Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Petaka Di Lorong Kampus

Petaka Di Lorong Kampus

ucap perempuan yang dipanggil Meta tersebut. Seperti yang dilakukan Meta tadi, perempuan tua itupun memandangi Renata cs satu persatu. “Apa benar kalian temanya Seno? Wajah kalian nampak masih bocah, usia kalian juga pasti jauh lebih muda daripada Seno”
103.1K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as seni peran
Read
+Library
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

Hanya saja, tidak semua kejujuran akan langsung mendapatkan sebuah penerimaan. “Beginilah hidup, San. Ada yang bilang bahwa hidup adalah seni peran. Kita bisa berimprovisasi, tetapi tidak boleh keluar dari naskah cerita. Memang, ada pilihan untuk kita menerima atau menolak peran yang harus kita mainkan. Cuma, setiap pilihan punya konsekuensi masing-masing,” urai Riana memberikan dukungan sekaligus mengingatkan Santi untuk tegar menghadapi kenyataan.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as seni peran
Read
+Library
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

“Ora ana sing nari kanggo ngganti wong liya. Saben wong kudu nindakake perane dhewe.” Kata-kata itu menghantam Aruna. Ia menelan ludah, teringat bagaimana tubuhnya bergerak sendiri di sanggar, bagaimana irama seolah mengenalnya lebih baik daripada ia mengenal dirinya sendiri. “Kalau kami gagal?” tanyanya akhirnya. Pak Seno menatapnya lurus. “Yen gagal… sing ditinggal bakal njupuk sing kudune.”
1.2K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as seni peran
Read
+Library
Seruni Senja

Seruni Senja

Lanjut Mahli “Dicuekin kok seneng sih.” Kata Ira heran Sifat keakrapan Mahli membuat Ira menjadi seneng bisa berteman dengannya. Mahli selalu mengganggunya dan kadang kala Mahli duduk di samping Ira. Ira menjadi terbiasa berteman dan bergantung pada Mahli. Saat istirahat Navi selalu menelepon Ira dan menghabiskan waktu istirahatnya hanya untuk bertelepon.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 142 Times as seni peran
Read
+Library
Pesona Paman Seno

Pesona Paman Seno

Saat ini dia tengah memerankan perannya seperti seorang korban yang tidak berdaya. Gadis itu terduduk kaku dengan kepala tertunduk. Bahunya bergetar dan terdengar isakan yang keluar dari bibirnya. Melihat Rindu yang mulai terisak membuat Seno semakin kalut. Pria itu lantas meluruhkan tubuhnya menjadi bersimpuh di depan Rindu. Lalu Seno mencengkram kedua pundak polos gadis itu dengan sedikit penekanan.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as seni peran
Read
+Library
Menjadi Istri Tuan Muda Arogan

Menjadi Istri Tuan Muda Arogan

Eirian juga sudah bekerja cukup lama di kediaman orang tua Shaka dan sudah sering datang ke kediaman Shaka sehingga mengenal Sena. “Tidak dipecat,” jawab Sena percaya diri. “Nyonya Nida dan Nyonya Alisha tidak akan membiarkanku dipecat,” ucap Sena.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as seni peran
Read
+Library
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

katanya tiba-tiba. “Oh ya? Peran apa?” “Bukan peran besar. Cuma teman tokoh utama.” Ia mengangkat bahu, tapi ada kilau kecil di matanya. Anggi mengangguk. “Peran kecil juga bikin cerita jalan.” Rafa memikirkan itu, lalu tersenyum tipis. Ia berangkat sekolah dengan langkah ringan.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as seni peran
Read
+Library
Pijat Yuk, Mas!

Pijat Yuk, Mas!

Ratna bertanya ragu. "Lapor?" Sesil tertawa renyah. "Kita adalah 'Mbak' mereka. Di dunia ini, junior tidak punya suara di depan senior. Kita masuk ke sana dengan dalih membantu instruksi Pak Agam. Apapun yang terjadi di sana nanti, itu adalah kesalahan kepemimpinan Mirah dan Nani, bukan kita."
107.2K viewsCompletedAdded to Library 216 Times as seni peran
Read
+Library
Aku Mati Kenapa Kalian Menangis?

Aku Mati Kenapa Kalian Menangis?

“Baiklah, nenek mengerti. Mulai sekarang, yang ada di sini hanya akan ada hal-hal baik untuk Senia.” Senia memahami maksud di balik kata-kata itu. Ia tahu Nando sedang memainkan perannya dengan sempurna di hadapan neneknya, dan tanpa diminta, ia ikut menyesuaikan diri dengan alur yang sama. Ia membalas genggaman tangan Nando, lalu menatap kosong ke arahnya dengan senyum yang tenang. “Nando.. terima kasih karena sudah mau menerimaku sebagai istrimu. Aku akan berusaha menjalankan peranku dengan baik, baik sebagai istrimu ataupun bagian dari keluarga ini.”
10514 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as seni peran
Read
+Library
Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Lalu, dia berkata, "Kau tidak punya peran." Aku terdiam. Jawaban itu seperti pukulan keras di wajah. "Maksudmu?" "Skenario ini hanya memberi peran kepada mereka yang dianggap... penting. Kau hanyalah pengamat, bagian dari latar belakang," katanya, nadanya datar tapi terdengar tajam. "Kau bukan Hero, bukan Villain, bahkan bukan orang yang harus ikut misi. Kau hanya... ada."
101.8K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as seni peran
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status