Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Di tengah kerumunan, entah siapa yang melemparkan botol minuman yang belum habis ke wajah Chika, hingga cairan kuning yang tidak jelas membasahi seluruh wajahnya. "Benar-benar nggak tahu malu! Sialan, aku sudah nggak tahan lagi dengarnya." "Memangnya nyawa Cintaya bukan nyawa?" Setelah itu, botol dan kaleng makin banyak berdatangan silih berganti.
12.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

Dan benar juga jika Sekar sempat menaruh suka dengan Riski setelah kematian Asih, namun perasaan itu segera ditepis Sekar karena menghargai mendiang kakaknya. "Biar Luna nggak gentayangan itu darahnya yang dikucuri sama jeruk nipis disiram sama air biar mengalir," jelas Sekar. "Iya, Mbak. Rencana kami juga gitu, tapi apa hanya orang iseng aja yang ngusilin darah milik Sekar dan Bram. Atau itu kerjaannya keluarga Sekar?" tanya Thasya. "Ya, kurang tau juga aku, Sya." Sekar menghela napas panjang.
1066.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Sedang apa dan di mana mereka sekarang? Tanpa peringatan Parta tiba-tiba menghentikan langkah kakinya. Dia mendongak. “Sebentar lagi malam tiba,” ujarnya. “Tapi sebelum benar-benar malam, lidah-lidah api akan bermunculan dari balik bumi sebelah barat menghamparkan kemilau cahaya kemerahan di cakrawala. Orang-orang menyebutnya dengan senja. Tapi aku lebih senang menyebutnya petang. Karena jika kau tak berhati-hati, kegelapan bisa merampas sebagian dari dirimu, dan menawarkannya kepada sang malam yang mengentalkan waktu. Coba lihat ke angkasa, Kawan. Lihat petang.”
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
SETELAH AKU DIMADU

SETELAH AKU DIMADU

"Ini, Nya." Mbok Yem menunjukkan sesuatu yang menempel kepadaku di sana. Aku tak melihat apa, tapi kemudian saat ku amati lebih dekat, mataku membulat sempurna, itu tentu saja bukan lendir ingus tapi sesuatu yang lain. Batinku mulai bergejolak. Mbok Yem memandangku dengan tatapan yang juga bingung, sedih, campur aduk.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

"Gak popo, Lif. Lain kali ketemu lagi." "Nggih.." *** Neng Lia Secercah impian kian mengena. Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Senja itu belum redup

Senja itu belum redup

ajak Diko. "Ke..kemana?" tanya Nana. "Ada deh. Lo pasti bakalan suka," ucap Diko. Dan mereka pun melanjutkan menghabiskan makanan mereka. *** Angin berhembus perlahan menyapu pepohonan yang rindang. Mentari kian menepi ke ufuk barat namun belum sepenuhnya menghilang. Burung burung berkicauan menandakan mereka akan pulang ke sarangnya dan ada pula yang membawa sesuatu untuk di berikan kepada anak anaknya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Nista Pembawa Nikmat

Nista Pembawa Nikmat

Denny pun bergegas membuka pintu dan begitu pintu terbuka dua porsi nasi putih lengkap dengan ikan bakar dan dua gelas jus alpukat yang berada di atas meja dorong tepat berada di depannya. Sebelum ditarik nya masuk meja tersebut Denny segera mengeluarkan serbuk kristal yang telah dipersiapkan dan langsung memasukkannya ke dalam salah satu jus alpukat tersebut dan langsung di aduk nya pakai sedotan. setelah itu iapun menarik meja tersebut dan ditaruh dekat sofa kecil yang berada di pojok ruangan.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Dark Secret 2 [Mentari]

Dark Secret 2 [Mentari]

Untungnya Senja bersikeras agar Mentari ditemani oleh Nisa. Mentari... Belum terlambat, kan?
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Mutiara Lembah Hitam

Mutiara Lembah Hitam

Matanya yang bening dengan bibir merekah indah membuat Raga harus bertarung hebat melawan keinginannya untuk membawa Nesa ke surga dunia. “Tak lama lagi.” Gumamnya sambil memandangi gadis yang saat itu tidur di pahanya. “Kamu akan menjadi istriku yang sah dan akan kubawa kamu ke puncak nirwana yang tak kan bisa kamu lupakan selamanya. Jika saat itu tiba, kamu akan tergila-gila padaku.” Ia tersenyum sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Nesa dan mengecup bibir Nesa dengan penuh rasa sayang. ***
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status