Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senja di Matamu

Senja di Matamu

Lalu, dia mengangkat tangan kirinya, tetapi juga ditahan Uri. Tatapan Uri berubah ganas. "Kekuatanmu itu hanya akan meningkatkan nafsuku! Nanti saat nafsumu sudah bangkit, kau pasti akan menangis dan memohon-mohon padaku!" Lalu, Uri membungkuk dan menciumnya seperti anjing gila. Tania merasakan sensasi terbakar di perutnya, dan merasa terlalu lemah untuk melawan. Di ruang pribadi di sebelahnya, Nina tersenyum kepada asistennya sambil memegang segelas anggur merah dan mengagumi layar ponselnya.
23.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 908 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Pemburu Siluman Vol.1

Bangkitnya Pemburu Siluman Vol.1

Setho Gentala melangkah mantap mendekati undakan batu pertama, membiarkan ujung warangka pedang pusakanya sesekali menyentuh lantai marmer hingga menimbulkan suara ketukan yang berwibawa di tengah kesunyian balairung. Zirah tembaganya yang dipenuhi noda jelaga hitam dan goresan kuku binatang malam tampak mencolok di antara kemilau jubah sutra para abdi dalem, namun tak satu pun menteri berani mencemooh penampilan sang Senopati muda yang baru saja meruntuhkan keangkuhan gerbang perbatasan barat. Di samping kanannya, Kalacitra berjalan dengan keayuan ksatria wanita yang matang, sepasang matanya menatap lurus ke arah singgasana dengan ketenangan batin yang telah terlatih menembus ribuan malam p
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
SETELAH DIJUAL IBU TIRIKU

SETELAH DIJUAL IBU TIRIKU

ucap Caca memperingatkan, ia dan Raga dengan penuh perjuangan membantu Satya berjalan masuk, meninggalkan Natan yang tengah menatap mereka dengan senyum sinis. "Seharusnya kamu mati Satya, agar kamu tidak perlu menghadapi apa yang sudah aku siapkan setelah ini, aku akan memberikan kejutan luar biara untukmu.." ucap Natan dengan senyum sinis di bibirnya.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Airnya hitam pekat, tenang, dan terlalu diam bagai menyimpan rahasia ratusan kisah gagal move on. Rimba berdiri di tepi telaga itu. Napasnya berat. Pikirannya sunyi. Di sampingnya, seorang lelaki tua berjanggut putih berdiri dengan pakaian lusuh. Entah dari mana datangnya. “Kamu datang untuk membuang rasa?” tanyanya datar. Rimba mengangguk. “Kalau bisa ..., buang sekalian kenangan soal seorang perempuan bernama Senala.”
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Terikat Kontrak Pernikahan CEO Posesif

Terikat Kontrak Pernikahan CEO Posesif

Saat senja turun, semua duduk mengelilingi Langit yang sudah tertidur di pelukan Narumi. Senja, Jingga, dan Nataya menyatukan tangan mereka di atas perut masing-masing. “Untuk anak-anak kita,” ucap Jingga. “Untuk masa depan yang kita bangun bersama,” tambah Senja. “Untuk cinta yang terus kami wariskan,” bisik Nataya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

Jentralah yang angkat bicara untuk Sriti. "Hai Jentra Kenanga. Kedudukanmu sebagai Panglima sandi Medang tidaklah sebanding denganku, apa hakmu menyuruhku untuk memungut perempuan bebal ini dalam perlindunganku. Betul dia adalah orang yang kugunakan untuk mendapatkan Mustika Udarati. Tetapi sejauh ini dia selalu gagal, maka apa gunanya perempuan ini bagiku. Katakan pada Wiku Sasodara untuk melemparkannya saja ke jurang yang dalam itu."Teriak Nagarjuna marah mendengar kata-kata Jentra dan dengan sekali merapalkan mantra Nagarjuna telah memegang tombak pendek di tangannya. Tombak itu bernama Taksakaraga sebuah pusaka yang terkenal sangat ampuh dan mampu untuk menghabisi siapa saja. "Apa maksu
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Tahta Kehormatan untuk Istri Setia

Tahta Kehormatan untuk Istri Setia

"KAU MILIKKU, SENJA! KAU HARUS MENJADI MILIKKU!" Senja meronta, berusaha melepaskan cengkeraman Narendra yang menyakiti tulang selangkanya. Namun tenaga pria itu terlalu kuat. Air mata ketakutan mulai menggenang di pelupuk mata Senja, namun ia menolak untuk memohon. Tepat saat bibir Narendra hendak memaksa mendekat, sebuah suara ledakan keras memekakkan telinga. BRAK!
321 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
SENJA DI BALIK RAHASIA

SENJA DI BALIK RAHASIA

Langit sore di kota itu berwarna jingga keemasan, seperti biasa tenang, indah dan menipu. Alya berdiri di pinggir trotoar, memandang matahari yang perlahan tenggelam di balik gedung-gedung tua. Sudah lama ia tidak benar-benar memperhatikan senja seperti ini. Dulu.. senja selalu berarti satu hal: Rendra
484 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Kemilau Senja

Kemilau Senja

ujar Annisa sembari tersenyum malu. "Suruh keluar atuh cepet-cepet jangan sembunyi melulu," sahut Mbak Ratna yang kini ganti menggoda Annisa. "Kalau aku tau orangnya sih pasti udah kusuruh cepet-cepet keluar dari tempat persembunyiannya, Mbak hehe," ucap Annisa. Mereka berdua sungguh membuatku bisa tertawa lepas. "Ya, sudah kalian selamat menikmati makanannya ya, kalau kurang, kalian bilang aja nanti aku tambahin lagi," ucap Mba Ratna sembari melangkah kembali menyelesaikan pekerjaannya.
1011.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Setitik Hitam

Setitik Hitam

Wanita tadi keluar dari rumah membawa seember kecil air kemudian menyiram Yura. “Aaaaaaa!!!” Yura kaget. Kini sebagian pakaian dan rambutnya telah basah. Matanya melotot menatap wanita itu dan napasnya naik turun kesal. “Pergi!!!” teriak wanita itu. Yura pasrah, ia menatap lemas ke arah Tisha. Kemudian ia berjalan menuju kursi di teras rumah itu mengambil tas yang ia letakkan di sana. Saat mengambil tas dengan hati-hati Yura menyentuh vas bunga sambil menutupinya. Ia meletakkan kamera penyadap kecil di antara bunga. Ia kemudian menatap Tisha sekali lagi lalu keluar dari halaman rumah itu.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status