Kelabu
Mengerti akan hal itu, lelaki itu berdehem kemudian kembali fokus pada tujuannya.
“Tuan Raka, kita harus berangkat sekarang. Perjalanan menuju bandara sekitar lima belas menit dari sekarang, syukurlah pesawat yang akan kita tumpangi dipending jadwal keberangkatannya,” jelasnya panjang lebar.
Raka tersenyum ringan membuat Banar kebingungan. “Kenapa terburu-buru. Mari masuk,” ajaknya.
Banar begitu kaget akan perubahan tiba-tiba dari Raka. Tanpa memikirkan hal lain Banar mengangguk pelan. Dengan senyum kesenangan ia kembali berbicara, “Ah... tentu, tuan.”
Hot Chapters