as sapu lidi kecil
Read
+Library
Suamiku Bukan Kuli Panggul Biasa

Suamiku Bukan Kuli Panggul Biasa

Mimpi itu terasa nyata sekali. “Yu?” Suara Sigit memecah lamunanku. Dia muncul di ambang pintu dengan celemek abu-abu yang terlalu kecil di tubuhnya yang besar itu. Ada senyum di bibirnya yang membuat mataku panas. “Sarapan udah siap,” katanya. “Aku cuma bisa masak seadanya, tapi semoga kamu mau makan.” Aku menegakkan badan dan tersenyum kecil. “Kamu masak?”
102.9K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as sapu lidi kecil
Read
+Library
RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

Namun entah kenapa, ada rasa kecut di hatinya. "'Ayo, aku akan membawa kalian ke studio lukis Little Genius!" Bu Lili berkata sambil mengambil kunci mobil dari tas di sampingnya. la menekan tombol dan Hyundai ix25 yang tidak jauh dari sana langsung menyala. Itu adalah mobil SUV Hyundai ix25 yang cukup bagus dan memiliki nilai yang baik dalam hal kinerja dan harga. Ini pertama kalinya Sisi naik mobil Bu Lili! Dia langsung berlari ke mobil Bu Lili dengan sangat gembira.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as sapu lidi kecil
Read
+Library
Suamiku Bukan Tukang Sol Sepatu Biasa

Suamiku Bukan Tukang Sol Sepatu Biasa

Serin bertanya dan kini terdengar lebih antusias daripada sebelumnya. “Hapenya, Mbak. Hape dia itu kayaknya seharga satu motor deh. Itu loh biasa si apel yang digigit sedikit itu,” jelas Vena yang terdengar malas ketika menjelaskan perihal smartphone yang sebenarnya sangat dia inginkan itu. Akan tetapi, dikarenakan harganya yang menurutnya terlalu mahal dan sulit dijangkau, dia pun tidak bisa memilikinya.
1025.2K viewsCompletedAdded to Library 680 Times as sapu lidi kecil
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status