Suami tanpa Pilihan
Ia segera memalingkan wajahnya dari layar monitor dan berusaha tersenyum pada Sari, meskipun senyum itu lebih terlihat seperti cengiran canggung.
“Ah, Sari, maaf ya. Aku nggak sadar ngomong sendiri. Banyak hal yang... ah, gimana ya, bikin kepalaku pusing,” jawab Rindu, mencoba meredam kegelisahan yang tiba-tiba terasa begitu besar.
Sari menatap Rindu lebih lekat, lalu menarik kursinya lebih dekat. “Ada apa sih? kamu ada masalah?”
Hot Chapters