Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dua Sisi

Dua Sisi

"Adek sakit-sakit begini kok masih kerja sih? Lain kali kalau sedang sakit istirahat saja di rumah. Minum wedang jahe hangat dan tidurlah lebih awal. Ini pasti adek begadang semalaman kan makanya masuk angin?" Anak Dewa membasuh mulut Embun dan membantunya berkumur-kumur. Aroma yang berasal dari tubuh Anak Dewa kembali membuat perutnya bergolak. Embun tidak tahan mencium aromanya. "Embun nggak tahan mencium aroma parfum abang. Embun hoekkk mu-mual menciumnya." Dengan mulut terbata-bata Embun menjelaskan segala sumber rasa mualnya.
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 775 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Mantan Kekasihku

Mengejar Cinta Mantan Kekasihku

Embun bingung, awalnya dia pikir itu semacam alat untuk menditeksi pengguna narkotika, tapi setelah dilihat dengan jelas dia tahu benda itu adalah tespek. “Kenapa pegang bagian bekas pipisnya?” Embun melotot dan langsung melempar hasil tes itu kemeja, dia ciumi tangannya kemudian berlari ke kamar mandi untuk cuci tangan. “Mungkinkah?” Embun menggeleng menatap pantulan dirinya dari cermin lantas berjalan terburu-buru keluar. “Apa kamu hamil?” “Hem,” jawab Bening tanpa beban.
1019.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 768 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Dicampakkan Setelah Melahirkan

Dicampakkan Setelah Melahirkan

Pagi hari ia sudah harus pergi ke rumah utama untuk menyiapkan sarapan untuk semua orang. “Bu Neli mau masak sepagi ini?” imbuh Embun dengan senyumannya yang manis. Tepat di bawah manik mata almond miliknya ada tahi lalat kecil yang semakin mempercantik wajahnya. Semua orang sepakat melihat Embun itu sosok gadis cantik. Apalagi jika dipoles dan dirawat mungkin bisa mirip artis ibukota.
1036.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
SERIBU WAJAH MANTAN ISTRIKU

SERIBU WAJAH MANTAN ISTRIKU

Embun memiliki hobi baru, ia jadi suka scrolling aplikasi dari China untuk melihat video istri-istri menyiapkan bekal suami mereka. Mata hitam jernih itu beberapa kali melirik sekilas ke arah jam dinding. Waktu sudah menunjukan pukul setengah tujuh pagi. Sebentar lagi waktunya Adzriel berangkat kerja. Embun mempercepat gerakannya, tidak peduli walau jemarinya sempat teriris pisau. Ia segera menata kotak bekal serapi mungkin —tidak ada waktu untuk menghias. Setelah itu Embun juga menyiapkan roti bakar selai kacang sesuai informasi dari mama mertua. Tidak ketinggalan jus jeruk dari kemasan instan yang ia beli di supermarket.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Selangkah Berjejak

Selangkah Berjejak

Matahari baru saja menyinari pagi. Sisa-sisa embun itu masih melekat di atas dedaunan. Embun-embun yang dingin menyentuh kulit dengan lembut. Suasana pagi yang sejuk, seolah tak ada duanya di waktu-waktu lainnya. Sena memperhatikan sekitar, tidak ada orang. Ia mencari zona teraman dan ternyaman yang bisa ia lewati. Setelah menemukan akhirnya ia berdiri di sana.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Pembalik Langit Dunia Persilatan

Pembalik Langit Dunia Persilatan

Ep 56. Benua selatan bergerak Di pagi hari beberapa sosok sedang duduk menikmati makanan dan ikan bakar, canda tawa menghiasi pagi di gerbang dosa, senyuman Lou meluluhkan dua hati di depannya kecuali sosok tua. Embun membasahi dedaunan seperti berlian yang berkelap-kelip dengan indahnya, saat itu juga sinar matahari memberikan energi pagi kepada mereka semua.
1082.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Tertipu Masa Lalu

Tertipu Masa Lalu

Empat bawahannya pun patuh, mengangguk setuju, lekas pergi melaksanakan tugas. Sayup-sayup suara percakapan yang sedikit remang itu masuk ke telinga Delano. Cahaya perlahan timbul dari bilah papan berbentuk persegi. Sudah pagi. Aroma embun sangat sejuk pagi itu. Seluruh pepohonan yang rimbun menciptakan ribuan bulir embun yang beranak pinak. Kabut menutup halaman dengan taman bunga yang terhampar menambah indahnya pemandangan.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Dia benar-benar basah kuyup hanya karena melihat keliaran seorang pria. "Sialan... kenapa gue jadi sange berat begini lihat orang patahin tulang?" rutuk Renata dalam hati. Napasnya mulai tersengal pelan. Dia merapatkan kedua pahanya dengan gelisah, berusaha menahan sensasi menggelitik yang semakin menyiksa di bagian bawah perutnya. Sadar bahwa dirinya tidak akan bisa berpikir jernih dengan kondisi basah seperti ini, Renata langsung mengambil alih komando.
9.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Editor Dingin Bikin Bucin

Editor Dingin Bikin Bucin

“Hanya untuk sementara saja, Nate. Itu akan membantu penyembuhanmu.” Nathaniel mendesah frustrasi, belakangan ini ia merasa lidahnya pahit akibat asam lambung yang naik. Ditambah jika ia harus makan bubur untuk beberapa hari kedepan, Nathaniel merasa jika ia akan kehilangan banyak sekali berat badan. “Tolonglah, paman. Masakan yang lain, ya?” Julian memikirkan opsi lain. “Bubur gandum?”
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai sebening embun pagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status