Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mr. Radhika

Mr. Radhika

Tasya memutar kedua bola matanya, lalu mengarahkan pandangannya ke Senja. “Enggak apa-apa.” Senja meronggoh saku jaketnya. “Ini buat kamu.” Ia menyerahkan sebuah kotak hitam kecil berukuran sepuluh sentimeter. “Apa ini?” “Terima aja, dan buka kalau kamu udah di rumah.” Tasya menerima kotak itu. “Oke, makasih.” “Kalau gitu aku pergi dulu.” Senja memeluk Tasya singkat.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Batinya. Matahari telah menampakkan pesonanya. Embun membasahi bumi. Ayam jantan saling bersahutan berkokok. Menyambut pagi ini dengan penuh keceriaan. Perjalanan kali ini terlihat senggang. Mungkin, karena masih pagi. Fikir Raka. Mengemudikan mobilnya menuju bandara Soekarno-Hatta.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Jodoh untuk Senja

Jodoh untuk Senja

kata Nilam. Syukurlah, jika tidak hari ini. Kalau boleh jujur saat ini Senja sedang tak ingin terlibat dengan Bima ataupun Langit. “Jadi, Senja boleh pulang sekarang tante?,” tanya Senja pada Nilam.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
SETELAH KAU PERGI

SETELAH KAU PERGI

27 ~ Sebuah Pengorbanan Senja belum sepenuhnya hilang. Semburat merah jingga masih tersisa di ufuk barat. Entah berapa lama Aksara bersimpuh dan memohon petunjuk pada Yang Maha Memelihara.
1040.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 979 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Senja Yang Di Hadirkan

Senja Yang Di Hadirkan

Tatapannya pada Senja lembut tapi penuh selidik, seperti seseorang yang membaca cerita dari luka. “Kau beruntung, Nona. Kalau terlambat sepuluh menit, kau sudah tidak di sini.” Senja menatap Hazel samar. “Terima kasih,” katanya pelan. Hazel hanya mengangguk kecil, lalu menatap Sagara dengan serius. “Aku dengar mereka sudah mundur total, tapi masih ada sisa orang Brata yang belum terdeteksi. Aku akan minta orang-orangku mengurusnya.”
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

ucap Meera tanpa suara juga dan menunjukkan tangannya yang sedang menengadah. “Oh,” ucap Varo masih tanpa suara sambil tersenyum kikuk. Varo kemudian berdoa, sesuai yang ia tahu, dia hanya sering lupa membacanya dulu saat akan makan dan itu masih berlaku sampai saat ini. Setelah selesai, Bu Naina mengambilkan makan untuk suaminya terlebih dahulu, kemudian untuk tamunya, setelah itu untuk dirinya. Terakhir Meera mengambil makannya sendiri.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Di Bawah Langit Senja

Di Bawah Langit Senja

Pernah kita lalui semua, jerit tangis, canda tawa Kini hanya untaian kata, hanya itulah yang aku punya Tidurlah, selamat malam, lupakan sajalah aku Mimpilah dalam tidurmu bersama bintang -Drive, “Bersama bintang” Matahari hampir tenggelam ketika Carine dan Ulfa keluar dari taman Maerakaca,
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Senja yang Ternoda

Senja yang Ternoda

tegas Tiara. Nanta pun tak berkata lagi. Percuma menyadarkan seseorang yang sedang kasmaran. Dia berdiri memandang mentari yang sebentar lagi akan benar benar meninggalkan hari. 'Senja memang indah, seindah orang yang menyukainya' batin Nanta. Saat matahari benar-benar telah tenggelam, Nanta dan Tiara pulang. Sepanjang perjalanan mereka tak saling bicara, hanya bunyi langkah kaki yang menemani.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

Dia bisa mendengar sentakan napas dan Jingga dan langkah lainnya yang mendekat. Melihat bagaimana sekretarisnya kehilangan kontrol atas dirinya dan menampar Samudra, Senja langsung bertindak. Dia mendekati Mentari dan menariknya pelan namun tegas agar menjauh dari Samudra. Senja menunduk, menatap Mentari yang menangis tanpa suara dan terengah-engah. Kedua tangannya mengepal kuat di sisi tubuhnya.
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Maukah Kau Jadi Pacarku, Lagi?

Maukah Kau Jadi Pacarku, Lagi?

tanya Kenta menghampiri Senja, lelaki yang terlihat menyedihkan juga stres. “Hm.” “Ck. Kau tau kan Sey tak akan membiarkan ku tidur di rumah kalau kita sampai mabuk di tempat ini?” cibir Kenta pada Senja, sahabat karibnya sedari SMA. “Aku melihatnya lagi tadi, tertawa lepas,” ucap Senja. Lalu, dia meneguk minuman merah di tangannya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai sekotak senja untuk nirbita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status