Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TAMU SELEPAS SUBUH

TAMU SELEPAS SUBUH

ucapku sambil menunjuk ke depan. Kami pun kemudian berbelanja kebutuhan dapur. Tak lupa kubeli juga sebuah dress dan pakaian dalam baru, yang nantinya akan dipakai si ulat bulu itu. Juga sebungkus makanan cepat saji untuk Mas Hasan. Tak lupa beberapa bubuk rahasia, yang nantinya akan kami gunakan. "Hati-hati ya, Bik. Nanti kalau ada apa-apa, langsung telepon aku saja," pesanku pada Bik Nur, yang akan memasuki taksi online yang sudah kami pesan sebelumnya.
10111.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Si Buta Dari Sungai Ular

Si Buta Dari Sungai Ular

Tiba-tiba saja sebuah senyuman bertengger di bibir orang itu. -o0o- KABUT PAGI masih menggumpal. Butiran embun masih melekat pada dedaunan. Semak belukar basah dan berjuntai ke sana kemari dipermainkan angin. Hawa dingin begitu menyengat, menembus tulang bagian dalam. Membuat setiap kali menghembuskan napas seperti mengeluarkan asap.
1053.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai sebening embun pagi
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
INovel terbaru saya PENDEKAR KERA SAKTI Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Baca Semua Ulasan
Mimpi Buruk Di Depan Bar

Mimpi Buruk Di Depan Bar

Pacarku minum obat perangsang? Di bawah rangsangan yang begitu hebat, darah di sekujur tubuhku terasa mendidih. Perut bagian bawahku terasa penuh dan area di bawah sana mulai basah. Aku belum pernah merasakan sensasi seperti ini sebelumnya, kegembiraanku sudah mencapai puncaknya. Namun, ini di jalanan! Aku tak mau difoto dan diunggah ke situs web yang aneh-aneh.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Bab 200: Panen Raya Biji-Bijian Embun pagi belum hilang, dan matahari baru saja melewati ujung selatan Red Tide Ridge dan menabur di ladang yang luas. Ladang gandum gandum ditutupi dengan gelombang emas, bergelombang tertiup angin. Kentang ditumpuk seperti bukit, dan daun lobak masih berkilauan dengan tetesan embun yang belum meleleh.
9.78.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Semalam Dengan Sepupumu

Semalam Dengan Sepupumu

Padahal itu urusan Selly, mau ada hubungan apapun. “Hah.” Rama menghela nafas lalu mengusap wajahnya. Ia kembali membuka kopi kemasan botol yang tadi dibeli lalu meneguknya. Berharap pagi cepat datang, ingin segera mencari tahu jawaban dari segala pertanyaan dibenaknya. Sampai menjelang subuh, Rama masih bergeming di tempatnya. Bima terjaga dan menyadari sudah hampir pagi.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Benih Rahasia Yang Kau Sia-Siakan

Benih Rahasia Yang Kau Sia-Siakan

Di saat semua kelurganya terlelap, saat itu juga Kezia bangun dan terlihat memasukkan beberapa barang ke dam tasnya. Kezia menyempatkan diri untuk searching di sosial media tentang perusahaan itu dan sepertinya menarik untuknya. Pagi harinya masih sama, tidak ada yang berbeda dari hati-hati yang lain dimana Kiara menggandeng Reza menemui keluarga untuk sarapan pagi. Masih sama dengan aktifitas yang sudah-sudah. "Selamat pagi semua?" Kezia keluar kamarnya mengenakan rok pendek di atas lutut dengan atasan blush berwarna putih."
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
SEBUNGKUS MIE INSTAN

SEBUNGKUS MIE INSTAN

Padahal pagi itu mereka harus segera bersiap untuk mengantarkan Yusuf pada orang yang biasa menyewanya. Yusuf sudah ada dalam gendongan Jimmy. Bayi dua tahun itu sudah bangun subuh tadi. Badan yang sebelumnya montok dan berisi kini berangsur menyusut. Tidak ada lagi pipi gembul. Dan tubuh putih mulus turunan dari ibunya berangsur berubah kusam dan menggelap karena seringnya terpapar sinar matahari di jajanan. "Kamu itu suka buru-buru saja, Jim," sungut Bu Wati---ibunya Jimmy.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Beberapa saat sebelumnya. Rey membuka pintu bar dan berjalan masuk. Karena sudah pagi maka pengunjung bar itu tidaklah banyak. Orang-orang pasti sudah pulang setelah semalaman menikmati keindahan yang liar. Dia berjalan menghampiri meja bartender. Rey bisa merasakan tatapan beberapa orang yang tertuju padanya. Tapi pria itu tidak mempedulikannya. Asalkan mereka tidak mengusiknya, maka Rey tidak akan bertindak apapun pada mereka.
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 326 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Kemilau Senja

Kemilau Senja

jawabku dengan lembut dan senyum yang manis. "Oh begitu, kelihatannya memang enak ya, bolehlah dicoba, tapi sedikit saja, karena saya tidak terbiasa makan makanan yang mengandung banyak karbo di pagi hari," ucapnya dengan senyuman yang sangat manis menurutku.
1011.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dini

Pernikahan Dini

Sang surya mulai memancarkan semburat jingga pertanda fajar datang. Tetes embun membasahi dedaunan hijau menyegarkan indra. Kumandang adzan subuh pun telah bertalu-talu dan terdengar beberapa menit lalu. Jodi yang mulai terbangun merasa dirinya masih di buai alam mimpi lantaran di hadapannya terpampang nyata sepasang alpukat sekal masih terbungkus rapih di tempat nya.
1028.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status