Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembungkaman Dua Gadis Nahas

Pembungkaman Dua Gadis Nahas

Dia mencari sumber suara dan menemukan plastik sampah berwarna hitam besar yang ujungnya diikat dan sedang bergerak-gerak. Galih langsung mendekati dan membukanya, ternyata di dalam plastik sampah itu ada wanita muda yang berlumuran darah dan itu Maya, tapi dia masih hidup dan kondisinya lemas. Tangannya diikat dan matanya ditutup. Galih melepas ikatan di tangannya dan membuka penutup matanya. Galih langsung membopong Maya ke rumah sakit. Plastik yang didalamnya berlumuran darah, di ambil Galih keesokan harinya untuk dibakar atas permintaan Maya.
720 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai sayap dari plastik
Baca
+Pustaka
Suami Janda Paling Setia

Suami Janda Paling Setia

Kinanti membutuhkan aku walaupun ia belum sadar dan yang paling penting Mixi dan Yura, aku harus mengurus pindah sekolah mereka besok pagi. Aku mencoba mencari ide lain, aku melihat ke sekitar barang kali ada daun pisang yang bisa di buat untuk berteduh, tapi tidak ada. Selanjutnya pandanganku tertuju pada plastik besar pembungkus pakaianku. Plastik sisa usaha laundry kiloan kemaren. Langsung saja aku mengeluarkan baju yang ada di dalamnya. Plastik itu aku belah menjadi dua. "Tutup kepala kalian pakai ini!" titahku.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai sayap dari plastik
Baca
+Pustaka
Akhirnya Aku Kembali

Akhirnya Aku Kembali

Siapapun yang melihat tali pada plastik itu, pasti sudah tahu jika plastik itu sudah siap untuk dibuang. Tapi Shen Yiyi masih sangat penasaran dengan isi di dalamnya, sehingga ia kemudian memutuskan untuk hanya mengintip sedikit saja. Hanya sedikit, tidak masalahkan?! Lalu dengan perlahan, Shen Yiyi mulai menarik tali pada plastik itu sedikit demi sedikit hingga tali itu terlepas dan menampilkan seonggok baju yang telah tercabik-cabik. "Oh. Hanya baju...", gumamnya kemudian. Saat ini, tentu saja Shen Yiyi sudah merasa lega karena berhasil mengobati rasa penasarannya itu.
9.8191.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.7K kali sebagai sayap dari plastik
Baca
+Pustaka
Executive Chef Tampan

Executive Chef Tampan

Titik. "Permintaan maaf?" ia mengangkat satu kantong plastik yang beraroma nasi goreng seafood. Sangat wangi hingga Nadhira melamun memandangi kantong plastik itu sejenak. "Boleh!" Nadhira segera menerimanya.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai sayap dari plastik
Baca
+Pustaka
ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

“Ini buat belanja, Salma, masa buat bungkus sepatu kamu.” “Iya, aku tau.” Dia memajukan bibir. “Tapi, kan, nanti juga diberi kantong plastik sama pedagangnya.” “Kamu nggak tahu, kalau benda ini buat mempersehat Bumi? Kita harus mulai mengurangi penggunaan kantong plastik.” “Oh, jadi kamu sekarang duta kantong kain. Kalau begitu aku juga mau berhenti pake kantong plastik, ah.”
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai sayap dari plastik
Baca
+Pustaka
Cold And Sweet Marriage

Cold And Sweet Marriage

Dengan malasnya Aera turun dari tempat tidurnya dan dengan langkah gontai ia mengutip kembali plastik tersebut dan memasukkannya dengan benar di dalam tong sampah. Langkahnya terhenti sejenak saat melewati jendela di samping kanannya. Perlahan ia kembali mundur dan melihat dengan seksama ke adaan di luar dari jendela. Dan dari jendela ini dia bisa melihat jendela lainnya milik apartemen di sampingnya. Wah dia baru sadar bahwa kamarnya di hadapkan langsung dengan apartemen lainnya. Setidaknya dia bisa melihat suasana lain diluar bukan?
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai sayap dari plastik
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
“Kirain tadi bakal dibungkus.” “Nggak. Harus diet plastik, kasian bumi kita udah kebanyakan nelan sampah plastik.” kataku sambil menyeruput es dawetku langsung di gelasnya tanpa sedotan. Mas Wira menoleh ke arahku. “Mau dong dikit.” Aku pura-pura tidak mendengar ucapan Mas Wira. “Kayak ada yang ngomong deh?” tanyaku masih sambil sibuk menyeruput dawetku.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai sayap dari plastik
Baca
+Pustaka
Dikhianati Tunangan, Diratukan CEO Tampan

Dikhianati Tunangan, Diratukan CEO Tampan

Ternyata, tak hanya ada plastik disana, namun juga ada minyak kayu putih dan beberapa obat-obatan lain. Bunda Seira segera mengambil plastik itu dan memberikannya kepada Arsy. Tanpa berlama-lama, Arsy pun segera memuntahkan isi perutnya disana, sementara Bunda Seira nampak memijat pelan tengkuknya. "Keluarin aja, Sy, jangan ditahan," ucap Bunda Seira dengan lembut. Arsy hanya mengangguk pelan. Setelah semua gejolak diperutnya keluar, tubuhnya pun langsung mendadak lemas dan tak bertenaga.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai sayap dari plastik
Baca
+Pustaka
Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

“Ini yang diplastik hitam makanan aman buat Nyonya.” Satu tangan Bi Uti terulur memberikan satu bungkus roti tawar dan satu buah apel yang dimasukkan dalam plastik hitam. “Makasih, Bi,” bisik Savita menerima dengan mata berkaca-kaca. Penopang hidupnya akhirnya datang. Dia harus menghemat roti itu. “Gimana caranya Bibi bawa plastik hitam itu?” tanyanya tiba-tiba penasaran.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai sayap dari plastik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status