Kelabu
Dania segera mengatur nafas dan kembali menyusul keduanya karena tak ingin tertinggal jauh.
“Rumah ini sudah banyak berubah,” kata Banar sambil meletakkan kembali secangkir teh ke atas meja.
Pratama mengangguk, “Raka yang memintanya,” jawabnya sambil mengamati langit-langit rumahnya.
“Jadi, ini pertama kalinya saya melihat bangunan ini setelah sepuluh tahun,” kata Bahar sembari membuang nafas.
“Iya anda benar. Jadi apa yang membuat anda datang kemari?” tanya Pratama tanpa basa-basi. Meskipun ada perasaan canggung antara keduanya.
Bab Populer