Menantu Bintang Lima
"Ya, dipikir-pikir lagi ta, Noni. Dipikir dengan jernih, sampai matang. Jangan keburu nafsu nanti malah menyesal di belakang hari. Penyesalan itu sakit banget lho, Noni. Nggak ada obatnya."
Di tempat dudukku, aku terdiam. Hanya bisa diam hingga beberapa saat lamanya. Ketika berpikir untuk menanggapi nasehat Bibi, aku merasa aneh dengan diri sendiri, sungguh. Bagaimana bisa diri ini membenarkan semua yang dikatakan Bibi? Hei, aku waras tidak sih, sebenarnya?
"Gitu ya, Bi?"
Hot Chapters