Obsesi Sang Penguasa
Dia bahkan tidak sempat melanjutkan kalimatnya, karena terganggu tawa itu.
“Luar biasa,” katanya pelan. “Jadi saya ini apa sebenarnya bagi Anda?”
Byakta menarik napas gusar. Dia tidak menyangka pikiran wanita di depannya, mudah sekali berkeliaran.
“Apa yang Anda pikirkan tidak sepenuhnya benar,” gumam Byakta dengan suara yang rendah. “Dan—”
“Dan tidak sepenuhnya salah juga, Tuan Bagaspati,” ucap Byakta penuh penekanan. “Kalau memang tidak menyukai pikiran liar saya, apa Anda bisa memberitahu saya tujuan Anda sebenarnya?”
Bab Populer