Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MERINDUKAN SURGA

MERINDUKAN SURGA

Nek Minah tersenyum lembut dan mengangguk, Alya membalas senyuman Nek Minah dengan perasaan lega, meski sebenarnya dia penasaran apa yang baru saja dibisikan Rico kepada Nek Minah. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Udara Desa Pandan masih terasa dingin dengan sisa-sisa gerimis tadi malam yang membasahi rumput dan dedaunan. Namun, mentari hari ini terlihat cerah seolah tersenyum menyambut hari.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

“Aku sering melihatnya cuci muka di bejana, sebelum beliau mulai bekerja setiap pagi.” Bukit Berkabut dengan hawa dingin yang menusuk kulit, cuci muka adalah hal yang lumrah dilakukan Calistung, Rimba dan Nenek Suyatim. Memang ada air terjun di sana. Namun buat apa mereka harus pergi ke bawah air terjun hanya sekadar buat cuci muka setiap pagi? “Jadi ...,” Senala menunjuk wajahnya sendiri, “aku adalah perempuan, bukan nenek-nenek, yang pertama kamu lihat sedang mencuci muka di depanmu, begitu maksudmu?”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

#PJSR_2 ____________________ PoV Bang Ochi ____________________ Matahari pagi bersinar cemerlang. Embun dingin terhangatkan lalu menetes dari ujung lengkung dedaunan dan ujung-ujung lancip rerumputan liar.
9.57.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Kabur Saat Mengandung Benih CEO Arogan

Kabur Saat Mengandung Benih CEO Arogan

Tapi hanya ada cairan bening putih yang keluar. Tubuhnya melorot kebawah, matanya memerah. Rasa mual masih terasa di ujung tenggorokannya. Ia memikirkan dirinya yang tiba-tiba merasakan hal aneh. Padahal ia tidak memakan apapun sebelumnya, tidak mungkin ia keracunan makanan.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Mandi Keramas Setiap Pagi

Mandi Keramas Setiap Pagi

Asty beranjak meninggalkan Evan yang masih diam mematung. "Kamu akan tetap menjadi milikku," desisnya. Evan menatap punggung Asty yang mulai menjauh. *** Hari telah berganti, pagi ini Vina bangun lebih awal, sudah dua hari saat pagi Vina merasa mual dan juga pusing. Seperti pagi ini, wanita yang masih mengenakan piyama tidur itu berlari masuk ke dalam kamar mandi. Di dalam Vina memuntahkan semua isi perutnya, tetapi hanya cairan bening yang keluar.
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 751 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Saat Istri Pertama Datang ke Acara Pesta Bayi Suaminya

Saat Istri Pertama Datang ke Acara Pesta Bayi Suaminya

Ada rasa iri dan cemburu yang akhirnya membakar dada, senyuman yang terbit di bibir mungil Saras rasanya seperti belati tajam, menusuk dan membuat luka yang tak berdarah. Mentari pagi telah terbit dari ufuk sana, cahayanya yang terang sangat menyilaukan mata saat beradu tatap. Hembusan angin pagi menambah suasana semakin sejuk, terdengar kicauan burung yang bersahutan, membuat suasana pagi semakin indah.
39.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Kemarin empat orang langsung ia terjunkan untuk membereskan. Anggun tak berlama-lama menemaninya karena sudah dikejar jadwal foto. Dia janji akan datang jika jadwalnya kosong. Ria menggeser gerbang besi warna emas dengan ukiran bunga matahari yang sisi atasnya runcing seperti ujung pisau. Dia masuk kembali. Urusan selanjutnya adalah bersih-bersih badan lebih dulu. Semua tubuhnya terasa lengket. Panasnya Jakarta masih belum bersahabat. Hingga dia selesai mandi, Arunika masih tidur.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Ditambah sinar matahari pagi yang menyehatkan, membuat tubuh berkeringat membuang toksin jahat dari dalam tubuh. Ayumi sangat senang diajak bersepeda oleh bunda dan juga Oma opanya. Gadis itu selalu mengoceh gembira sambil menanyakan apapun yang ia temui di jalanan yang mereka lewati. Teja berhenti di depan warung bubur ayam. Ketiganya memarkirkan sepeda di samping gerobak. Sudah ada beberapa sepeda juga yang parkir di sana dan tengah menikmati sarapan bubur. "Bubur ayamnya tiga ya, Mas," seru Siwi pada penjual bubur. Mereka duduk lesehan sambil menikmati pemandangan lalu-lalang warga komplek yang tengah berolah raga.
10180.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.2K kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
DUA BELAS TAHUN TANPA KAMU

DUA BELAS TAHUN TANPA KAMU

Mas Arham mencium keningku, lalu mengajakku berpindah ke tempat tidur untuk istirahat. ** Udara pagi yang sejuk serta aroma tanah basah di akhir bulan November terasa menenangkan, bulir-bulir embun di kelopak bunga bugenvil seperti berlian yang menggantung, sesekali tetesannya jatuh menciptakan simfoni kecil yang mengagumkan.
933.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 759 kali sebagai sebening embun pagi
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Yani Ajjah
Thor klu bisa datangkan/munculkan tokoh laki2 yang kaya walaupun tdk sekaya mertua Arham tegas, berkarisma setidaknya bisa melundungi Iriana dan anak2nya, karena dr obrolan Arham sm Iriana kynya Arham ingin namanya bersih, takut hilang harta jadi secara g langsung maunya Arham itu, yg gugat Iriana.
Abu Saad Saud
tapi jangan sampe sama kaya novel novel lain yang laki akan kalah sama jabatan dan uang.....tapi dari awal baca saya suka.tapi mudah mudahan tokoh cowoknya gak kebeli dengan jabatan.soalnya saya bosen baca novel ujung ujung begitu suksesthor
Baca Semua Ulasan
Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku

Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku

Embun mengusap matanya dengan kedua tangannya, dirinya merasa bahwa seperti baru tertidur 5 menit yang lalu. "Rasanya aku baru tidur 5 menit yang lalu, ini aku sudah harus bangun lagi. Badanku lelah sekali kak. Mataku gimana kak? apakah terlihat bengkak? apakah aku terlihat seperti habis menangis?" Tanya Embun berbisik kepada Esta. "Iya kayaknya kamu lelah sekali. Tentu saja terlihat jelas. Bengkak sekali tuh mata kamu." Ucap Esta dengan melihat ke kanan dan kiri arah wajah Embun.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status