Embun Cinta
Pagi hari, seperti biasa, setelah berkali-kali dibangunkan Mama.
Kali ini, aku sudah mandi dengan air hangat. Dan sudah memakai seragam sekolah.
Seperti biasa, aku dan keluarga berkumpul sebelum malakukan aktivitas masing-masing. Sarapan.
“kamu kok nggak seperti biasanya, Nisa?” Mama mulai pembicaraan di meja makan.
“Nggak sama bagaimana sih, Ma?” Aku balik bertanya.
“Tidak biasanya kan kamu berangkat sekolah memakai parfum sewangi ini? Atau jangan-jangan …,” Mama menolah ke arah Papa, tidak melanjutkan pembicaraan.