Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Senja Pertama

Senja Pertama

Dia sudah ada di bus sebelum Nana naik. “Ayo Na. Kita ada kelas pagi.” “Kok kamu ….” Sendanu langsung menarik tangan Nana tanpa menunggu lama. Dia bukan orang yang sabar yang bisa mendengarkan penjelasan Nana sampai selesai. Terlihat Nana cemberut, ia mencari tempat duduk dan meninggalkan Sendanu yang masih tak mengerti kenapa Nana cemberut seperti itu.
7.9K viewsCompletedAdded to Library 243 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Ditambah sinar matahari pagi yang menyehatkan, membuat tubuh berkeringat membuang toksin jahat dari dalam tubuh. Ayumi sangat senang diajak bersepeda oleh bunda dan juga Oma opanya. Gadis itu selalu mengoceh gembira sambil menanyakan apapun yang ia temui di jalanan yang mereka lewati. Teja berhenti di depan warung bubur ayam. Ketiganya memarkirkan sepeda di samping gerobak. Sudah ada beberapa sepeda juga yang parkir di sana dan tengah menikmati sarapan bubur. "Bubur ayamnya tiga ya, Mas," seru Siwi pada penjual bubur. Mereka duduk lesehan sambil menikmati pemandangan lalu-lalang warga komplek yang tengah berolah raga.
10181.1K viewsCompletedAdded to Library 7.2K Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

“Aku sering melihatnya cuci muka di bejana, sebelum beliau mulai bekerja setiap pagi.” Bukit Berkabut dengan hawa dingin yang menusuk kulit, cuci muka adalah hal yang lumrah dilakukan Calistung, Rimba dan Nenek Suyatim. Memang ada air terjun di sana. Namun buat apa mereka harus pergi ke bawah air terjun hanya sekadar buat cuci muka setiap pagi? “Jadi ...,” Senala menunjuk wajahnya sendiri, “aku adalah perempuan, bukan nenek-nenek, yang pertama kamu lihat sedang mencuci muka di depanmu, begitu maksudmu?”
102.0K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Dia benar-benar basah kuyup hanya karena melihat keliaran seorang pria. "Sialan... kenapa gue jadi sange berat begini lihat orang patahin tulang?" rutuk Renata dalam hati. Napasnya mulai tersengal pelan. Dia merapatkan kedua pahanya dengan gelisah, berusaha menahan sensasi menggelitik yang semakin menyiksa di bagian bawah perutnya. Sadar bahwa dirinya tidak akan bisa berpikir jernih dengan kondisi basah seperti ini, Renata langsung mengambil alih komando.
10.4K viewsOngoingAdded to Library 333 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Editor Dingin Bikin Bucin

Editor Dingin Bikin Bucin

“Hanya untuk sementara saja, Nate. Itu akan membantu penyembuhanmu.” Nathaniel mendesah frustrasi, belakangan ini ia merasa lidahnya pahit akibat asam lambung yang naik. Ditambah jika ia harus makan bubur untuk beberapa hari kedepan, Nathaniel merasa jika ia akan kehilangan banyak sekali berat badan. “Tolonglah, paman. Masakan yang lain, ya?” Julian memikirkan opsi lain. “Bubur gandum?”
103.3K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
MERINDUKAN SURGA

MERINDUKAN SURGA

Nek Minah tersenyum lembut dan mengangguk, Alya membalas senyuman Nek Minah dengan perasaan lega, meski sebenarnya dia penasaran apa yang baru saja dibisikan Rico kepada Nek Minah. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Udara Desa Pandan masih terasa dingin dengan sisa-sisa gerimis tadi malam yang membasahi rumput dan dedaunan. Namun, mentari hari ini terlihat cerah seolah tersenyum menyambut hari.
3.1K viewsCompletedAdded to Library 116 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

#PJSR_2 ____________________ PoV Bang Ochi ____________________ Matahari pagi bersinar cemerlang. Embun dingin terhangatkan lalu menetes dari ujung lengkung dedaunan dan ujung-ujung lancip rerumputan liar.
9.57.4K viewsOngoingAdded to Library 250 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Kabur Saat Mengandung Benih CEO Arogan

Kabur Saat Mengandung Benih CEO Arogan

Tapi hanya ada cairan bening putih yang keluar. Tubuhnya melorot kebawah, matanya memerah. Rasa mual masih terasa di ujung tenggorokannya. Ia memikirkan dirinya yang tiba-tiba merasakan hal aneh. Padahal ia tidak memakan apapun sebelumnya, tidak mungkin ia keracunan makanan.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Mandi Keramas Setiap Pagi

Mandi Keramas Setiap Pagi

Asty beranjak meninggalkan Evan yang masih diam mematung. "Kamu akan tetap menjadi milikku," desisnya. Evan menatap punggung Asty yang mulai menjauh. *** Hari telah berganti, pagi ini Vina bangun lebih awal, sudah dua hari saat pagi Vina merasa mual dan juga pusing. Seperti pagi ini, wanita yang masih mengenakan piyama tidur itu berlari masuk ke dalam kamar mandi. Di dalam Vina memuntahkan semua isi perutnya, tetapi hanya cairan bening yang keluar.
1019.9K viewsCompletedAdded to Library 755 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Saat Istri Pertama Datang ke Acara Pesta Bayi Suaminya

Saat Istri Pertama Datang ke Acara Pesta Bayi Suaminya

Ada rasa iri dan cemburu yang akhirnya membakar dada, senyuman yang terbit di bibir mungil Saras rasanya seperti belati tajam, menusuk dan membuat luka yang tak berdarah. Mentari pagi telah terbit dari ufuk sana, cahayanya yang terang sangat menyilaukan mata saat beradu tatap. Hembusan angin pagi menambah suasana semakin sejuk, terdengar kicauan burung yang bersahutan, membuat suasana pagi semakin indah.
39.4K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as sebening embun pagi
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status