Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Catatan Luka Istri Rahasia

Catatan Luka Istri Rahasia

Mas Satya amat ahli dalam menyembunyikan hubungan. Aish, apa yang aku pikirkan ini? Otakku panas dalam sekejap. Aku menarik napas dalam-dalam. Berulang kali. Menenangkan pikiran meski tidak membantu apa-apa. Aku melirik jalanan yang ramai, menunggu hingga sepi untuk menyeberang.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai sesat pikir
Baca
+Pustaka
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Aku belum bisa membaca sesuatu yang tidak sedang dipikirkan. Aku teringat tadi malam, ketika aku masuk ke ruang pikiranku—tombol-tombol besar yang belum menyala. Salah satunya pasti adalah kemampuan membaca pikiran yang lebih dalam, bahkan saat seseorang tak memikirkan hal itu secara langsung. Namun untuk saat ini aku rasa aku belum menguasainya. Aku berpikir keras. Aku harus menemukan cara agar Pak Udin kembali memikirkan tentang pencurian itu. Tapi bagaimana.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai sesat pikir
Baca
+Pustaka
Mendadak Menikahi Pria Cacat

Mendadak Menikahi Pria Cacat

pikirnya Adit tidak bisa berpikir jernih, pikirannya mendadak menjadi kacau, membayangkan jika hal itu benar2 terjadi, dia bahkan belum mengutarakan perasaannya, dan dia membutuhkan gadis itu di sisinya. Amara adalah semangat hidupnya sekarang
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai sesat pikir
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 45 A Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tidak selamannya apa yang terlihat mata adalah peristiwa sesungguhnya. Bisa saja, itu hanyalah hasil dari pikiran yang terlalu lemah diprovokasi keadaan. Hingga menyuguhkan puluhan rasa yang mengoyak hati. Ketika sesal datang, mungkin semua yang berada di genggaman bisa terjatuh dan hilang. Berusahalah sekuat mungkin agar jiwa raga tidak bersinggungan dengan hati dan pikiran untuk mempertahankan apa yang dimiliki. Jangan sampai menyiksa karena hadirkan dilema.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai sesat pikir
Baca
+Pustaka
Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta

Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta

“Itu karena mereka mensugesti pikiran mereka ke arah sana, jadi seakan-akan kejadian terjadi karenanya.” “Jadi kamu nggak percaya ceritaku? Itu aku juga dari orang-orang sama internet kok.” “Percaya kok, tapikan terkadang mereka berlebihan. Kalau hati dan pikiran bersih pasti tidak akan terjadi apa-apa kok. Semuanya itu tergantung niatnya masing-masing sih.” “Apa, ya? Terus kenapa kamu melarang tadi?” “Iya, biar kamu nggak capek aja.”
1013.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 505 kali sebagai sesat pikir
Baca
+Pustaka
Obsesi Sang Penguasa

Obsesi Sang Penguasa

Dia bahkan tidak sempat melanjutkan kalimatnya, karena terganggu tawa itu. “Luar biasa,” katanya pelan. “Jadi saya ini apa sebenarnya bagi Anda?” Byakta menarik napas gusar. Dia tidak menyangka pikiran wanita di depannya, mudah sekali berkeliaran. “Apa yang Anda pikirkan tidak sepenuhnya benar,” gumam Byakta dengan suara yang rendah. “Dan—” “Dan tidak sepenuhnya salah juga, Tuan Bagaspati,” ucap Byakta penuh penekanan. “Kalau memang tidak menyukai pikiran liar saya, apa Anda bisa memberitahu saya tujuan Anda sebenarnya?”
10818 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai sesat pikir
Baca
+Pustaka
Kehangatan Pelukan Tetangga

Kehangatan Pelukan Tetangga

"Apa yang sebenarnya kamu pikirkan, mas?" "Alah, brisik amat kau! Barang ngga guna kayak gitu sudah semestinya dibuang ngapain disimpan segela. Bikin sesak dan ngga ada tempat," balas Adit ikut membentak. "Kau itu sekarang ngga usah ikut campur urusanku!"
10828 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai sesat pikir
Baca
+Pustaka
Budak Kesayangan Sang Tiran

Budak Kesayangan Sang Tiran

pikirnya. ***
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai sesat pikir
Baca
+Pustaka
Suami Miskinku Ternyata Konglomerat

Suami Miskinku Ternyata Konglomerat

Sudah tidak ada yang bisa membasahi tengorokan sangking rasa sesak dan tidak bisa menahan keinginan sendir. “Sadar Inggit, jauhkan otakmu dari pikiran mesum!” umpatku pada diri sendiri di dalam hati. Sampai suara mas Andi yang menggigau membuat mataku mendelik seketika. “Inggit, mau lagi. Lagi ya, itu rasanya enak,” ujarnya yang membuat otakku berpikir kotor lagi. Apalah yang dia mimpikan, apa yang membuatnya mengatakan hal semegerikan itu? Dia mau apa? Masa dia mau seperti tadi malam. Aku masih malu bahkan tadi saja dia sudah membuatku salah paham.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai sesat pikir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status