Dear Secretary
“Kamu masih muda. Nanti pasti akan ada penggantinya. Yang terbaik.”
“Susah kayaknya,” jawab Sinar pesimis. “Dia itu ... cinta pertama saya.”
Kali ini, Bintang geleng-geleng. “Senyum, Nar.”
“Nggak bisa, Pak.” Sinar menepuk-nepuk dadanya sendiri. “Di sini, tuh, sakiiit banget kalau ingat dia. Jadi, gimana bisa senyum?”
“Bisa, bisa,” kata Bintang sambil memutar stool bar-nya ke arah Sinar. “Coba sini.”
Hot Chapters