Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor
‘’Mas, aku pergi dulu ya.
‘’Nggak boleh lama. Aku nggak ada temen di sini,’’ sungutnya yang membuat aku terkekeh.
‘’Eh, katanya Mami kamu mau pulang, Sayang? Trus mana bisa kamu pergi dengan si Fani.’’
‘’Iya aku tahu. Tapi nggak lama kok, Sayang.’’ Aku bergegas bangkit.
‘’Aku pergi dulu, Mas. Bye,’’ kataku sambil melambaikan tangan.