Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku
Suara desahan mereka, yang kini bercampur dengan suara kecipak tubuh yang berkeringat, menjadi musik pengiring bagi kami.
Aku menyandarkan kepalaku di bahu Dinda, berbisik tepat di telinganya. "Lihat mereka, Sayang. Mereka bebas. Malam ini, kita juga bebas. Mari kita coba…”
Aku mulai membuka kancing kemejaku satu per satu. Gerakanku lambat, disengaja. Dinda merasakan tanganku menjauh sejenak, dan ia membuka mata. Matanya yang merah menatap kemejaku yang kini terbuka di bagian dada, lalu beralih ke mataku.