Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Pengacara

Sang Pengacara

Entah apa yang harus Fika lakukan setelah ini, dan mau dibawa ke mana pernikahannya dengan Abi sebenarnya. ~~~~ “Ngapain pengantin baru pagi-pagi sudah ke sini?” Bening melangkah gontai menuju sofa panjang di ruang tengah, lalu berbaring di sana. Setiap pagi, rutinitas Bening selalu saja sama. Yakni mengosongkan semua isi perutnya, yang akan selalu mulai di pagi hari. Kehamilan Bening sebenarnya tidak terlalu menyusahkan, hanya mual dan muntah di pagi harilah, yang membuatnya selalu lemas.
1046.5K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Kontrasepsi di Kamar Adikku

Kontrasepsi di Kamar Adikku

Mentari pagi mulai menampakkan pendar jingganya, menerobos masuk melalui sela-sela tirai yang terbuka. Entah mengapa pagi ini badanku kembali lemas seperti tidak bertenaga. Perutku mual, kepalaku juga terasa berputar-putar seperti gasing. Mas Kenzo duduk di bersandar di atas dipan, sambil memegang tasbih dan berzikir.
1085.3K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Kesandung Cinta Tuan Mafia

Kesandung Cinta Tuan Mafia

Mentari pagi sudah mulai mengintip di ufuk bagian Timur, seolah tengah malu-malu menunaikan tugas nya untuk menyinari bumi pertiwi. Terlihat dari lembut nya embun pagi yang membasahi bumi. Aluna tampak menggeliatkan tubuhnya dan memicingkan sedikit matanya tak kala tangan nya sedang merasakan sesuatu yang kokoh dan hidungnya mencium bau tak asing yang sering di hirup nya semenjak menikah dengan Tuan Kenzo.
10573 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Bersyukur Memilikimu

Bersyukur Memilikimu

"Biar aku tahan aja." Di pagi hari ini yang indah, Feby bangun terlebih dahulu. Saat Feby ingin menyingkirkan selimut itu dari pahanya, ia dikejutkan satu hal. Ia heran apa semalam hujan? Feby bertanya tanya Lalu ia menc!um bau yang sedikit aneh menurutnya. "Kok kaya bau air kencing ya?" Feby mencari asal aroma aneh itu. Ia terdiam saat bau itu berasal dari selimut yang Dirga pakai. Firasatnya saat ini. "Apa Dirga ngompol?"
27.4K viewsCompletedAdded to Library 207 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Saat Terbangun dari Mimpi

Saat Terbangun dari Mimpi

Ruang bawah tanah Keluarga Draven. Gelap. Lembap. Dipenuhi bau darah yang menyengat. Selena diikat pada sebuah tiang salib besi, tubuhnya gemetar hebat. Sejak kecil dirinya dimanja dan dilindungi … kapan ia pernah melihat pemandangan seperti ini? “Kakak … kamu sedang apa? Cepat turunkan aku .…”
2.9K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

Tapi pagi ini, di mata Sabda Diandra begitu luar biasa. Ada rasa ingin membiarkan perjalanan dari Kemang menuju Bogor kali ini ia isi dengan lamunan tentang pesona Diandra. Hari-hari dan jam-jam Sabda yang biasanya dia lalui dengan data-data dan angka-angka, satu diskusi ke diskusi lainnya, kali ini, meski beberapa saat, ingin ia ganti dengan yang lebih segar. Tapi gegas ia coba tindih keinginan liar itu dengan membuka satu per satu lembaran data yang ia bawa.
994 viewsOn holdAdded to Library 39 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Debu abu itu terhisap masuk ke dalam hidungnya. Gracya terdiam, matanya melebar. Dia terbatuk pelan, merasa sedikit sesak, tetapi yang lebih membuatnya tidak nyaman adalah perasaan aneh yang tiba-tiba datang. Sebuah rasa dingin merayap di kulitnya, seperti ada sesuatu yang mulai berubah di dalam dirinya. "Hadeh… cu-cuma debu. Tidak perlu panik," katanya pelan, mencoba menenangkan diri. "Ini semua cuma kebetulan."
1.2K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Sebelum Hujan Membasahi

Sebelum Hujan Membasahi

"Ad, jalan-jalan yuk," ajak Della pagi-pagi sekali. "Jalan-jalan kemana, masih terlalu pagi juga," jawabku seakan ingin menolak ajakan dari Della. "Healah, kapan lagi juga ... bisa jalan-jalan pagi dengan suasana perdesaan yang menentramkan," Della kembali merayuku. Disaat waktu yang tepat pula, terlihat Adinda datang membawa piring dengan bubur manis khas perdesaan, sebagai suatu tanda ada slametan dari sanak keluarga atau sebagainya.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as sebening embun pagi
Read
+Library
Bukan Istri Sah

Bukan Istri Sah

“Mama benar-benar koma, tapi bukan lumpuh. ATAU, mama memang sempat lumpuh, tapi sudah bisa jalan lagi.” Banyu menunduk sejenak, lalu mendongak dengan menghirup udara sejuk di pagi hari yang masih belum tercemar polusi. Membuangnya dengan perlahan, seolah tengah menyingkirkan semua hal yang beberapa waktu ini menggantung di kepalanya.
10134.0K viewsCompletedAdded to Library 4.2K Times as sebening embun pagi
Show Reviews (37)
Read
+Library
Sophia Setiawan
Digantung lg dan dibikin penasaran terus, tapi tetap bahagia krn dpt update-an terbaru. Makasih n Lop u banyak2 mba beb... Didoa'in selalu sehat dan selalu semangat nulisnya.. Sukses terus buat Author kesayangan ...
Dindra kaysan
Mbaaakkkk Bebeeeb..... bolak balik buka GN cm nunggu up nya blom juga eng...... Ini udah siang loh mbak, rezeki dipatok ayam nanti.... hahahaha buruan atuuuh up nya gak sabar baca part bucinnya Mas Banyu...
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status