Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

seru Batara tegas. "Boo ... bo ... boo..! Rupanya ...
9.963.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai sering bab tapi sedikit
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Perselingkuhan

Gairah Liar Perselingkuhan

Bab 57 - Sahabat atau Musuh? Serenity tertawa kecil, suara tawanya terdengar seperti angin yang berbisik di telinga, lembut namun menusuk. "Marah? Kenapa aku harus marah, Kai? Bukannya itu justru bagus?" Bibir kami makin mendekat, begitu dekat hingga aku bisa merasakan embusan napasnya yang segar dengan aroma mint yang tajam, menusuk indra penciumanku dengan sensasi menggoda.
33.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 908 kali sebagai sering bab tapi sedikit
Baca
+Pustaka
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Gracya melirik ke atas sekilas, mencoba untuk tidak panik, tetapi suara itu terus berlanjut, disertai dengan sesekali tawa kecil yang terdengar agak serak. Dengan tangan yang masih gemetar, Gracya melanjutkan "bermain" kalkulator, berharap bisa bertahan tanpa harus keluar dari bilik. Namun, di sela-sela suara scrolling itu, ia mendengar suara yang lebih pelan, seperti gumaman, tetapi cukup jelas untuk membuat bulu kuduknya berdiri. “Gemes ya… bayinya lucu banget,” suara itu bergumam pelan di sebelahnya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai sering bab tapi sedikit
Baca
+Pustaka
Istri Tanpa Nafkah (Batin)

Istri Tanpa Nafkah (Batin)

Hobinya rebahan dan makan-makan camilan. “Baru juga jalan lima menit, Sayang. Kan kata dokter kamu harus lebih banyak jalan biar peredaran darahmu lancar. Kalau kamu mageran baby nggak akan turun-turun panggul kan?” “Aku nggak males, Mas. Tapi emang udah capek aja. Capek banget. Pengen minum, tapi yang manis-manis.” “BB-nya adek itu udah agak berlebih. Tadi pagi kan Bila sebelum sarapan udah minum teh manis. Masa sekarang mau minum yang manis-manis lagi?”
1035.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 945 kali sebagai sering bab tapi sedikit
Baca
+Pustaka
Menantu Termiskin

Menantu Termiskin

Rasanya rasa perih di area intimnya seketika hilang dan tergantikan oleh ribuan kupu-kupu di perutnya. "Gimana nggak baper kalau mas Arman semanis ini." gumam Arnita dengan senyum lebarnya. *** "Gula udah, tepung udah, garam juga udah." gumam Arnita meneliti belanjaannya. "Mbak Nita!"
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai sering bab tapi sedikit
Baca
+Pustaka
Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Senyum tipis yang sulit diartikan muncul di bibirnya yang dipoles gincu tipis. "Begitu ya? Kupikir Mbakyu sedang habis 'olahraga' malam," goda Sari dengan nada bercanda, namun matanya terus menyelidik. "Habisnya, kamar ini baunya aneh. Bukan cuma bau dupa cendana biasanya."
1046.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 981 kali sebagai sering bab tapi sedikit
Baca
+Pustaka
LEBIH BAIK KITA BERPISAH

LEBIH BAIK KITA BERPISAH

tanyaku saat melihat Senja mengusap-usap pinggang bagian belakangnya. "Pegel banget, Bi. Baby boy kita gerakannya gesit sekali. Kadang aku kaget ketika dia menendang. Apa dia pikir perutku ini lapangan bola ya?" Aku tertawa keras, terkejut dengan kata-katanya. Kuusap-usap pinggangnya dengan penuh kasih sayang. Aku menunduk, menciumi perutnya. "Baby G, tendang Bundanya pelan-pelan ya, Sayang. Jangan bikin Bunda kaget. Kasian Bunda."
1045.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai sering bab tapi sedikit
Baca
+Pustaka
Gadis Binalku!

Gadis Binalku!

Jangankan selesai, justru hubungan mereka makin ruwet, seperti benang kusut yang asal ditarik. “Lo kira masalah gue bisa pake ctrl + z, tinggal pencet terus langsung tring— hilang. Enggak kan?” Sahut Serena diiringi oleh dengusan. “Daripada lo ngoceh mending kunyah aja itu kue soes sampe kenyang.”
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai sering bab tapi sedikit
Baca
+Pustaka
Tersesat

Tersesat

Sementara darah masih mentes dari lengan mereka berdua. Banuwati dibaringkan di sofa, Nay mengusap wajah Banuwati tiga kali dengan telapak tangan lalu meniup ubun-ubunnya. Kemudian dia berbisik di telinga Banuwati, "sudah ndak papa, bangunlah!"
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai sering bab tapi sedikit
Baca
+Pustaka
Hanya Sebatas Ibu Susu

Hanya Sebatas Ibu Susu

“Tapi bayi kita saat ini sangat membutuhkan ASI kamu sayang. Apa kamu tega melihat tubuhnya seperti itu.” Marissa menatap Rafa dengan kesal, “Kamu bisa mencari ibu susu buat anak kamu atau susu formula, banyak susu formula yang mahal dan bagus-bagus.” “Dia anak kita, Marissa!” Ucap Rafa dengan suara agak meninggi, mata Marissa sontak membola saat Rafa membentaknya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai sering bab tapi sedikit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status